Wednesday, May 15, 2013

Cara Mengetahui Sistem Operasi Anda 32-bit atau 64-bit


Ilmu Komputer – Pernahkah anda bertanya pada saat anda berada ditoko software ketika hendak membeli software komputer, game dsb dimana terdapat keterangan tentang dukungan sistem operasi 64-bit ataupun 32-bit. Manakah yang anda beli?
Untuk mengetahui perbedaan antara sistem 32-bit dan 64-bit dapat membaca artikel  sebelumnya mengenai Perbedaan Sistem Operasi dan Hardware 32 bit & 64 bit.
Pada tulisan kali ini akan membahas bagaimana cara mengetahui apakah sistem operasi yang kita gunakan adalah 32-bit atau 64-bit. Mengetahui informasi 32-bit atau 64-bit sangatlah penting karena pada umumnya software yang dibangun pada platform 64-bit tidak akan dapat dijalankan pada sistem 32-bit.

Cara Mengetahui Sistem Operasi Anda 32-bit atau 64-bit

Untuk mengetahui sistem operasi yang anda gunakan salah satunya adalah menggunakan sebuah aplikasi portable bernama 64 bit checker yang dapat anda download pada situsnya di http://www.igorware.com/64bit-checker
Cara-Melihat-Sistem-Operasi-Anda-32-bit-atau-64-bit
Selain berfungsi untuk memeriksa informasi 32-bit dan 64-bit juga dapat mendeteksi kompatibilitas processor terhadap sistem operasi yang ingin anda instalkan. 64-bit checker juga dapat menyimpan informasi yang ditampilkan kedalam bentuk teks atau format html.

Perbedaan Sistem Operasi dan Hardware 32 bit dengan 64 bit

Sebagai pengguna komputer tentunya anda pernah mendengar dengan istilah ’32 bit’ atau ’64 bit’. Umumnya dijumpai pada sistem operasi Windows ataupun pada aplikasi-aplikasi seperti 3Ds Max, AutoCAD dsb. Apakah yang dimaksud dengan 32 atau 64 bit?
Sesungguhnya angka 32bit dan 64bit berkaitan dengan infrastruktur didalam processor yang mengacu kepada besaran unit penyimpanan data terkecil yang menjadi standar kapasitas masing-masing processor. Pada processor 32 bit mempunyai kemampuan untuk meregister data terkecil didalamnya, berukuran 32-bit, sama halnya dengan processor 64-bit yang mempunyai kemampuan untuk meregister data terkecil dengan ukuran 64-bit.
per beda an -32-bit-dan-64-bitSehingga dapat disimpulkan, processor dengan kemampuan 64-bit dapat menjalankan proses membaca dan menulis data dari memori memiliki 2x kecepatan dari 32-bit. Meskipun hal ini tidak dapat dijadikan acuan dasar untuk mengukur kecepatan sebuah processor. Karena pada kenyataannya, processor juga melakukan proses kerja lain selain daripada proses membaca dan menulis data, seperti vector-processing, matematis logic dan lain-lain.
Cara kerja pada processor 32-bit dengan 64-bit yang dijelaskan secara matematis sederhana
C=A+B. Maka register pada ‘EAX’ akan melakukan load pada memori A .Kemudian setelah itu ‘EAX’ akan ditambahkan dengan value dari B. Selanjutkan ‘EAX’ tersebut akan deregister sebagai variable C pada memori. Sehingga dalam hal registrasi data, dapat dikatakan 64-bit mempunyai kemampuan yang lebih akurat, karena semakin banyak dan panjang data register, maka akan semakin panjang pula nilai angka yang dirumuskan secara akurat. Sebagai contoh, pada processor 32-bit meregister bilangan resolusi real 0.002. Makan pada sistem 64-bit akan menulisnya sebagai 0.0002. Hasil tersebut jauh lebih presisi dan akurat.

Pengaruh 32-bit dengan 64-bit  terhadap kapasitas Maksimal Memori RAM

Pada arsitektur processor 32-bit, ukuran terbesar (maksimal) Memori RAM yang dapat digunakan adalah 4GB. Hal ini mengacu kepada register data maksimum yang dapat diterima oleh processor 32-bit adalah dimulai dari 0 hingga 4.294.967.295. Sedangkan pada arsitektur 64-bit sanggup menghitung register data hingga 16GB atau  18.446.744.073.709.551.615.
Jumlah value diatas mengacu kepada ‘data set’ atau seperangkat data yang di-load kedalam memori untuk kemudian ditulis kembali ke-harddisk. Pada 32-bit, hanya dapat menulis dataset sebesar 4GB atau 2^32. Bahkan dengan konsumsi yang terpakai oleh Sistem operasi  sendiri dan database ybs, pada umumnya dataset nya hanya sebesar 1-2GB saja yang berarti pada sebuah database berukuran misalkan 20GB, harus diproses hingga 10 – 20 x. Sedangkan pada sistem 64-bit tidak terbatas pada kapasitas tersebut serta dapat melakukan load sebesar kapasitas memori yang tersedia sehingga dalam besaran database 20GB dapat diload secara keseluruhan dengan hanya 1x proses. (selama kapasitas memori mencukupi).

Kemampuan Software 32-bit Yang DIjalakan pada 64-bit

Pada saat seseorang sedang membeli software, seringkali muncul pertanyaan; manakah yang saya pilih, 32-bit atau 64-bit? Sesungguhnya apabila sistem operasi dan hardware anda 32-bit dengan menggunakan software yang juga 32-bit, hal tersebut dapat dijalankan dengan tanpa masalah. Bila sistem operasi dan hardware anda adalah 64-bit, dengan menggunakan software yang 32-bit, maka kapasitas arsitektur yang dapat terbaca / digunakan hanya sebesar 32-bit saja. Selebihnya akan dianggap tak ada (miss). Sehingga akan lebih menguntungkan apabila anda menggunakan software 64-bit yang juga dijalakan pada sistem operasi/hardware 64-bit juga. Sedangkan software 64-bit tidak dapat dijalankan pada hardware 32-bit disebabkan oleh kebutuhan register data yang melebar hingga 64-bit tidak dapat dicapai oleh 32-bit.

Kumpulan Shortcut “F” Pada Windows

Shortcut adalah jalan pintas, atau tombol pintas yang ditekan baik secara tunggal maupun beberapa tombol untuk mengakses fungsi-fungsi tertentu. Didalam sistem operasi Windows, terdapat ratusan kombinasi  shortcut yang telah diprogram secara default. Tulisan mengenai daftar lengkap shortcut pada Windows akan segera ditulis pada tulisan terpisah.
Pada tulisan kali ini akan dibahas daftar shortcut (tombol pintas) yang tersedia melalui satu set “Function Key” atau yang lebih dikenal pengguna sebagai F1 hingga F12 pada keyboard. Fungsi-fungsi tersebut mungkin memiliki kegunaan yang penting, umum digunakan, jarang digunakan, hingga tak pernah digunakan sama sekali. Namun, sebagai fungsi standar yang diprogram secara default tentunya masing-masing tetap mempunyai kegunaan tersendiri. :-)
Catatan: Beberapa fungsi dibawah ini mungkin beberapanya tidak berfungsi pada semua program. Karena pada setiap program memiliki shortcut sendiri yang mungkin berbeda satu sama lainnya. Namun daftar shortcut dibawah ini adalah yang umum berfungsi.

F1

F1 = Umumnya berfungsi sebagai tombol ‘bantuan’ (help).
Logo Windows + F1 = Untuk membuka layanan “Microsoft Windows Help” & “support center”
Shift + F1 =Untuk Membuka jendela format dokumen (Pada Microsoft Word)
ALT + F1 = Pergi ke halaman berikutnya
ALT + Shift + F1 = Pergi ke halaman sebelumnya
CTRL + ALT + F1 = Tampilan Info Sistem Microsoft (tidak bekerja pada Windows Vista)
CTRL + Shift + F1 = Mengubah font (tidak bekerja pada Windows Vista)

F2

F2 = Untuk me-rename file
CTRL + F2 = Untuk membuka jendela print preview (pada Microsoft Word)
ALT + Shift + F2 = Untuk membuka jendela save as (pada Microsoft Word)
CTRL + ALT + F2 = Untuk membuka jendela open file (pada Microsoft Word)
Shift + F2 = Untuk melakukan fungsi salin teks

F3

F3 = Untuk membuka fitur ‘Windows Search” atau pencarian.
Shift + F3 = Untuk merubah teks menjadi Capital besar, capital kecil.
CTRL + F3 = Sama seperti fungsi ‘Delete” (pada Microsoft Word)
ALT + F3 = Membuka menu “Create New Building Block”

F4

F4 = Membuka jendela pencarian pada address bar di Windows Explorer
Shift + F4 = Untuk lanjut ke halaman berikutnya (pada Microsoft Word)
CTRL + F4 = Untuk Menutup file yang sedang dibuka
Alt + F4 = Untuk menutup program yang sedang dibuka (juga dapat digunakan untuk melakukan shutdown pada komputer)

F5

F5 = Untuk me-refresh halaman pada browser internet
Shift + F5 = Kebalikan dari fungsi Shift+F4 diatas
CTRL + F5 = Untuk me-refresh halaman pada browser internet (namun tidak me-reset cache-nya)
ALT + F5 = Untuk me-minimize tampilan jendela dari Microsoft Word

F6

F6 = Untuk memindahkan kursor pada address bar pada browser internet.
Shift + F6 = Untuk pindah ke mode kursor mouse dari mode pengetikan (pada Microsoft Word)
CTRL + F6 = Untuk berpindah ke layar dokumen lainnya yang sedang dibuka pada saat bersamaan diprogram yang sama
CTRL + Shift + F6 = Berfungsi sama dengan CTRL+F6

F7

F7 = Untuk memeriksa spelling / tata bahasa (pada Microsoft Word), serta mengaktifkan fitur seleksi teks dengan keyboard pada Browser
Shift + F7 = Untuk membuka fitur Thesaurus (pada Microsoft Word)
Ctrl+Alt+F7 = Untuk membuka fitur Penerjeman (pada Microsoft Word)
ALT + F7 = Untuk memeriksa ejaan / grammar pada suatu kata

F8

F8 = Umumnya digunakan untuk masuk ke safemode pada saat melakukan booting pada komputer. Pada Microsoft Word digunakan untuk melakukan seleksi pada semua tulisan.
CTRL + F8 = spesifik Program. Dalam Microsoft Project itu mengubah ukuran jendela proyek.
Alt + F8 = Untuk membuka fitur Macros (pada Microsoft Word)

F9

Shift + F9 = Beralih di antara kode halaman dan itu hasil
CTRL + F9 = Untuk memasukkan kurung kurawal pada Microsoft Word

F10

Shift + F10 = Untuk menampilkan jendela spelling / grammar check
CTRL + F10 = Untuk me-minimize / maximize layar pada windows
ALT + F10 = Memiliki fungsi yang sama dengan CTRL+F10

F11

F11 = Untuk masuk ke mode full screen (layar penuh) pada halaman browser
CTRL + F11 = Berfungsi sebagai kunci pada bidang.
CTRL + Shift + F11 = Berfungsi sebagai kebalikan dari CTRL+F11
ALT + F11 = Untuk membuka Microsoft Visual Basic dari Microsoft Word
ALT + SHIFT + F11 = Microsoft Visual Studio Tampilan Kode

F12

Shift + F12 = Untuk membuka menu ‘Save As’ (pada Microsoft Windows)
CTRL + F12 = Untuk membuka menu ‘Open’ (pada Microsoft Windows)
CTRL + Shift + F12 = Untuk membuka menu print


berbagai sumber ....

‘Copy To’ & ‘Move To’ Pada Menu Klik Kanan

Cara Menambahkan ‘Copy To’ & ‘Move To’ Pada Menu Klik Kanan
Cara Menambahkan 'Copy To' & 'Move To' Pada Menu Klik Kanan
Ilmu Komputer – Jika anda sering men-copy, memindahkan atau menghapus file dikomputer anda, dengan menambahkan fitur ‘Copy To’ atau ‘Move To’ pada menu di Windows Explorer tentunya akan sangat menghemat waktu anda. Trik ini berfungsi untuk menambah opsi tambahan berupa ‘Copy To’ dan ‘Move To’ pada menu klik kanan seperti yang tampak pada gambar disamping.

Cara Menambahkan ‘Copy To’ & ‘Move To’ Pada Menu Klik Kanan

Pastikan agar anda melakukan back-up terlebih dahulu registry komputer anda. Anda dapat membaca tulisan sebelumnya tentang Cara Melalukan Back Up dan Restore Registry Windows.
Setelah itu kita mulai dengan menambahkan menu ‘Copy To’ terlebih dahulu:
  1. Klik Start Menu > Run. Ketikkan Regedit lalu tekan Enter
  2. Setelah jendela registry editor terbuka, browse key berikut: HKEY_CLASSES_ROOT/AllFilesystemObjects/Shellex/ContextMenuHandlers. (Bila anda kesulitan menemukan AllFilesystemObjects diatas, klik Edit > Find lalu ketikkan AllFilesystemObjects dan tekan Next maka anda akan segera menemukannya)
  3. Setelah menemukan lokasi Key diatas, klik kanan pada jendela kosong disebelah kanan > pilih New > Key. Lalu Paste-kan kode berikut: {C2FBB630-2971-11D1-A18C-00C04FD75D13}Cara-Menambahkan-'Copy-To' ke Windows Explorer
  4. Setelah itu akan tercipta folder kosong bernama {C2FBB630-2971-11D1-A18C-00C04FD75D13} dibawah ContextMenuHandlers. (lihat gambar no.1 dibawah). Anda dapat me-rename nya menjadi Copy To melalui klik kanan > rename
    Cara-Menambahkan-'Copy-To' 2- ke Windows Explorer
  5. Kemudian klik kanan pada tulisan Default yang terdapat disebelah kanan (gambar no.2) dan isikan nilai yang sama seperti sebelumnya yaitu: {C2FBB630-2971-11D1-A18C-00C04FD75D13}. Lalu tekan Ok.

Cara Menambahkan ‘Move To’ Pada Menu Klik Kanan

  1. Caranya hampir sama seperti menambahkan ‘Copy To’ pada langkah no1 & 2 diatas. Pada langkah no3 & 5, kode yang di-paste-kan adalah {C2FBB631-2971-11D1-A18C-00C04FD75D13}.
  2. Pada langkah no4, anda dapat merename folder ini menjadi Move To
Setelah selesai, tutup jendela registry dan refresh komputer anda. Bila berhasil akan terdapat opsi pilihan Copy to dan Move to pada menu klik kanan.
Tutorial pada tulisan ini diujikan pada Windows XP. Bila anda merasa malas untuk mengikuti langkah-langkah diatas, dapat mendownload key registry yang telah disiapkan melalui link berikut: Copy-To-Move-To.
Klik 2x pada masing-masing registry tersebut lalu klik Ok untuk menambahkan string / fungsi tersebut secara otomatis pada registry.


sumber:

Monday, May 13, 2013

BIOS

BIOS, singkatan dari Basic Input Output System, dalam sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesor Intel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:
   1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
   2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
   3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
   4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.
Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut "IBMBIO.COM" (IBM PC-DOS) atau "IO.SYS" (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.
Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai "kehidupan" dalam tulisan Yunani (Βίος).
Komponen BIOS
Dalam BIOS, terdapat beberapa komponen dasar, yakni sebagai berikut:
Contoh dari CMOS Setup (Phoenix BIOS)
    * Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer, dll) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.
    * Driver untuk perangkat-perangkat keras dasar, seperti video adapter, perangkat input, prosesor, dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi dasar 16-bit (dalam hal ini adalah keluarga DOS).
    * Program bootstraper utama yang memungkinkan komputer dapat melakukan proses booting ke dalam sistem operasi yang terpasang.
ROM dan NVRAM
BIOS juga sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada awalnya BIOS disimpan dalam chip memori hanya baca (ROM) dalam motherboard. Mengapa disimpan di dalam ROM, adalah agar BIOS dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyipanan terlebih dahulu (yang memakan waktu lama). BIOS dalam komputer PC modern disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Karena itulah, sekarang sebutan Flash BIOS lebih populer dibandingkan dengan ROM BIOS. Berikut ini adalah beberapa chip ROM yang digunakan sebagai tempat penyimpanan BIOS.
Tipe ROM
Cara penulisan
Dapat dihapus
Jenis BIOS
Tidak
ROM BIOS
PROM Writer
Tidak
ROM BIOS
EPROM/PROM Writer
Ya, dengan menggunakan EPROM Rewriter atau menyinarinya dengan sinar ultraviolet tepat pada lubang kuarsa bening.
ROM BIOS
EEPROM/EPROM/PROM Writer
Ya, dengan menggunakan EEPROM Rewriter, atau secara langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak EEPROM Programmer.
ROM BIOS
EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM
Ya, dengan menggunakan EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak Flash BIOS Programmer.
Flash BIOS
Tampilan yang dikeluarkan oleh BIOS saat NVRAM mengalami kerusakan atau saat baterai litium CR-2032 habis dayanya atau dicabut dari slotnya
Meskipun BIOS disimpan dalam memori hanya baca, konfigurasi BIOS tidak disimpan dalam ROM, (hal ini disebabkan oleh sifat ROM yang statis) melainkan sebuah chip terpisah yang disebut sebagai Real-time clock (RTC), yang berupa sebuah Non-Volatile Random Access Memory (NVRAM). NVRAM juga sering disebut sebagai Complimentary Metal-Oxide Random Access Memory (CMOS RAM), karena menggunakan metode pembuatan CMOS. Karena menggunakan metode pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang sangat kecil agar dapat bekerja. Meskipun disebut non-volatile, NVRAM sebenarnya merupakan sebuah chip yang volatile, sehingga data yang tersimpan di dalamnya dapat terhapus dengan mudah jika daya listrik yang menghidupinya terputus. Oleh karena itu, NVRAM "dihidupi" oleh sebuah baterai (mirip baterai kalkulator atau jam) dengan bahan Litium dengan seri CR-2032. Sebuah baterai Litium CR-2032 dapat menghidupi NVRAM selama tiga hingga lima tahun. Jika daya dalam baterai habis, atau daya yang disuplainya terputus (akibat dicabut dari slotnya), maka semua konfigurasi akan dikembalikan ke kondisi standar, sesuai ketika BIOS tersebut diprogram oleh pabrikan. BIOS umumnya memberikan laporan CMOS Checksum Error atau NVRAM Checksum Error.
=BIOS, singkatan dari Basic Input Output System, dalam sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesor Intel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:
  1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
  2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
  3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses
     booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
  4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.
Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut "IBMBIO.COM" (IBM PC-DOS) atau "IO.SYS" (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.
Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai "kehidupan" dalam tulisan Yunani (Βίος).
Komponen BIOS
Dalam BIOS, terdapat beberapa komponen dasar, yakni sebagai berikut: Contoh dari CMOS Setup (Phoenix BIOS)
   * Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya
     listrik, kinerja komputer, dll) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan perangkat keras yang
     cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.
   * Driver untuk perangkat-perangkat keras dasar, seperti video adapter, perangkat input, prosesor, dan beberapa perangkat
     lainnya untuk sistem operasi dasar 16-bit (dalam hal ini adalah keluarga DOS).
·        Program bootstraper utama yang memungkinkan komputer dapat melakukan proses booting ke dalam sistem operasi yang terpasang.
ROM dan NVRAM
BIOS juga sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada awalnya BIOS disimpan dalam chip memori hanya baca (ROM) dalam motherboard. Mengapa disimpan di dalam ROM, adalah agar BIOS dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyipanan terlebih dahulu (yang memakan waktu lama). BIOS dalam komputer PC modern disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Karena itulah, sekarang sebutan Flash BIOS lebih populer dibandingkan dengan ROM BIOS. Berikut ini adalah beberapa chip ROM yang digunakan sebagai tempat penyimpanan BIOS. Tipe ROM Cara penulisan Dapat dihapus Jenis BIOS Mask ROM Photolithography Tidak ROM BIOS Programmable ROM (PROM) PROM Writer Tidak ROM BIOS Erasable PROM EPROM/PROM Writer Ya, dengan menggunakan EPROM Rewriter atau menyinarinya dengan sinar ultraviolet tepat pada lubang kuarsa bening. ROM BIOS Electricly EPROM EEPROM/EPROM/PROM Writer Ya, dengan menggunakan EEPROM Rewriter, atau secara langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak EEPROM Programmer. ROM BIOS Flash ROM EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM Ya, dengan menggunakan EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak Flash BIOS Programmer. Flash BIOS Tampilan yang dikeluarkan oleh BIOS saat NVRAM mengalami kerusakan atau saat baterai litium CR-2032 habis dayanya atau dicabut dari slotnya
Meskipun BIOS disimpan dalam memori hanya baca, konfigurasi BIOS tidak disimpan dalam ROM, (hal ini disebabkan oleh sifat ROM yang statis) melainkan sebuah chip terpisah yang disebut sebagai Real-time clock (RTC), yang berupa sebuah Non-Volatile Random Access Memory (NVRAM). NVRAM juga sering disebut sebagai Complimentary Metal-Oxide Random Access Memory (CMOS RAM), karena menggunakan metode pembuatan CMOS. Karena menggunakan metode pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang sangat kecil agar dapat bekerja. Meskipun disebut non-volatile, NVRAM sebenarnya merupakan sebuah chip yang volatile, sehingga data yang tersimpan di dalamnya dapat terhapus dengan mudah jika daya listrik yang menghidupinya terputus. Oleh karena itu, NVRAM "dihidupi" oleh sebuah baterai (mirip baterai kalkulator atau jam) dengan bahan Litium dengan seri CR-2032. Sebuah baterai Litium CR-2032 dapat menghidupi NVRAM selama tiga hingga lima tahun. Jika daya dalam baterai habis, atau daya yang disuplainya terputus (akibat dicabut dari slotnya), maka semua konfigurasi akan dikembalikan ke kondisi standar, sesuai ketika BIOS tersebut diprogram oleh pabrikan. BIOS umumnya memberikan laporan CMOS Checksum Error atau NVRAM Checksum Error.
[sunting] Update BIOS
BIOS kadang-kadang juga disebut sebagai firmware karena merupakan sebuah perangkat lunak yang disimpan dalam media penyimpanan yang bersifat hanya-baca. Hal ini benar adanya, karena memang sebelum tahun 1995, BIOS selalu disimpan dalam media penyimpanan yang tidak dapat diubah. Seiring dengan semakin kompleksnya sebuah sistem komputer , maka BIOS pun kemudian disimpan dalam EEPROM atau Flash memory yang dapat diubah oleh pengguna, sehingga dapat di-upgrade (untuk mendukung prosesor yang baru muncul, adanya bug yang mengganggu kinerja atau alasan lainnya). Meskipun demikian, proses update BIOS yang tidak benar (akibat dieksekusi secara tidak benar atau ada hal yang mengganggu saat proses upgrade dilaksanakan) dapat mengakibatkan motherboard mati mendadak, sehingga komputer pun tidak dapat digunakan karena perangkat yang mampu melakukan proses booting (BIOS) sudah tidak ada atau mengalami kerusakan.
Oleh karena itu, untuk menghindari kerusakan (korupsi) terhadap BIOS, beberapa motherboard memiliki BIOS cadangan . Selain itu, kebanyakan BIOS juga memiliki sebuah region dalam EEPROM/Flash memory yang tidak dapat di-upgrade, yang disebut sebagai "Boot Block". Boot block selalu dieksekusi pertama kali pada saat komputer dinyalakan. Kode ini dapat melakukan verifikasi terhadap BIOS, bahwa kode BIOS keseluruhan masih berada dalam keadaan baik-baik saja (dengan menggunakan metode pengecekan kesalahan seperti checksum, CRC, hash dan lainnya) sebelum mengeksekusi BIOS. Jika boot block mendeteksi bahwa BIOS ternyata rusak, maka boot block akan meminta pengguna untuk melakukan pemrograman BIOS kembali dengan menggunakan floppy disk yang berisi program flash memory programmer dan image BIOS yang sama atau lebih baik. Pembuat motherboard sering merilis update BIOS untuk menambah kemampuan produk mereka atau menghilangkan beberapa bug yang mengganggu.
Masa depan BIOS
BIOS telah lama digunakan dalam industri PC, yakni semenjak IBM PC dirilis pada tanggal 21 Agustus 1981. Karena BIOS masih berjalan pada modus real (real-mode) yang lambat, maka para desainer PC bersepakat untuk mengganti BIOS dengan yang lebih baik dari BIOS yaitu EFI (Extensible Firmware Interface) yang diturunkan dari arsitektur IA-64 (Itanium).

Materi lain
BIOS, singkatan dari Basic Input Output System, dalam sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesor Intel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:
1.  Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut      dengan Power On Self Test, POST)
2.  Memuat dan menjalankan sistem operasi
3.  Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
4.  Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.
Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut "IBMBIO.COM" (IBM PC-DOS) atau "IO.SYS" (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.
Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai "kehidupan" dalam tulisan Yunani (Βίος).
Komponen BIOS. Dalam BIOS, terdapat beberapa komponen dasar, yakni sebagai berikut:

Contoh dari CMOS Setup (Phoenix BIOS)
Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer, dll) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.
Driver untuk perangkat-perangkat keras dasar, seperti video adapter, perangkat input, prosesor, dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi dasar 16-bit (dalam hal ini adalah keluarga DOS).
Program bootstraper utama yang memungkinkan komputer dapat melakukan proses booting ke dalam sistem operasi yang terpasang.
ROM dan NVRAM
BIOS juga sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada awalnya BIOS disimpan dalam chip memori hanya baca (ROM) dalam motherboard. Mengapa disimpan di dalam ROM, adalah agar BIOS dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyipanan terlebih dahulu (yang memakan waktu lama). BIOS dalam komputer PC modern disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Karena itulah, sekarang sebutan Flash BIOS lebih populer dibandingkan dengan ROM BIOS. Berikut ini adalah beberapa chip ROM yang digunakan sebagai tempat penyimpanan BIOS.
Meskipun BIOS disimpan dalam memori hanya baca, konfigurasi BIOS tidak disimpan dalam ROM, (hal ini disebabkan oleh sifat ROM yang statis) melainkan sebuah chip terpisah yang disebut sebagai Real-time clock (RTC), yang berupa sebuah Non-Volatile Random Access Memory (NVRAM). NVRAM juga sering disebut sebagai Complimentary Metal-Oxide Random Access Memory (CMOS RAM), karena menggunakan metode pembuatan CMOS. Karena menggunakan metode pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang sangat kecil agar dapat bekerja. Meskipun disebut non-volatile, NVRAM sebenarnya merupakan sebuah chip yang volatile, sehingga data yang tersimpan di dalamnya dapat terhapus dengan mudah jika daya listrik yang menghidupinya terputus. Oleh karena itu, NVRAM "dihidupi" oleh sebuah baterai (mirip baterai kalkulator atau jam) dengan bahan Litium dengan seri CR-2032. Sebuah baterai Litium CR-2032 dapat menghidupi NVRAM selama tiga hingga lima tahun. Jika daya dalam baterai habis, atau daya yang disuplainya terputus (akibat dicabut dari slotnya), maka semua konfigurasi akan dikembalikan ke kondisi standar, sesuai ketika BIOS tersebut diprogram oleh pabrikan. BIOS umumnya memberikan laporan CMOS Checksum Error atau NVRAM Checksum Error.
Pembuat BIOS
Saat ini, ada beberapa perusahaan penyedia BIOS, yakni sebagai berikut:
Award Software, yang meluncurkan Award BIOS, Award Modular BIOS, dan Award Medallion BIOS
.
Phoenix Technologies, yang meluncurkan Phoenix BIOS, dan setelah melakukan merjer dengan Award Software, meluncurkan Phoenix-Award BIOS.
American Megatrends Incorporated (AMI) yang merilis AMI BIOS, dan AMI WinBIOS.

Microids Research
Para OEM (Original Equipment Manufacturer), seperti Hewlett-Packard/Compaq, IBM/Lenovo, Dell Computer, dan OEM-OEM lainnya.
BIOS, kepanjangan dari Basic Input Output system. BIOS merupakan bagian dari kode perusahaan komputer yang akan dijalankan waktu pertama kali PC menyala, atau yang disebut dengan boot loader. Fungsi primer dari BIOS adalah untuk mengidentifikasi dan menginisialisasi komponen hardware sistem computer, seperti kartu grafis, harddisk, dan floppy disk, juga beberapa hardware lainnya. 
BIOS berguna untuk menyiapkan mesin computer ke dalam status kapabilitas computer yang normal, sehingga software lain yang disimpan di berbagai media, dapat ditampilkan, dijalankan dan dapat dikontrol oleh PC. Proses ini dinamakan booting atau booting up, atau yang sering dikenal dengan nama bootstrapping. 
Khusus untuk BIOS di PC yang sekelas IBM, maka BIOS dapat dikatakan sebuah kode program yang ada di chip yang akan mendeteksi dan mengontrol berbagai alat yang ada di PC x86. Selain itu, BIOS juga akan menyediakan kontrol untuk beberapa peripheral computer, seperti keyboard, fungsi display 800x600 piksel dan sebagainya. Sementara untuk Windows ME atau Windows 2000 atau di atasnya, fungsi display monitor akan dikontrol langsung oleh tabel terpisah dan menjadi pengganti fungsi monitor, lebih cepat dan lebih bisa diandalkan. Berbgai fungsi BIOS disimpan di ROM yang ada di kontrol Windows versi awal, dan kemudian sekarang BIOS hadir dengan Cmd.exe ataupun booting mesin ke verssi DOS.
istilah - istilah
Advanced BIOS. Suatu jenis BIOS khusus yang ditujukan untuk komputer IBM PS/2 yang memungkinkan pengguna untuk menjalankan komputer di mode multitasking dan menyediakan suatu lokasi tertentu di memori untuk program tertentu saja.
 AMI BIOS Sebuah PC BIOS produksi American Megatrends, Inc. AMI BIOS telah banyak digunakan pada PC desktop.
Kesalahan yang sering terjadi berdasarkan bunyi BIOS
Pesan kesalahan BIOS maupun Bunyi kesalahan BIOS biasanya tidak semua Motherboard menandakan kesalahan yang sama tergantung dari jenis BIOS nya.
[AMI BIOS]
Beep 1x :RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 6x : Kesalahan Gate A20 – Menunjukan Keyboard yang rusak atau IC Gate A20-nya sendiri, Beep 8x :
Grapihic Card / VGA Card tidak terpasang dengan baik atau Rusak, Beep 11x :
Checksum Error, periksa Batre Bios, dan ganti dengan yang baru.
[AWARD BIOS]
Beep 1x Panjang :RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 1x Panjang 2x Pendek : Kerusakan Pada Graphic Card (VGA), Periksa bisa juga Pemasangan pada slotnya tidak pas (kurang masuk), Beep 1x Panjang 3x Pendek : Keyboard rusak atau tidak terpasang. Beep Tidak terputus / bunyi terus menerus : RAM atau Graphic Card tidak terdeteksi.
Batrey CMOS Rusak / Lemah
Gejala :Muncul Pesan CMOS Checksum Vailure / Batrey Low, diakibatkan tegangna yang men-supply IC CMOS/BIOS tidak normal dikarenakan batrey lemah, sehingga settingan BIOS kembali ke Default-nya/ setingan standar pabrik, dan konfigurasi Hardware harus di Set ulang.
Solusi :Segera Ganti Batreynya
Gejala :CPU yang sering Hang?
Solusi :Ada beberapa faktor terjadi hanging diantaranya : Ada BadSector di Harddisk, Ada Virus, Ada masalah di Hardware seperti Memory Kotor/Rusak, MBoard Kotor/Rusak, Cooling Fan perputaran fan nya sudah lemah, Power Supply tidak stabil.....sebaikny a jangan dipaksakan untuk digunakan karena akan berakibat lebih fatal, silahkan hub: kami untuk dapat mengatasi masalah tersebut
Gejala :Komputer sering tampil blue screen
apa penyebabnya?
Solusi :Pesan Blue Screen bisa disebabkan system windows ada yang rusak, Bisa dari Memory, Bisa dari hardisk, bisa dari komponen lainnya, tergantung pesan blue screen yang ditampilkan.
Gejala :Komputer jadi lebih lambat dari sebelumnya, padahal awalnya tidak begitu lambat.
Solusi :Penyebab komputer anda prosesnya lambat ada beberapa faktor yaitu : Space hardisk terlalu penuh, terlalu banyak
, program / software yang memakan space harddisk dan memory, ada virus, harddisk badsector.

Cara Aman Mengotak-atik Setting BIOS PC

Bila Windows adalah wajah ramah yang ditampilkan proyek-proyek komputer kepada dunia, maka BIOS adalah sisi gelap bawah sadar yang bertugas untuk berpikir. BIOS (Basic Input/Output System) adalah kode untuk fungsi-fungsi fundamental PC, seperti mengumpulkan ketukan tombol dari keyboard atau meletakkan pixel ke layar.
Program kecil ini bekerja di balik layar, menterjemahkan perintah Windows yang people-friendly menjadi angka nol dan satu yang hanya dimengerti oleh hardware Anda. Dan sebagaimana alam bawah sadar manusia, BIOS bisa berpengaruh sangat kuat pada tingkah laku dan kinerja PC Anda.
Terapi BIOS
Ketika teknologi baru muncul dan bug tua ditemukan, para pembuat komputer sering menerbitkan versi BIOS yang telah diupdate yang dapat mengatasi problem dan meningkatkan kinerja. Periksa situs Web pembuat PC Anda mengenai update terbaru. Namun pertama-tama pastikan Anda memiliki nomor versi terbaru BIOS; biasanya muncul sekilas di monitor Anda tepat setelah Anda menyalakan sistem. (Tekan tombol Pause bila kilasannya terlalu cepat.)
Mengupdate BIOS mudah, tetapi Anda harus melakukannya dengan hati-hati. Biasanya Anda perlu menjalankan program kecil dari floppy disk saja. Namun bila terjadi masalah, Anda hanya bisa meratapi motherboard yang tidak bisa lagi Anda gunakan. Jadi pastikan bahwa sebelumnya Anda telah membaca semua instruksi di file readme BIOS update. Dan selalu lakukan persis seperti apa yang petunjuk-petunjuk itu katakan.
Jika BIOS adalah bawah sadar PC, maka utiliti Setup merupakan fondasi untuk membangun karakter PC. Utiliti tersebut memiliki setting user untuk mengontrol harddisk, memori, kartu-kartu grafis, power saving, port USB, dan hardware lain. Program tersebut biasanya disertakan dalam disk, tetapi sekarang sudah tersimpan dalam chip ROM yang sama dengan BIOS PC.
Untuk membuka Setup, cukup tekan tombol (atau kombinasi tombol) yang disarankan kepada Anda untuk dimasukkan ketika PC melakukan start up. Masing-masing pembuat BIOS menggunakan tombol yang berbeda — Delete, F1, atau F10. Di layar Anda seharusnya memperlihatkan tombol atau tombol-tombol mana yang perlu ditekan untuk Setup tepat setelah layar menampilkan angka versi BIOS. Jika tidak, periksa dokumentasi sistem Anda.
Karena utiliti Setup dibuat oleh pembuat BIOS dan berada dalam chip yang sama dengan BIOS, ini sering disebut utiliti BIOS Setup. Dan karena utiliti ini menyimpan settingnya di chip clock/calendar — chip complementary metal-oxide semiconductor, atau CMOS — maka sering pula disebut sebagai program Setup CMOS. (Chip CMOS memiliki batere sendiri untuk memelihara setting chip sekalipun PC dimatikan.)
Utiliti Setup memiliki setting hardware yang berlimpah, mulai dari yang terlihat nyata, seperti setting waktu di clock PC, sampai yang tidak kelihatan, seperti jumlah “wait states” yang mengkoordinasi aliran data antara RAM dan CPU.
Pertama, Jangan Merusak Ketika bekerja dengan utiliti Setup PC, gunakan petunjuk praktis yang sama diajarkan pada awal bedah otak: Bila Anda tidak tahu apa yang dilakukan sesuatu, jangan berurusan dengannya. Kecerobohan mengubah wait state atau setting lainnya dapat menurunkan kinerja atau bahkan menyebabkan sistem mengalami crash.
Jika Anda mengira Anda telah tanpa sengaja mengubah setting ketika sedang bekerja dengan utiliti Setup, segera berhenti dan mulailah dari awal lagi. Semua utiliti Setup memiliki pilihan menu yang memungkinkan Anda keluar tanpa menyimpan perubahan. Anda mungkin melihat pula pilihan untuk mengembalikan setting ke nilai defaultnya. Abaikan opsi ini: Bila vendor PC Anda telah melakukan fine-tune terhadap sistem, setting default si pembuat BIOS mungkin membuatnya menjadi tidak optimal.
Backup setting-setting Anda sebelum membuat perubahan. Bila batere yang menghidupi chip clock/calendar mati, setting-setting Anda mati bersamanya. Bila utiliti Setup Anda mempunyai opsi backup, gunakanlah. Jika tidak, catat setting di kertas — atau tekan key Print Screen untuk masing-masing layar di utiliti tersebut (tetapi ini tidak selalu berfungsi).
Apa yang Dicari Sebelum mulai, baca sampai selesai user manual yang menyertai PC atau motherboard. Banyak manual menawarkan penjelasan singkat masing-masing setting. Setting bervariasi menurut manufaktur dan model, namun Anda seharusnya menemukan ini di hampir semua PC:
Optimalisasi dan kompatibilitas setting: Utiliti Setup sering berisi setting-setting untuk kinerja hardware. Kadang-kadang ini tidak diatur secara optimal di pabrik, utamanya pada PC yang dibuat berdasar pesanan atau generik. Scan seluruh program Setup. Setting modus AGP dan setting DMA merupakan kandidat utama untuk dioptimalisasi. Setting-setting ini juga berguna untuk troubleshooting hardware yang baru diinstall: Menonaktifkan atau menurunkan setting yang diberikan bisa memicu ketidak-kompatibelan kartu grafis, CD-ROM drive, atau peranti lain yang terjadi sebelumnya.
Setting harddisk: Anda akan menemukan tabel, biasanya pada halaman kedua atau Advanced dan dengan judul “IDE”, yang mendaftar semua parameter konfigurasi untuk EIDE harddisk yang secara langsung terkoneksi ke motherboard. (SCSI harddisk dan EIDE harddisk yang tidak punya kartu ekspansi akan menjalankan program konfigurasinya sendiri.) Sementara kebanyakan PC yang dibuat selama beberapa tahun terakhir dapat dengan mulus mendeteksi dan mengkonfigurasi harddisk baru, sebagian memerlukan instalasi manual. Baca your dokumentasi disk baru Anda mengenai prosedur tersebut dan gunakan opsi-opsi on-screen untuk membuat perubahan di tabel ini.
Floppy disk: Opsi ini memungkinkan Anda menyetel tipe floppy drive (3,5 inci, 1,44MB, sebagai contoh) yang telah Anda tetapkan sebagai drive A: atau B: Anda. Ini merupakan setting yang perlu diperiksa jika Anda mengalami problem floppy-drive. Sebagian utiliti Setup mempunyai setting sekuriti `Floppy Read only` tersendiri yang mencegah data Anda dituliskan ke floppy disk dan dihapus dari PC.
Urutan booting: Setting ini menentukan mana yang pertama kali dilihat PC ketika instruksi boot-up. Contoh: `A: kemudian C:`, `C: kemudian A:`, atau `C:, Zip drive`. Untuk booting dari CD-ROM drive, Zip, atau LS-120, Anda sepertinya harus mengubah setting ini.
Proteksi password: Bila ini diaktifkan, BIOS akan menanyakan password sebelum booting up. Sangat berhati-hatilah dengan yang satu ini: Bila melupakan password, Anda terpaksa mereset jumper motherboard atau mencopot batere CMOS, yang akan menyebabkan Anda kehilangan semua setting, atau Anda bahkan harus membeli motherboard baru.
Setting IRQ: Bila Anda butuh setting IRQ ekstra untuk hardware baru, Anda perlu membebaskan satu IRQ dengan menonaktifkan feature yang tidak digunakan, seperti port serial, port paralel, atau port USB.
Setting port paralel: Pilih modus yang paling cocok untuk hardware. Modus ECP atau EPP dapat sangat mempercepat printer dan peranti lain.
Kipas RPM dan temperatur CPU: Dua parameter kritis ini sebaiknya dicentang secara periodik untuk memastikan mereka berfungsi dengan benar.
Bantuan Hardware Offline
Internet sangat bagus untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan hardware, tetapi menyelidiki situs-situs Web untuk mendapatkan nasihat yang bisa dipercaya cukup menghabiskan waktu. Kadangkala cara tercepat untuk mendapat jawaban adalah cara gaya kuno: dengan buku referensi yang baik. Di bawah ini adalah dua yang terbaik.
Upgrading and Repairing PCs ( www.upgradingandrepairingpcs.com) karya Scott Mueller (US$ 60) merupakan buku klasik yang mencakup segala sesuatu yang Anda butuhkan tentang PC dan hal-hal yang mungkin Anda tidak ketahui. Bila Anda mencari referensi menyeluruh, keluasan dan kedalaman judul ini belum terkalahkan ( www.quepublishing.com).
PC Hardware in a Nutshell ( www.oreilly.com/catalog/pchardnut2) oleh Barbara Fritchman Thompson dan Robert Bruce Thompson (US$ 40) merupakan panduan praktis yang bagus untuk membeli dan menggunakan PC. Dimuati dengan nasehat bergaya ringkas yang secara jelas memberikan informasi yang Anda perlukan, tanpa Anda harus mencari-carinya (www.oreilly.com).
Drive Kotor
Benah-benah di akhir minggu meninggalkan lapisan debu yang menutupi seluruh kantor, dan Anda kuaatir CD-RW drive Anda mungkin kotor. Bagaimana sebaiknya membersihkannya?
Mungkin sebaiknya tidak. Gosokan paling halus sekalipun dapat menghambat laser sensitif pada drive, jadi bila tidak rusak, jangan bersihkan. Bila kinerja menurun, atau bila drive Anda tidak mampu membaca medianya, coba beberapa semprotan yang diarahkan dengan baik dari kaleng semprotan udara — tersedia dengan harga kurang dari US$ 10 di toko-toko komputer. Pastikan menggunakan sedotan plastik yang menyertai kaleng. Dan jaga agar menyemprot pelan-pelan; desakan semprotan yang berlebihan dapat menyebabkan kondensasi yang menumpuk uap lembab pada interior drive. Sebelum menggunakan kit pembersih CD-RW seperti US$ 15 Drive Guardian buatan Kensington ( www.kensington.com/html/1080.html), carilah rekomendasi dari pembuat drive; sebagian merekomendasikannya, tetapi yang lainnya tidak.
Menghentikan Program Tua
Beberapa program software yang benar-benar tua hanya tidak sanggup berfungsi pada PC kecepatan tinggi sekarang ini. Jika Anda memiliki program kuno yang mengunci atau memunculkan pesan error setiap kali Anda hendak menjalankannya, cobalah CPUKiller; utiliti gratis dan mudah digunakan, yang memungkinkan Anda memperlambat PC sesedikit atau sebanyak Anda inginkan. Pergilah ke www.cpukiller.com untuk mendownloadnya.
Troubleshooting :
1 short beep
Normal POST - system is ok
2 short beeps
POST Error - error code shown on screen
No beep
Power supply or system board problem
Continuous beep
Power supply, system board, or keyboard problem
Repeating short beeps
Power supply or system board problem
1 long, 1 short beep
System board problem
1 long, 2 short beeps
Display adapter problem (MDA, CGA)
1 long, 3 short beeps
Enhanced  Graphics Adapter (EGA)
3 long beeps
3270 keyboard card
IBM POST Diagnostic Code Descriptions
100 - 199
System Board
200 - 299
Memory
300 - 399
Keyboard
400 - 499
Monochrome Display
500 - 599
Color/Graphics Display
600 - 699
Floppy-disk drive and/or Adapter
700 - 799
Math Coprocessor
900 - 999
Parallel Printer Port
1000 - 1099
Alternate Printer Adapter
1100 - 1299
Asynchronous Communication Device, Adapter, or Port
1300 - 1399
Game Port
1400 - 1499
Color/Graphics Printer
1500 - 1599
Synchronous Communication Device, Adapter, or Port
1700 - 1799
Hard Drive and/or Adapter
1800 - 1899
Expansion Unit (XT)
2000 - 2199
Bisynchronous Communication Adapter
2400 - 2599
EGA system-board Video (MCA)
3000 - 3199
LAN Adapter
4800 - 4999
Internal Modem
7000 - 7099
Phoenix BIOS Chips
7300 - 7399
3.5" Disk Drive
8900 - 8999
MIDI Adapter
11200 - 11299
SCSI Adapter
21000 - 21099
SCSI Fixed Disk and Controller
21500 - 21599
SCSI CD-ROM System
1 Short Beep
One beep is good! Everything is ok, that is if you see things on the screen. If you don't see anything, check your monitor and video card first. Is everything connected? If they seem fine, your motherboard has some bad chips on it. First reset the SIMM's and reboot. If it does the same thing, one of the memory chips on the motherboard are bad, and you most likely need to get another motherboard since these chips are soldered on. 
2 Short Beeps
 Your computer has memory problems. First check video. If video is working, you'll see an error message. If not, you have a parity error in your first 64K of memory. First check your SIMM's. Reseat them and reboot. If this doesn't do it, the memory chips may be bad. You can try switching the first and second banks memory chips. First banks are the memory banks that your CPU finds its first 64K of base memory in. You'll need to consult your manual to see which bank is first. If all your memory tests good, you probably need to buy another motherboard. 
3 Short Beeps
Basically the same thing as 2 beeps. Follow that diagnosis above. 
4 Short Beeps
Basically the same thing as 2 beeps. Follow that diagnosis above. It could also be a bad timer 
5 Short Beeps
Your motherboard is complaining. Try reseating the memory and rebooting. If that doesn't help, you should consider another motherboard. You could probably get away with just replacing the CPU, but that's not too cost-effective. Its just time to upgrade! 
6 Short Beeps
The chip on your motherboard that controls your keyboard (A20 gate) isn't working. First try another keyboard. If it doesn't help, reseat the chip that controls the keyboard, if it isn't soldered in. If it still beeps, replace the chip if possible. Replace the motherboard if it is soldered in. 
7 Short Beeps
Your CPU broke overnight. Its no good. Either replace the CPU, or buy another motherboard. 
8 Short Beeps
Your video card isn't working. Make sure it is seated well in the bus. If it still beeps, either the whole card is bad or the memory on it is. Best bet is to install another video card. 
9 Short Beeps
Your BIOS is bad. Reseat or Replace the BIOS. 
10 Short Beeps
Your problem lies deep inside the CMOS. All chips associated with the CMOS will likely have to be replaced. Your best bet is to get a new motherboard.
11 Short Beeps
Your problem is in the Cache Memory chips on the motherboard. Reseat or Replace these chips.
1 Long, 3 Short Beeps
You've probably just added memory to the motherboard since this is a conventional or extended memory failure. Generally this is caused by a memory chip that is not seated properly. Reseat the memory chips.
1 Long, 8 Short Beeps
Display / retrace test failed. Reseat the video card.
Phoenix BIOS Beep Codes
These audio codes are a little more detailed then the AMI codes. These BIOS emits three sets of beeps. For example, 1 -pause- 3 -pause 3 -pause. This is a 1-3-3 combo and each set of beeps is separated by a brief pause. Listen to this sequence of sounds, count them, and reboot and count again if you have to.
1-1-3
Your computer can't read the configuration info stored in the CMOS. Replace the motherboard. 
1-1-4
Your BIOS needs to be replaced. 
1-2-1
You have a bad timer chip on the motherboard. You need a new motherboard. 
1-2-2
The motherboard is bad. 
1-2-3
The motherboard is bad. 
1-3-1
You'll need to replace the motherboard. 
1-3-3
You'll need to replace the motherboard. 
1-3-4 
The motherboard is bad. 
1-4-1
The motherboard is bad. 
1-4-2 
Some of your memory is bad. 
2-_-_ 
Any combo of beeps after two means that some of your memory is bad, and unless you want to get real technical, you should probably have the guys in the lab coats test the memory for you. Take it to the shop. 
3-1-_ 
One of the chips on your motherboard is broken. You'll likely need to get another board. 
3-2-4
One of the chips on your motherboard that checks the keyboard is broken. You'll likely need to get another board. 
3-3-4
Your computer can't find the video card. Is it there? If so, try swapping it with another one and see if it works. 
3-4-_ 
Your video card isn't working. You'll need to replace it. 
4-2-1
There's a bad chip on the motherboard. You need to buy another board. 
4-2-2
First check the keyboard for problems. If nothing, you have a bad motherboard. 
4-2-3 
Same as 4-2-2. 
4-2-4 
One of the cards is bad. Try yanking out the cards one by one to isolate the culprit. Replace the bad one. The last possibility is to buy another motherboard. 
4-3-1
Replace the motherboard. 
4-3-2
See 4-3-1
4-3-3
See 4-3-1
4-3-4
Time of day clock failure. Try running the setup program that comes with the computer. Check the date and time. If that doesn't work, replace the battery. If that doesn't work, replace the power supply. You may have to replace the motherboard, but that is rare. 
4-4-1
Your serial ports are acting up. Reseat, or replace, the I/O card. If the I/O is on the motherboard itself, disable them with a jumper (consult your manual to know which one) and then add an I/O card. 
4-4-2
See 4-4-1, but this time is your Parallel port that's acting up.
4-4-3
You math coprocessor is having problems. Run a test program to double-check it. If it is indeed bad, disable it, or replace it.
Low 1-1-2
Your motherboard is having problems
Low 1-1-3
This is an Extended CMOS RAM problem, check your motherboard battery, and motherboard.

Followers

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP