Wednesday, May 7, 2014

Array 1 Dimensi


Array 1 dimensi adalah sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan diakses hanya melalui 1 indekx atau subskrip.
Array dalam bahasa Indonesia adalah indeks, maka variabel array adalah variabel yang mempunyai indeks. Sehingga penulisannya adalah var(indeks). Array sangat penting di dalam pemrograman, karena array mampu menampung banyak data yang bertipe sama. Sebagai contoh variabel array x menampung nilai-nilai bilangan bulat {3, 6, 8, 7, 5, 1} berarti indeks untuk variabel x ini adalah 1 sampai dengan 6, dan ditulis sebagai x(1), x(2), x(3), x(4), x(5) dan x(6).
Array dapat diibaratkan sebagai kereta api dalam komputer, yang di dalamnya tedapat gerbong-gerbong memory yang berisi data-data yang mempunyai tipe dan perlakuan yang sama. Untuk mengambil atau menampilkan nilai array dapat dianalogikan dengan mencari kursi dalam gerbong kereta api, maka pada karcis perlu dituliskan nomor gerbong, Array juga demikian, untuk menampilkan nilai array tinggal menyebutkan indeks-nya. Misalkan untuk menampilkan nilai variabel x yang ke 5 dituliskan dengan x(5).
Untuk dapat membuat variabel array maka terlebih dahulu harus didefinisikan nama variabel array dan berapa jumlah maksimalnya dengan cara:

Dim nama_variabel(jumlah_array) as Tipe_Data 
Bentuk Umum pendeklarasian array :


Contoh :

int nil[5];

Nilai suatu variabel array dapat juga diinisialisasi secara langsung pada saat
deklarasi, misalnya:

int nil[5] = { 1,3,6,12,24 };

Maka di penyimpanan ke dalam array dapat digambarkan sebagai berikut:



Mengakses nilai array
Untuk mengakses nilai yang terdapat dalam array, mempergunakan sintak:

nama_array[index];

Pada contoh di atas, variabel nil memiliki 5 buah elemen yang masing-masing
berisi data. Pengaksesan tiap-tiap elemen data adalah:



Misal, untuk memberikan nilai 75 pada elemen ke 3, maka pernyataannya
adalah:

nil[2] = 75;


atau jika akan memberikan nilai array kepada sebuah variabel a, dapat ditulis:

a = nil[2];


Contoh Penerapan:

Misalkan kita memiliki sekumpulan data ujian seorang siswa, ujian
pertama bernilai 90, kemudian 95,78,85. Sekarang kita ingin menyusunnya
sebagai suatu data kumpulan ujian seorang siswa. Dalam array kita
menyusunnya sebagai berikut:

ujian[0] = 90;
ujian[1] = 95;
ujian[2] = 78;
ujian[3] = 85;

Empat pernyataan diatas memberikan nilai kepada array ujian. Tetapi
sebelum kita memberikan nilai kepada array, kita harus mendeklarasikannya
terlebih dahulu, yaitu :

int ujian[4];

Perhatikan bahwa nilai 4 yang berada didalam tanda kurung menujukkan
jumlah elemen larik, bukan menunjukkan elemen larik yang ke-4. Jadi elemen
larik ujian dimulai dari angka 0 sampai 3. Pemrogram juga dapat
menginisialisasi larik sekaligus mendeklarasikannya, sebagai contoh :

int ujian[4] = {90,95,78,85};


contoh progaram 1


#include
#include
void main()
{
//inisialisasi array
// int ujian[5]= {90,95,78,85};
int ujian[5];
//input data ke array
for (int k=0;k<5 br="" k="">{
cout<<"masukkan data nilai ujian["<cin>>ujian[k];
}
//tampil data array
for (int j=0;j<5 br="" j="">{
cout<<"data nilai ujian["<}
getch();
}



contoh program 2:



#include
#include
void main()
{
float data[5];
float rata, total = 0;
//input data ke array
for (int k=0;k<5 br="" k="">{
cout<<"masukkan data["<cin>>data[k];
}
//menghitung total nilai pada array
for (int j=0;j<5 br="" j="">{
total = total + data[j];
}
//menghitung rata - rata
rata = total / 5;
cout<<"rata - rata data pada array = "<getch();
}



contoh program 3:


#include
#include
void main()
{
int data[10] = {4, 1, 0, -9, 8, 5, -1, 2, 3, -7};
int elemen, ketemu, x;
cout << "Data yang dicari : ";
cin >> x;
ketemu = 0;
for(elemen=0; elemen<= 9; elemen++)
{
if (data[elemen] == x)
{
ketemu = !ketemu;
break;
}
}
if (ketemu == 0)
cout << "Data tidak ditemukan ";
else
cout << "Data ada di elemen : " << elemen;
getch();
}



0 comments:

Post a Comment

Followers

  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP