Monday, May 26, 2014

Pemrogramman C++

Array
Variabel Larik atau Iebih dikenal dengan ARRAY adalah adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe yang sama. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang Iainnya.
Variabel array dalam Borland C++, dapat digolongkan menjadi tiga buah dimensi :
  • Array Berdimensi Satu.
  • Array Berdimensi Dua
  • Array Berdimensi Tiga
Namun dalam modul ini, kita hanya akan membahas Array Berdimensi Satu dan Array Berdimensi Dua.
1. Array Berdimensi Satu
Sebelum digunakan, variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya, hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan.
Deklarasi Array Berdimensi Satu
Bentuk Umum pendeklarasian array berdimensi satu :
Tipe-Data Nama Variabel[Ukuran]
Keterangan :
a.Type Data  : Untuk menyatakan type data yang digunakan
b. Ukuran                     : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array
Contoh Pendeklarasian Array Berdimensi Satu
float Nil_Akhir [6] ;
Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotak­kotak kecil didalam kotak panjang tersebut.
ELEMEN ARRAY
elemen
1
elemen
2
elemen
3
elemen
4
elemen
5
elemen
6
0            1          2          3          4           5  =  Subscript/Index
ARRAY NIL_AKHIR
Subscript atau Index array pada C++, selalu dimulai dari Nol ( 0 )
1.1 Mengakses Array Berdimensi Satu
Suatu array, dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya:
Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk :
Nama Array[Subscript/Index] _
Contoh Program Array Berdimensi Satu :
/* ————————– */
/* Program Array Satu Dimensi */
/* ————————– */
#include
#include
#include
#include
main()
{
int i;
char nama[5][20];
int nilai1[5];
int nilai2[5];
int hasil[5];
for(i=1;i<=2;i++)
{
cout<<”Data Ke-”<
cout<<”Nama Siswa   : “;gets(nama[i]);
cout<<”Nilai Teori  : “;cin>>nilai1[i];
cout<<”Nilai Praktek: “;cin>>nilai2[i];
cout<
hasil[i]=(nilai1[i]*0.40)+(nilai2[i]*0.60);
}
clrscr();
cout<<”  TABEL DAFTAR NILAI HASIL UJIAN  “<
cout<<”———————————-”<
cout<<”No Nama  Nilai Nilai   Hasil”<
cout<<”   Siswa Teori Praktek Ujian”<
cout<<”———————————-”<
for(i=1;i<=2;i++)
{
cout<
cout<
cout<
cout<
cout<
}
cout<<”———————————-”<
getch();
}
Gb.Contoh Masukan/Input Program Array Berdimensi Satu
Gb. Contoh Keluaran/Output Program Array Berdimensi Satu
1.2 Inisialisasi Array Berdimensi Satu
Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Bentuk
pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut :
Tipe data nama_array[jml_elemen] = { nilai array };
Contoh : int nilai[5]={56, 67, 57, 76, 72};
/*—————————-*/
/*Inisialisasi Array Dimensi 1*/
/*—————————-*/
#include
#include
main()
{
int nilai[5]={56, 67, 57, 76, 72};
int i;
clrscr();
for(i=0; i<5 i="" p="">
{
cout<<”Nilai Array Index ke-”<
cout<
}
getch();
}
Gb. Contoh Program Inisialisasi Array Berdimensi Satu
2.  Array Berdimensi Dua
Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom, dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan, pendataan nilai dan lain sebagainya
Bentuk Umum pendeklarasian array berdimensi dua :
Tipe-Data Nama Variabel[index-1][index-2]
Keterangan :
a. Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan
b. index-1                     : Untuk menyatakan jumlah baris
c. index-2                     : Untuk menyatakan jumlah kolom
Contoh Pendeklarasian Array berdimensi dua
Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan, berikut dapat anda lihat pada tabel berikut :
Data Penjualan Pertahun
NoTahun Penjualan
200120022003
1150159230
2100125150
3210125156
Tabel Data Penjualan Pertahun
Jika  kita lihat dari tabel diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut :    
int data_jual[3][3] ;
1.1 Mengakses Array Berdimensi Dua
:
Nama Array[Index 1] [Index 2] _
Contoh Program Array Berdimensi Dua :
/* ————————- */
/* Program Array Dua Dimensi */
/* ————————- */
#include
#include
#include
#include
main()
{
int i,j;
int data[4][20];
char nm[4][20];
clrscr();
for(i=1;i<=2;i++)
{
cout<<”\t\tData   “<
cout<<”\nNama Program Studi :”;cin>>nm[i];
for(j=1;j<=2;j++)
{
cout<<”Data Semester”<
cout<<”Jumlah Mahasiswa   :”;cin>>data[i][j];
}
}
cout<<”\n\n  Data Mahasiswa BSI Tahun 2009         “<
cout<<”\n===========================================”<
cout<<”No Nama Program Semester Semester             “<
cout<<”     Studi      Ganjil   Genap            “<
cout<<”===========================================”<
for(i=1;i<=2;i++)
{
cout<
cout<
for(j=1;j<=2;j++)
{
cout<
cout<<”  “;
}
cout<
}
cout<<”===========================================”;
getch();
}
Gb.Contoh Keluaran/Output Program Array Berdimensi Dua
2.2 Inisialisasi Array Berdimensi Dua
Contoh : int nilai[2][5]={{56,67,57,76,72},
{58,60,65,75,80}};
/*—————————-*/
/*Inisialisasi Array Dimensi 2*/
/*—————————-*/
#include
#include
main()
{
int nilai[2][5]={{56,67,57,76,72},
{58,60,65,75,80}};
int i,j;
clrscr();
for (i=0;i<2 i="" p="">
{
for (j=0;j<5 j="" p="">
{
cout<
cout<<” “;
}
cout<
}
getch();
}
Gb. Contoh Program Inisialisasi Array Berdimensi Dua
LATIHAN PEMBUATAN PROGRAM STRUK PEMBAYARAN
#include
#include
#include
main()
{
char pil,nb[10],ket[20],jwb;
float kode, h,biaya,jb,total;
lagi:
clrscr();   // CONTOH LAT CASE DAN IF
cout<<”TOKO BUNGA HARUM SELALU”<
cout<<”1. Melati   Rp. 35000/ Bungkus”<
cout<<”2. Mawar    Rp. 25000/ Tangkai”<
cout<<”3. Tulip    Rp. 45000/ Tangkai”<
cout<<”Pilih Kode Bunga      : “;cin>>kode;
cout<
cout<<”Pilih Jenis Pengiriman”<
cout<<”A. Diantar”<
cout<<”B. Tidak Diantar”<
cout<<”Pilihan Anda          : “;cin>>pil;
switch (kode==1)
{
case 1:
{
strcpy(nb,”Melati”);
h=350000;
}
break;
case 2:
{
strcpy(nb,”Mawar”);
h=25000;
}
break;
default:
{
strcpy(nb,”Tulip”);
h=45000;
}
break;
}
if (pil==’A’ || pil==’a’)
{
strcpy(ket,”Diantar”);
biaya=10000;
}
else
{
strcpy(ket,”Tidak Diantar”);
biaya=0;
}
cout<<”Jumlah Beli            : “;cin>>jb;
total=(jb*h)+biaya;
clrscr();
cout<<”              STRUK PEMBAYARAN”<
cout<<”———————————–”<
cout<<”Kode Bunga yang dipilih: “<
cout<<”Nama Bunga             : “<
cout<<”Harga                  : Rp. “<
cout<<”Jenis Pingiriman anda  : “<
cout<<”Biaya Kirim            : Rp. “<
cout<<”Jumlah Beli            : Rp. “<
cout<<”====================================”<
printf(“Total Pembayaran     : Rp. %2.2f\n”,total);
cout<<”====================================”<
cout<<”Input Data Lagi [Y/T] : “;jwb=getche();
if (jwb==’Y’ || jwb==’y’)
goto lagi;
else
goto keluar;
getch();
keluar:
}
Gb. Hasil Output
Pemrogramman C++
Fungsi
Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Kegunaan dad fungsi ini adalah untuk:
-      Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama.
-      Program menjadi Iebih terstruktur, sehingga mudah dipahami dan dapat Iebih dikembangkan.
Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main°, yang bersifat mutlak, karena fungsi ini program akan dimulai, sebagai contoh yang Iainnya fungsiprintf 0 , cout () yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak Iainnya
1.  Struktur Fungsi
Sebuah fungsi sederhana memiliki bentuk penulisan sbb :
nama_fungsi(argumen)
{
… pernyataan / perintah;
… pernyataan / perintah;
… pernyataan / perintah;
}
Keterangan:
-   Nama fungsi, boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan, tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri.
-   Argumen, diletakan diantara tanda kurung ” ( ) ” yang terletak dibelakang nama fungsi. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong.
-  Pemyataan / perintah, diletakan diantara tanda kurung ‘{ } ‘.
Pada pemanggilan sebuah fungsi, cukup dengan menuliskan nama fungsinya.
Contoh pembuatan fungsi sederhana :
/* Pembuatan Fungsi Garis() */
#include
#include
#include
garis()
{
printf(“\n————————-\n”);
}
/* Program Utama */
main()
{
clrscr();
garis(); //memanggil fungsi garis
cout<<” AMIK BSI – TEKNIK KOMPUTER ”<
garis(); //memanggil fungsi garis
getch();
}
Gb. Contoh Pembuatan Fungsi sederhana
2.  Prototype Fungsi
Prototype digunakan untuk mendeklarasikan ke compiler mengenai :
  • Tipe data keluaran dari fungsi
  • Jumlah parameter yang di gunakan
  • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan
Keuntungan di dalam menggunakan pemakaian prototype, yaitu
  • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi
  • Jika Jumlah parameter yang di gunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda / tidak sama, maka akan menunjukan kesalahan.
Berikut contoh Prototype Fungsi:
Tipe parameter ke-2
float total(float a,float b);
Bentuk definisi dalam penggunaan fungsi yang dideklarasikan dengan menggunakan prototype, harus di ubah. Sebagai contoh pada pendefinisian berikut :
float total(a,b)
float a,b
Bentuk pendefinisian diatas harus diubah menjadi bentuk modern pendefinisian fungsi :
Nama Fungsi
float total(float a,float b) <                    Tidak menggunakan titik koma
parameter b
tipe parameter b
parameter a
tipe parameter a
tipe keluaran fungsi
LATIHAN PEMBUATAN PROGRAM DENGAN MENGGUNAKAN FUNGSI
#include
#include
#include
siswa(float uts, float uas);
garis()
{
printf(“\n\t============================\n”);
}
main()
{
char nim[10], nama[20], ket[10], jwb;
float uts, uas, rata;
ulang:
clrscr();
garis();
cout<<”\n\tPerhitungan Nilai Siswa”<
cout<<”\t”;garis();
cout<<”\n\tNIM Siswa  : “;cin>>nim;
cout<<”\n\tNama Siswa : “;gets(nama);
cout<<”\n\tNilai UTS  : “;cin>>uts;
cout<<”\n\tNilai UAS  : “;cin>>uas;
rata = siswa(uts,uas);
printf(“\n\tNilai Rata-Rata :%4.2f”,rata);
if (rata>59)
{
strcpy(ket,”LULUS”);
}
else
{
strcpy(ket,”GAGAL”);
}
cout<<”\n\tKeterangan : “<
cout<<”\n\tAnda Ingin Input Lagi [Y/T]: “;jwb=getch();
if (jwb==’Y’||jwb==’y’)
goto ulang;
getch();
}
siswa(float uts,float uas)
{
return(uts+uas)/2;
}
Pemrogramman C++
Macro
Di dalam penyusunan suatu Macro ada beberapa hal yang harus dipelajari, diantaranya :
1. Preprocessor Directives
Adalah suatu perintah yang termasuk kedalam program, tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri, tetapi untuk preprocessor. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler, ketika didalam proses penterjemahan (Compile)program berlangsung, didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : #
Ada beberapa preprocessor directive, diantaranya adalah :
1.1 #define
Di gunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta.
Bentuk umumnya sebagai berikut :
#define nama_konstanta teks
Dalam Pendeklarasiannya Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan huruf besar, gunanya untuk membedakan dengan nama_variable.
Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan kepada nama_konstanta.
Teks dapat berupa Numerik, Karakter, String, Pernyataan, Fungsi Sederhana.
Setelah #define ditentukan di dalam program cukup dituliskan nama_konstantanyasaja. #define akan menggantikan semua nama_konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi di mulai.
Contoh :
#include
#include
#include
#define awal{
#define akhir}
#define mulai()main()
#define cetak cout
#define masuk cin
#define hapus()clrscr()
#define tahan()getch()
#define LS_KUBUS (sisi*sisi)
mulai()
awal
int sisi,ls_kbs;
hapus();
cetak<<”Program Penggunaan #Define”<
cetak<<”Masukan Nilai Sisi Kubus = “;masuk>>sisi;
ls_kbs = LS_KUBUS;
cetak<<”Luas Kubus Adalah = “<
tahan();
akhir
Gb. Hasil dari program penggunaan #define
1.2 #include
Di gunakan untuk memasukkan file-file header kedalam program yang akan dibuat.
Bentuk umumnya ada 2 penulisan, yaitu sebagai berikut :
  • #include “nama_file_header”
Artnya pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang  sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada
  • #include
Artinya pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang  ada file headernya, kecuali pada directori yang sedang aktif.
2. Pembuatan File Header
File Header adalah suatu file dengan akhiran .h . File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta. Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++, kita dapat juga membuat file header sediri, dengan cara yang sama seperti membuat file editor. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran .h .
Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++.
/* types.h
Types for dealing with time.
Copyright (c) Borland International 1987,1988
All Rights Reserved.
/*
#ifndef          TIME T
#define _TIME T
typedef longtime_t;
#endif
Sebagai latihan berikut kita akan membuat suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor.
Buatlah program file heder dibawah ini, kemudian simpan dengan nama : andi.hpada folder kerja anda folder include
/* andi.h
contoh pembuatan file header untuk pengaturan.
Copyright (c) Andi Priantoro 2009 All Rights Reserved.
*/
#define awal {
#define akhir }
#define mulai()main()
#define cetak cout
#define tampil cprintf
#define masuk scanf
#define hapus()clrscr()
#define jika if
#define warna textcolor
#define tahan() getche()
Setelah disimpan, selanjutnya Compile file atur.h
Buatlah program dibawah ini, kemudian gunakan file header yang sudah dibuat  dan simpan dengan nama andi.h
Contoh :
/* ——————————–/*
/* program dengan file header andi.h /*
/*———————————/*
#include
#include
#include
#include”andi.h”
mulai()
awal
float n1,n2,n3;
hapus();
cetak<<”\t\tHasil Penjumlahan Nilai”<
cetak<<”masukkan nilai UAS =”;masuk>>n1;
cetak<<”masukkan nilai UTS =”;masuk>>n2;
cetak<
n3=(n1+n2)/2;
cetak<<”Nilai rata – rata =”<
tahan();
}
Gb. Hasil dari program contoh di atas
Pemrogramman C++
Structure
Structure digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur. Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal
1.Deklarasi Structure
Structure dapat deklarasikan seperti berikut
struct nama_tipe_struktur{
elemen_struktur;
elemen_struktur;
elemen_struktur;
};
atau
struct{
elemen_struktur;
elemen_struktur;
elemen_struktur;
} nama_tipe_struktur;
Contoh  Deklarasi :
struct
{
char nama[30];
char nim[30];
float nilai;
}mahasiswa;
Contoh Program Structure
#include
#include
#include
main()
{
struct
{
int no,jum;
char nm[20],mbl[10],jenis[20];
long int hrg,jby;
}dispenser;
clrscr();
cout<<”Nomor Dispenser                      : “;cin>>dispenser.no;
cout<<”Nama  Pembeli                          : “;cin>>dispenser.nm;
cout<<”Jenis BBM                   : “;cin>>dispenser.jenis;
cout<<”jenis mobil                    : “;cin>>dispenser.mbl;
cout<<”Jumlah Liter                   : “;cin>>dispenser.jum;
cout<<”Harga                           : “;cin>>dispenser.hrg;
dispenser.jby=dispenser.jum*dispenser.hrg;
cout<
clrscr();
cout<<”\t    SPBU KAPUK 3414410\t\t”<
cout<<”\t    Jl. Kapuk Raya no 36\t\t”<
cout<<”Nomor Dispenser          : “<<dispenser.no<;
cout<<”Nama  Pembeli              : “<<dispenser.nm<;
cout<<”Jenis BBM                               : “<<dispenser.jenis<;
cout<<”Jenis Mobil                             : “<<dispenser.mbl<;
cout<<”Jumlah  Liter                           : “<<dispenser.jum<;
cout<<”Harga                                       : “<<dispenser.hrg<;
cout<<”Jumlah Bayar                : “<<dispenser.jby<;
getch();
}
2.Nested Structure
Merupakan suatu structure yang dapat di gunakan di dalam structure lainnya.
Berikut contoh program Nested Structure :
/*———————————-*/
/* Program Penggunaan Nested structure */
/* Nama File :Nested Structure.cpp             */
/*———————————-*/
#include
#include
#include
main()
{
struct dtmhs
{
char nim[9];
char nama[15];
};
struct dtnil
{
float nil1;
float nil2;
};
struct
{
struct dtmhs mhs;
struct dtnil nil;
}nilai;
clrscr();
//->masukan data
cout<<”Masukkan NIM                       : “;cin>>nilai.mhs.nim;
cout<<”Masukkan Nama                      : “;cin>>nilai.mhs.nama;
cout<<”Masukkan Nilai UTS    : “;cin>>nilai.nil.nil1;
cout<<”Masukkan Nilai UAS   : “;cin>>nilai.nil.nil2;
cout<
//->menampilkan hasil masukan
cout<<”Masukkan NIM                       : “<<nilai.mhs.nim<;
cout<<”Masukkan Nama                      : “<<nilai.mhs.nama<;
cout<<”Masukkan Nilai UTS    : “<<nilai.nil.nil1<;
cout<<”Masukkan Nilai UAS   : “<<nilai.nil.nil2<;
cout<
getch();
return(0);
}
Gb. Hasil Contoh program Nested structure
3. Structure Dengan  Array
Penggunaan Array sering kali dikaitkan dengan Structure sehingga membentuk Array dari Structure.
Berikut bentuk deklarasi Array Structur :
struct{
elemen_struktur;
elemen_struktur;
elemen_struktur;
}nama_tipe_strukture[jml_index];
#include
#include
#include
#include
main()
{
char konsumen[15],kk[4],nmk[30],pass[8];
int i,n,totbay=0;
struct
{
char kd[5],kw,wk[20],mt[20];
int biaya1,biaya2,total;
}paket[5];
/* CATATAN : variabel yg masuk ke dalam
elemen struct adalah variabel- variabel yang akan berulang & array*/
atas:
clrscr();
cout<<”\t  .:: ATTENDANT ONLY ::.”<
cout<<”\t =========================”<
cout<<”\t USERNAME KASIR   : “;cin>>kk;
cout<<”\t PASSWORD         : “;cin>>pass;
if (strcmp(kk,”ksr1″)==0||strcmp(kk,”KSR1″)==0&&strcmp(pass,”13090134″)==0)
{
strcpy(nmk,”Andi”);
goto transaksi;
}
else if (strcmp(kk,”ksr2″)==0||strcmp(kk,”KSR2″)==0&&strcmp(pass,”13090134″)==0)
{
strcpy(nmk,”Priantoro”);
goto transaksi;
}
else
{
cout<<”Maaf User dan Password Yang Anda Gunakan SALAAAHH!!!”<
getch();
goto atas;
}
transaksi:
clrscr();
cout<<”\t\tTOKO BRIGHT C-STORE SPBU KAPUK \” “<
cout<<”\t=========================”<
cout<<”\tKasir :”<
cout<<”\tMasukan Nama konsumen                : “;cin>>konsumen;
cout<<”\tInput Jumlah Paket Barang Promosi    : “;cin>>n;
cout<<”\t——————————-”<
cout<<”\t\t\t Inputan Kursus”<
cout<<”—————————————————————————–”<
cout<<”|KK   |Materi                 |   Biaya1   | KW |  Waktu  |  Biaya2   |”<
cout<<”—————————————————————————–”<
cout<<” PK01 | Paket Promosi Silver  |Rp. 120.000  | A  |  Pagi   |Rp.75.000|”<;
cout<<” PK02 | Paket Promosi Gold    |Rp. 150.000  | B  |  Sore   |Rp.75.00 |”<
cout<<” PK03 | Paket Promosi Diamond |Rp. 170.000  |—————————|”<
cout<<”————————————————————————-”<
for (i=1;i<=n;i++)
{
cout<<”Data Ke-”<
x:
cout<<”input Kode Barang promosi  : “;cin>>paket[i].kd;
y:
cout<<”Input Waktu Pembelian : “;cin>>paket[i].kw;
cout<
if (strcmp(paket[i].kd,”PK01″)==0 || strcmp(paket[i].kd,”pk01″)==0)
{
strcpy(paket[i].mt,”Paket Promosi Silver”);
paket[i].biaya1=120000;
}
else if (strcmp(paket[i].kd,”PK02″)==0 || strcmp(paket[i].kd,”pk02″)==0)
{
strcpy(paket[i].mt,”Paket promosi Gold”);
paket[i].biaya1=150000;
}
else if (strcmp(paket[i].kd,”PK03″)==0 || strcmp(paket[i].kd,”pk03″)==0)
{
strcpy(paket[i].mt,”Paket promosi Diamond”);
paket[i].biaya1=170000;
}
else
{
cout<<”Maaf…!! Kode yg Anda Masukan Salah, Silahkan Input data Kembali !!”<
getch();
goto x;
}
switch (paket[i].kw)
{
case ‘a’: case ‘A’:
strcpy(paket[i].wk,”Pagi”);
paket[i].biaya2=75000;
break;
case ‘b’: case ‘B’:
strcpy(paket[i].wk,”Sore”);
paket[i].biaya2=100000;
break;
default:
cout<<”Kode Salah!!, Input data lagi!”<
getch();
goto y;
break;
}
paket[i].total=paket[i].biaya1+paket[i].biaya2;
}
clrscr();
cout<
cout<<”\t\t BUKTI PEMBAYARAN PROGRAM PROMOSI “<
cout<<”\t\t    BRIGHT C – STORE SPBU KAPUK”<
cout<<”=================================================”<
cout<<”Kasir  : “<
cout<<”Konsumen  : “<
cout<<”Rincian Paket Promosi”<
cout<<”—————————————————————————”<
cout<<”|No|  Paket   |  Waktu   |  Biaya1  |  Biaya2  |  Total  |”<
cout<<”—————————————————————————”<
for (i=1;i<=n;i++)
{
cout<
cout<
cout<
cout<
cout<
cout<
totbay=totbay+paket[i].total;
}
cout<<”—————————————————————————”<
cout<<”Total Bayar :”<
cout<<”\t\t\t ***TERIMA KASIH***”<
getch();
}
4. Structure Dengan  Fungsi
Elemen-elemn dari suatu structure dapat dikirimkan ke dalam suatu fungsi dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variable sederhana ke dalam suatu fungsi.
Berikut contoh sederhana pada program struktur dengan fungsi :
/* ————————————— */
/* Program Penggunaan structur pada fungsi */
/* ————————————— */
#include
#include
#include
char ket(float n );
main()
{
int i, j=1, k=1;
struct
{
char nim[10];
char nama[25];
float nilai;
}mhs[15];
clrscr();
for(i=0; i<2 i="" p="">
{
cout<<”DATA KE- “<
cout<<”Input NIM Mahasiswa  = “;cin>>mhs[i].nim;
cout<<”Input Nama Mahasiswa = “;cin>>mhs[i].nama;
cout<<”Input Nilai Akhir    = “;cin>>mhs[i].nilai;
cout<
}
clrscr();
for(i=0; i<2 i="" p="">
{
cout<<”DATA KE- “<
cout<<”NIM Mahasiswa           = “<
cout<<”NAMA Mahasiswa          = “<
cout<<”Nilai Akhir             = “<
cout<<”Keterangan Yang Didapat = “;
cout<
cout<
}
getch();
}
char ket(float n)
{
if (n > 65)
return ‘L’;
else
return ‘G’;
}
Pemrogramman C++
Class
Merupaka struktur data dari obyek (elemen dasar pemrograman berorientasi obyek/OOP). Class memiliki persamaan dengan structure.
Contoh :
#include
#include
#include
class buku
{
public:
char judul[35];
char pengarang[30];
int jumlah;
};
main()
{
clrscr();
buku novel;
strcpy(novel.judul,”Wisata Hati”);
strcpy(novel.pengarang,”Yusuf Mansyur”);
novel.jumlah=12;
cout<<novel.judul<;
cout<
cout<
getch();
}
STRUKTUR PERULANGAN FOR & WHILE
7.  PERULANGAN FOR
Stuktur : for ( inisialisasi; syarat perulangan; peubah nilai pecahan)
Keterangan :
Inisialisasi                           =  nilai awal untuk variable tertentu.
Syarat  Perulangan              = kontrol  terhadap perulangan untuk                          menentukan perulangan diteruskan atau berhenti.
Peubah Nilai                       = mengatur kenaikan atau penurunan nilai.
/*program for bilangan naik*/
#include
#include
#include “iostream.h”
main()
{
int x,y=0;
clrscr();
for(x= 1; x<= 5; ++x)
{
cout<
y=x+y;
}
cout<<”________ +”<
cout<
getch();
}
Tampilan :
/*program for bilangan turun*/
#include
#include
#include
main()
{
int x;
clrscr();
for(x= 5; x>=1;–x)
cout<<”Nilai “<
getch();
}
Tampilan :
/*program for bilangan genap*/
#include
#include
#include
main()
{
int a;
clrscr();
for (a=0; a<=10; a+=2)
printf(” %d “,a);
getch();
}
Tampilan :
/*program for bilangan ganjil*/
#include
#include
#include
main()
{
int a;
clrscr();
for (a=1; a<=10; a+=2)
printf(” %d “,a);
getch();
}
Tampilan :
/*Program Perulangan Warna*/
#include
#include
#include
main()
{
int a;
clrscr();
for (a=1; 17>a; a++)
{
gotoxy(a,a);textcolor(a);
cprintf(” \r \n Warna ke- %d “,a);
}
textcolor(4+BLINK);cprintf(“Borland C++”);
getch();
}
8.  PERULANGAN WHILE
Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu, Perulangan akan terus dilakukan selama syarat tersebut terpenuhi.
/*Program Perulangan while*/
#include
#include
#include
main()
{
int a=10;
clrscr();
while (a<=20)
{
cout<<”Cetak”<
a+=3;
}
getch();
}
Tampilan :
8.  PERULANGAN DO WHILE
Bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang.
/*Program Perulangan do while*/
#include
#include
#include
main()
{
int a=10;
clrscr();
do
{
cout<<”Cetak”<
a+=5;
}
while (a<=25);
getch();
}
Tampilan :
KONDISI PENYELEKSIAN IF
Pernyataan if mempunyai pengertian “Jika kondisi bernilai benar maka perintah akan dikerjakan, dan jika tidak memenuhi syarat akan diabaikan”. Untuk menyebutkan syarat biasanya digunakan operator logika dan relasi.
9.  IF TUNGGAL
Ketentuan Soal:
  1. Semua barang berharga =10000 (Konstanta)
  2. Total = harga*jumlah beli
  3. Jika Total Bayar >=50000 maka akan mendapat bonus Tiket Gratis nonton Ungu Selain itu tidak dapat
  4. Uang Kembali = Uang Bayar – Total Bayar.
Listing Program
#include
#include
#include
main()
{
char jwb,nb[20],bon[25];
const
hrg=5000;
float jb,ttl,uk,ub;
atas:
clrscr();
cout<<”Masukan Nama Barang : “;gets(nb);
cout<<”Masukan Jumlah Beli : “;cin>>jb;
cout<<”———————\n”;
ttl=hrg*jb;
printf(“Total Bayar                     : Rp.%2.2f \n”,ttl);
if (ttl>=50000)
strcpy(bon,”Tiket Nonton Konser UNGU band”);
else
strcpy(bon,”Tidak Dapat”);
cout<<”Bonus                   : “<
cout<<”===================\n”;
cout<<”Uang Bayar              : Rp.”;cin>>ub;
uk=ub-ttl;
printf(“Uang Kembali           : Rp.%2.2f\n”,uk);
cout<<”—————————-\n”;
cout<<”Mau Isi Data Lagi[Y/N]? : “;jwb=getche();
cout<
if (jwb==’y’ || jwb==’Y’)
goto atas;
else
cout<<”      Terima Kasih”<
getch();
}
10.  IF MAJEMUK
Ketentuan Soal:
  1. Masukan kode sebagai berikut:
KodeJenis KelasHarga Tiket
EEkonomi5000
BBisnis10000
XEksekutif25000
  1. Total Bayar = harga tiket*Jumlah Tiket
  2. Uang Kembali= Uang Bayar – Total Bayar
Listing Program
#include
#include
#include
main()
{
char np[20],jk[25],kd,jwb,input;
float hrg,jt,ttl,uk,ub;
atas:
clrscr();
cout<<”PT. TRANSPORTASI BUS MALAM”<
cout<<”————————–\n”;
cout<<”Masukan Nama Penumpang: “; gets(np);
input:
cout<<”Masukan Kode Bis [E/B/X]: “; cin>>kd;
cout<<”Masukan Jumlah Tiket: “;cin>>jt;
cout<<”—————————\n”;
if (kd==’E’ || kd==’e’ )
{
strcpy(jk,”Ekonomi”);
hrg=5000;
}
else
if (kd==’B’ || kd==’b’)
{
strcpy(jk,”Bisnis”);
hrg=10000;
}
else
if (kd==’X’ || kd==’x’)
{
strcpy(jk,”Exsekutif”);
hrg=25000;
}
else
{
cout<<”Kode Yang Anda Masukan Salah \n”;
goto input;
}
ttl=jt*hrg;
clrscr();
cout<<”                    PT. TRANSPORTASI BUS MALAM”<
cout<<”—————————-\n”;
cout<<”Nama Penumpang: “<
cout<<”Jenis Bis  : “<
cout<<”Harga Tiket   : Rp.”<
cout<<”Jumlah Tiket  : “<
cout<<”—————————-\n”;
printf(“Total Bayar                  : Rp.%2.2f \n”,ttl);
cout<<”============================\n”;
cout<<”Uang Bayar    : Rp.”;cin>>ub;
uk=ub-ttl;
printf(“Uang Kembali : Rp.%2.2f\n”,uk);
cout<<”————————\n \n”;
cout<<”Mau Isi Data Lagi[Y/N]? : “; jwb=getche();
cout<
if (jwb==’y’ || jwb==’Y’)
goto atas;
else
cout<<”\n\n     Terima Kasih”<
getch();
}
NB:
*strcpy  (stringcopy) = listing program yang berfungsi utuk memberikan nilai pada string.
Format:
Strcpy(var,”Pernyataan”) ;
contoh:
strcpy(nabar,”Buku”);
11.  IF TERSARANG
PENYELEKSIAN KONDISI IF TERSARANG
Merupakan penyelesian suatu kondisi if di dalam if. Dengan syntax :
If  kondisi 1{
Pernyataan1;
If  kondisi
{
Pernyataan;
Pernyataan;
}
Else if  kondisi
{
Pernyataan;
Pernyataan;
}
Else
{
Pernyataan;
Pernyataan;
}
}
Ketentuan Soal:
  1. Isilah Data sebagai berikut:
Kode PesawatNama PesawatKlsTujuanHarga
LALion Air1Jkt-Bdg200.000
2Jkt-Bali300.000
3Jkt-Smg250.000
GIGaruda Indonesia1Jkt-Bdg400.000
2Jkt-Bali500.000
3Jkt-Smg450.000
BABouraq Airlines1Jkt-Bdg300.000
2Jkt-Bali400.000
3Jkt-Smg350.000
  1. Total Pembayaran =  Jumlah Tiket * Harga Tiket
Contoh program:
Listing Program:
#include
#include
#include
#include
main()
{
clrscr();
char kp[3],kelas,np[20],tujuan[20];
float harga,jt,tobay;
cout<<”PESAWAT TERBANG \”QUICK AIR\””<
cout<
isi:
cout<<”Masukan Kode Pesawat [LA/GI/BA] : “;cin>>kp;
cout<<”Masukan Kelas        [1/2/3]    : “;cin>>kelas;
if (strcmp(kp,”LA”) == 0 || strcmp(kp,”la”) == 0 )
{
strcpy(np,”Lion Air”);
if (kelas==’1′)
{
strcpy(tujuan,”JKT-BANDUNG”);
harga=200000;
}
else if (kelas==’2′)
{
strcpy(tujuan,”JKT-BALI”);
harga=300000;
}
else
{
strcpy(tujuan,”JKT-SMG”);
harga=250000;
}
}
else if (strcmp(kp,”GI”) == 0 || strcmp (kp,”gi”) == 0 )
{
strcpy(np,”Garuda Indonesia”);
if (kelas==’1′)
{
strcpy(tujuan,”JKT-BANDUNG”);
harga=400000;
}
else if (kelas==’2′)
{
strcpy(tujuan,”JKT-BALI”);
harga=500000;
}
else
{
strcpy(tujuan,”JKT-SMG”);
harga=450000;
}
}
else if (strcmp(kp,”BA”) == 0 || strcmp(kp,”ba”) == 0 )
{
strcpy(np,”Bouroq Airlines”);
if (kelas==’1′)
{
strcpy(tujuan,”JKT-BANDUNG”);
harga=300000;
}
else if (kelas==’2′)
{
strcpy(tujuan,”JKT-BALI”);
harga=400000;
}
else
{
strcpy(tujuan,”JKT-SMG”);
harga=350000;
}
}
else
{
cout<<”Anda salah masukan kode, Silahkan isi kode secara  benar! \n”;
goto isi;
}
cout<<”Jumlah Tiket                    : “;cin>>jt;
cout<
tobay=jt*harga;
cout<<”                   “<
cout<<”Kode Pesawat         : “<
cout<<”Nama Pesawat         : “<
cout<<”Kelas yang dipilih   : “<
cout<<”Tujuan Pesawat       : “<
cout<<”Harga Tiket          : Rp. “<
cout<<”Jumlah Tiket         : “<
printf(“Total Pembayaran    : Rp. %2.2f\n\n”,tobay);
cout<<”                   “<
getch();
}
1. Penggunaan Public
Menyatakan bahwa deklarasi varibel yang ada di bawahnya dapat diakses di luarclass ( bersifat public/umum )
Contoh Penggunaan Public pada Class :
#include
#include
#include
class buku
{
public:
char judul[30];
char pengarang[30];
int jumlah;
};
main()
{
buku novel;
cout<<”Judul                :”;gets(novel.judul);
cout<<”Pengarang        :”;gets(novel.pengarang);
cout<<”jumlah              :”;cin>>novel.jumlah;
cout<
cout<<”Judul                :”<<novel.judul<;
cout<<”Pengarang        :”<
cout<<”jumlah              :”<
getch();
}
Gb. Hasil Program Penggunaan Public pada Class
1. Penggunaan Private
Digunakan untuk memproteksi anggota-anggota tertentu pada class, agar tidak dapat diakses di luar class secara langsung
Contoh Penggunaan private pada class
#include
#include
#include
#include
class barang
{
private:
char kobar[30];
char nabar[30];
int jumlah;
public:
rincian(char*Kobar, char*Nabar, int Jumlah)
{
strcpy(kobar,Kobar);
strcpy(nabar,Nabar);
Jumlah=jumlah;
}
info()
{
cout<<”\nData Barang”<
cout<<”Kode Barang     = “<
cout<<”Nama Barang     = “<
cout<<”Jumlah Barang   = “<
}
};
main()
{
barang databarang;
char a[30], b[20];
int c;
cout<<”Data Barang”<
cout<<”Kode Barang     = “;gets(a);
cout<<”Nama Barang     = “;gets(b);
cout<<”Jumlah Barang   = “;cin>>c;
databarang.rincian(a,b,c);
databarang.info();
getch();
}
Hasil penggunaan private pada class

0 comments:

Post a Comment

Followers

  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP