Monday, September 1, 2014

QUEUE - MATERI


Dasar Teori
Antrian (Queue) dapat diartikan sebagai suatu kumpulan data yang seolah-olah
terlihat seperti ada data yang diletakkan di sebelah data yang lain seperti pada gambar 01.
Pada gambar, data masuk melalui lorong di sebelah kanan dan masuk dari terowongan
sebelah kiri. Hal ini membuat antrian bersifat FIFO (First In First Out), beda dengan
stack yang berciri LIFO.
 

 


Antrian dapat dibuat baik dengan array maupun dengan struct. Pada pembuatan
antrian dengan array, antrian yang disajikan bersifat statis. Ini disebabkan oleh jumlah
maksimal array sudah ditentukan sejak deklarasi awal

QUEUE DENGAN LINIEAR ARRAY
- Terdapat satu buah pintu masuk di suatu ujung dan satu buah pintu keluar di
ujung Satunya
- Sehingga membutuhkan variabel Head dan Tail
 


Create()
• Untuk menciptakan dan menginisialisasi Queue
• Dengan cara membuat Head dan Tail = -1

IsEmpty()
• Untuk memeriksa apakah Antrian sudah penuh atau belum
• Dengan cara memeriksa nilai Tail, jika Tail = -1 maka empty
• Kita tidak memeriksa Head, karena Head adalah tanda untuk kepala
antrian (elemen pertama dalam antrian) yang tidak akan berubah-ubah
• Pergerakan pada Antrian terjadi dengan penambahan elemen Antrian
kebelakang, yaitu menggunakan nilai Tail
 
 


 
IsFull()
• Untuk mengecek apakah Antrian sudah penuh atau belum
• Dengan cara mengecek nilai Tail, jika Tail >= MAX-1 (karena MAX-1
adalah batas elemen array pada C) berarti sudah penuh
 
 
Enqueue(data)
• Untuk menambahkan elemen ke dalam Antrian, penambahan elemen
selalu ditambahkan di elemen paling belakang
• Penambahan elemen selalu menggerakan variabel Tail dengan cara
increment counter Tail

Dequeue()
• Digunakan untuk menghapus elemen terdepan/pertama dari Antrian
• Dengan cara mengurangi counter Tail dan menggeser semua elemen
antrian kedepan.
• Penggeseran dilakukan dengan menggunakan looping
 

 
 


 Clear()
• Untuk menghapus elemen-elemen Antrian dengan cara membuat Tail dan
Head = -1
• Penghapusan elemen-elemen Antrian sebenarnya tidak menghapus
arraynya, namun hanya mengeset indeks pengaksesan-nya ke nilai -1
sehingga elemenelemen Antrian tidak lagi terbaca
 
 
 
Print()
• Untuk menampilkan nilai-nilai elemen Antrian
• Menggunakan looping dari head s/d tail
Perbedaan antara stack dan queue terdapat pada aturan penambahan dan
penghapusan elemen. Pada stack, operasi penambahan dan penghapusan elemen
dilakukan di satu ujung. Elemen yang terakhir kali dimasukkan akan berada paling dekat
dengan ujung atau dianggap paling atas sehingga pada operasi penghapusan, elemen
teratas tersebut akan dihapus paling awal, sifat demikian dikenal dengan LIFO. Pada
queue, operasi tersebut dilakukan di tempat yang berbeda. Penambahan elemen selalu
dilakukan melalui salah satu ujung, menempati posisi di belakang elemen-elemen yang
sudah masuk sebelumnya atau menjadi elemen paling belakang. Sedangkan penghapusan
elemen dilakukan di ujung yang berbeda, yaitu pada posisi elemen yang masuk paling
awal atau elemen terdepan. Sifat yang demikian dikenal dengan FIFO.

contoh program :
 
#include
#include
#include
#define MAX 10
28
typedef struct
{
int data[MAX];
int head;
int tail;
} Queue;
Queue antrian;
void Create()
{
antrian.head=antrian.tail=-1;
}
int IsEmpty()
{
if(antrian.tail==-1)
return 1;
else
return 0;
}
int IsFull()
{
if(antrian.tail==MAX-1) return 1;
else return 0;
}
void Enqueue(int data)
{
if(IsEmpty()==1)
{
antrian.head=antrian.tail=0;
antrian.data[antrian.tail]=data;
cout<<"Data "<Masuk!!";
}
else if(IsFull()==0)
{
antrian.tail++;
antrian.data[antrian.tail]=data;
cout<<"Data "<Masuk!!";
}
else if (IsFull() == 1)
{
cout<<"Ruangan Penuh!!"<cout<}
}
29
void Dequeue()
{
int i;
int e = antrian.data[antrian.head];
if (antrian.tail == -1)
{
cout<<"Ga Ada Antrian... Data Kosong"<}
else
{
for(i=antrian.head;i<=antrian.tail-1;i++)
{
antrian.data[i] = antrian.data[i+1];
}
antrian.tail--;
cout<<"Data yang Keluar lebih dulu = "<}
}
void Clear()
{
antrian.head=antrian.tail=-1;
cout<<"Duh Lega, Ruangan Jadi Ga Sumpek...."<cout<<"Data Clear...";
}
void Tampil()
{
if(IsEmpty()==0)
{
cout<<"Data Dalam Antrian"<cout<<"==========================="<cout<for(int i=antrian.head;i<=antrian.tail;i++)
{
cout<<"| "<}
}
else cout<<"Ga Ada Antrian... Data Kosong";
}
void main()
{
int pil;
int data;
Create();
do
{
clrscr();
cout<<"Implementasi Antrian dengan Struct"<cout<<"=================================="<cout<30
cout<<"1. Enqueue(Push)"<cout<<"2. Dequeue(PoP)"<cout<<"3. Print"<cout<<"4. Clear"<cout<<"5. Exit"<cout<<"Pilihan Anda= "; cin>>pil;
switch(pil)
{
case 1:
{
cout<cout<<"Data = "; cin>>data;
Enqueue(data);
break;
}
case 2:
{
cout<Dequeue();
break;
}
case 3:
{
cout<Tampil();
break;
}
case 4:
{
cout<Clear();
break;
}
}
getch();
} while(pil!=5);
}

Struktur Program C++

Terdiri sejumlah blok fungsi, setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu.

#include
main(){
statement;
}

Latihan Program 1.1:
//my first program in C++
#include
#include
main(){
clrscr();
cout<<"Hello World!";
getch();
return 0;
}

Berikut adalah penjelasan dari program diatas:
  • //my first program in C++, baris ini merupakan komentar. Setiap kalimat yang diawali dengan double slash (//) pada setiap baris akan menjadi suatu komentar. Kalimat tersebut tidak akan mempengaruhi proses program
  • #include , Karakter # disebut sebagai preposcessor. Pada setiap kali compiler dijalankan, maka preprocessor membaca source code, mencari baris yang memiliki karakter awal # dan jika menemukan maka akan menjalankan perintah pada baris itu sebelum compiler berjalan. Dalam kasus ini, maka perintah include berarti program ini berjalan dengan menyertakan library/file header
  • #include , mengikutsertakan library dalam program ini  main(), baris ini mendeklarasikan fungsi utama dari program ini. Fungsi utama akan dieksekusi pertama kali setiap kali program C++ berjalan. Singkatnya, inti dari seluruh program C++ berpusat pada fungsi utama ini
  • Baris-baris yang telah dijelaskan sebelumnya dapat kita sebut dengan baris kepala. Selanjutnya, kita akan masuk kepada baris badan yang ditandai dengan tanda kurung ({}). Baris badan adalah inti dari program yang akan dieksekusi
  • cout<<”Hello World”; cout adalah suatu perintah yang berfungsi untuk memasukkan bagian karakter “Hello World” ke dalam standard ouput stream (yang biasa kita kenal tampilan pada layar). cout didefinisikan pada library . Untuk menutup pernyataan, digunakan tanda (;).
  • getch(); untuk beberapa compiler C++ dibutuhkan sebuah file header yang bernama . Selanjutnya kita menempatkan sebuah fungsi bernama getch() sebelum program diakhiri. Maksud dari penggunaan ini adalah agar tampilan tertahan untuk sementara waktu. Jika tidak, maka proses akan berjalan tanpa kita dapat melihat hasilnya.
  • return 0; baris ini menyatakan fungsi utama program telah berakhir. Perintah return diikuti oleh kode, dalam hal ini kode 0. Kode ini diinterpretasikan sebagai tanda bahwa program telah dieksekusi tanpa terjadi error. Cara ini adalah cara yang umum dalam mengakhiri program C++.

Contoh Simbol-Simbol Flowchart

Simbol-simbol flowchart yang biasanya dipakai adalah simbol-simbol flowchart standar yang dikeluarkan oleh ANSI dan ISO.







Pengertian Multi Tasking, Multi Programming, Multi Processcing System dan Realtime System


Pengetian Multitasking
Multitasking adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa inggris yang mengacukepada sebuah metode dimana banyak pekerjaan atau dikenal juga sebagai proses diolah dengan menggunakan sumber daya CPU yang sama. Contoh sistem operasi jenis ini antara lain adalah linux. Linux adalah sistem operasi yang multitasking danmultiuser seperti kebanyakan SO yang ada pada saat ini. Multitasking pada linux artinya linux bisa atau mampu menjalankan beberapa proses dalam waktu yang bersamaan.

Pengetian Multi Programming
Multiprograming system adalah kegiatan menjalankan beberapa program pada memori pada satu waktu.Contoh dalam satu waktu sebuah program sedang menggunakan CPU, sedangkan program yang lain menggunakan printer

Pengertian Multiprosessing
Multiprosessing adalah Kemampuan komputer untuk melakukan beberapa prosesdalam waktu bersamaan,dengan keberadaanteknologi berbasis multiprocessor . Contoh computer server

Pengertian Real Time System
Real Time System Disebut juga dengan Sistem waktu nyata. Sistem yang harus menghasilkan responyang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika respon komputer melewati batas waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi atau kegagalan sistem.Sebuah Real time system adalah sistem yang kebenarannya secara logis didasarkan pada kebenaran hasil-hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu hasil-hasil tersebutdikeluarkan. Aplikasi penggunaan sistem seperti ini adalah untuk memantau danmengontrol peralatan seperti motor, assembly line, teleskop, atau instrumen lainnya.Peralatan telekomunikasi dan jaringan komputer biasanya juga membutuhkan pengendalian secara Real time. Contoh adalah pemesanan tiket pesawat on line

Pengertian Compiler, Interpreter, Assambler dan Linker


Pengertian Compiler
Compiler adalah suatu program yang menerjemahkan bahasa program ( source code) kedalam bahasa objek (obyek code). Compiler menggabungkan keseluruhan bahasa program, mengumpulkannya dan kemudian menyusunnya kembali.

Komplier memerlukan waktu untuk membuat suatu program dapat di eksekusi oleh computer, program yang dieksekusi oleh compiler adalah dapat berjalan lebih cepat disbanding program yang diperoduksi oleh interpreter, disamping itu juga bersifat independen. Contoh program yang menggunakan compiler adalah Visual Basic, Visual Delvi, dan Pascal.

Tahap Kompilasi:
  1. Pertama source code (program yang ditulis) dibaca kememori computer).
  2. Source code tersebut diubah menjadi objek code (bahasa Assembly).
  3. Objek code di hubungkan dengan liberary yang dibutuhkan untuk membentuk file yang bisa dieksekusi.

Pengertian Interpreter
Interpreter adalah Perangkat lunak yang mampu mengeksekusi code program (yang ditulis oleh programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin, sehingga mesin melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut. Perintah-perintah yang dibuat oleh programmer tersebut dieksekusi baris demi baris, sambil mengikuti logika yang terdapat di dalam kode tersebut.

Proses ini sangat berbeda dengan compiler, dimana pada compiler, hasilnya sudah langsung berupa satu kesatuan perintah dalam bentuk bahasa mesin, dimana proses penterjemahan dilaksanakan sebelum program tersebut dieksekusi.

Interpreter atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Juru Bahasa berbeda dengan Translator atau penterjemah dalam segi media yang dipakai untuk menerjemahkan. Interpreter akan menterjemahkan bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran secara langsung atau orally sementara translator akan menerjemahkan bahasa sumber ke bahasa sasaran secara tertulis.

Java dijalankan menggunakan interpreter yaitu Java Virtual Machine (JVM). Hal ini menyebabkan source code Java yang telah dikompilasi menjadi Java bytecodes dapat dijalankan pada platform yang berbeda-beda.

Pengertian Assambler
Bahasa assembly adalah sebuah program yang terdiri dari instruksi-instruksi yang menggantikan kode-kode biner dari bahasa mesin dengan “mnemonik” yang mudah diingat. Misalnya sebuah instruksi penambahan dalam bahasa mesin dengan kode “10110011” yang dalam bahasa assembly dapat dibuat dalam instruksi mnemonik ADD, sehingga mudah diingat dibandingkan dengan angka 0 dan 1, dalam setiap instruksi membutuhkan suatu operand baik berupa data langsung maupun suatu lokasi memori yang menyimpan data yang bersangkutan. Bahasa assembly sering juga disebut kode sumber atau kode simbolik yang tidak dapat dijalankan oleh prosesor, sedangkan assembler adalah suatu program yang dapat menerjemahkan program bahasa assembly ke program bahasa mesin. bahasa mesin adalah kumpulan kode biner yang merupakan instruksi yang bisa dijalankan oleh komputer. Program bahasa mesin sering disebut sebagai kode objek.

Pengertian Linker
Linker adalah suatu program yang menterjemahkanprogram objek (bereksention OBJ) ke bentukprogram eksekusi (berekstension EXE atau COM).Sedangkan untuk membuat file object ke bentuk fileyang dapat dieksekusi(berekstension.COM atau.EXE) bisa anda gunakan file TLINK.EXE.

Macam-macam include directive/header file pada c++


Nama file yang memungkinkan dibangun pada program bahasa c++, yang dicantumkan setelah #include. Berisi antara lain informasi fungsi, konstanta, dan variabel dari pustaka (bagian program yang telah tersedia) .Ada beberapa hal tentang kerangka program C tersebut yang perlu diketahui.
Pertama, program C++ harus mempunyai fungsi main yang ditulis seperti ini : main() . Tubuh program C akan mengikuti fungsi main itu dan dimasukkan di antara tanda kurung { dan }. Dalam contoh di atas tubuh programnya adalah : printf(“C++ i tu mudah!n.”);.
Kedua, fungsi dan pernyataan di tubuh program C ditutup dengan tanda ” ” ;.
Ketiga, program C biasanya punya satu atau lebih file header. File header program di atas adalah stdio.h
File header itu mempunyai banyak kegunaan, antara lain untuk menjalankan proses input/output. Untuk mengikutkan file header itu bisa ditulis directive #include<…>.
Di bawah ini mencantumkan beberapa file header yang biasa diperlukan
  1.      Untuk manajemen memori
  2.      Untuk memanggil routines ROM BIOs
  3.      Untuk fungsi matematika komplek (dengan C++)
  4.      Untuk memanggil console DOS I/O (input output)

            Fungsi-fungsi pustaka yang umum digunakan untuk menampilkan hasil yang prototype-nya berada di file judul conio.h
a)     getch () : Fungsi getch() (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar.
b)    getche() : Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar.
c)     putch() : Akan menampilkan karakter ASCII dari nilai x ke layer monitor tanpa memindahkan letak kursor ke baris berikutnya.
d)    clrscr() : Fungsi ini digunkan untuk membersihkan layar window dan memindahkan posisi kursor ke baris 1 kolom 1 (pojok kiri atas).
e)     clreol() : Fungsi ini digunakan untuk membersihkan layar mulai dari posisi kursor hingga kolom terakhir, posisi kursor tiak berubah.
f)      gotoxy () : Fungsi gotoxy digunakan untuk memindahkan kursor ke kolom x, baris y.
g)     wherex () : Fungsi wherex digunakan untuk mengembalikan posisi kolom kursor.
h)    wherey () : Fungsi wherey digunakan untuk mengembalikan posisi baris kursor.
i)       window () : Fungsi window digunakan untuk mendefinisikan sebuah window berdasarkan koordinat kiri atas dan kanan bawah.
5. Berisi parameter untuk routing float point
6. Untuk prototype fungsi grafik
7. Untuk routing I/O basicdi C++
        Fungsi-fungsi pustaka yang umum digunakan untuk menampilkan hasil yang        prototype-nya berada di file judul iostream.h
a)     cout() : Fungsi cout() merupakan sebuah objek didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar.
b)    cin () : Fungsi cin() merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data.
c)     endl : endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk.
d)    ends : ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL.
8. Untuk operasi matematika
          math.h dan stdlib.h dipergunakan untuk prototype fungsi operasi matematika seperti : sqrt (akar kuadrat), sin, cos, tan, acos, asin, atan, atan2, cosh, sinh, tanh, exp, prexp, ldexp, log, log10, modf, pow, ceil, fabs, fmod
a)     Sqrt() : Digunakan untuk menghitung akardari sebuah bilangan. Bentuk umum : sqrt(bilangan);
b)    Sin(), cos(), tan() : Masing-masing digunakan untuk menghitung nilai sinus, conisius dan tangens dari suatu sudut. Bentuk umum: Sin(sudut); Cos(sudut); Tan(sudut);
c)     Max() : Digunakan untuk menghitung hasil pembagian dan sisa pembagian. Bentuk umum : max(bilangan1, bilangan2);
d)    Min() : Digunakan untuk menentukan bilangan terkecil dari dua buah bilangan. Bentuk umum : min(bilangan1, bilangan2).
9. Mendefinisikan tipe dan macro untuk paket standar I/O yang dikembangkan oleh Kernighan & Ritchie
         Fungsi-fungsi pustaka yang umum digunakan untuk menampilkan hasil yang prototype-nya berada di file judul stdio.h
a)     printf() : Merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar. Bentuk Penulisan : printf(“penentu format”, argumen-1, argumen-2, …);
b)    puts() : Perintah puts() sebenarnya sama dengan printf(), yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar. puts() berasal dari kata PUT STRING. Perbedaan antara printf() dengan puts() adalah : printf() puts() .Harus menentukan tipe data untuk data tring, yaitu %s Tidak Perlu penentu tipe data string, karena fungsi ini khusus untuk tipe data string. Untuk mencetak pindah baris, memerlukan notasi ‘ n ‘ Untuk mencetak pindah baris tidak perlu notasi ‘ n ‘, karena sudah dibeikan secara otomatis.
c)     putchar() : Perintah putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris.
d)    fprintf() : Digunakan untuk mencetak semua jenis tipe data ke printer dan secara otomatis memberikan efek perpindahan baris.
e)     fputs() : Digunakan untuk mencetak tipe data string ke printer
f)      fputc() : Digunakan untuk mencetak tipe data karakter ke printer
g)     scanf() : Fungsi pustaka scanf() digunakan untuk menginput data berupa data numerik, karakter dan string secara terformat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian fungsi scanf(). Fungsi scanf() memakai penentu format. Fungsi scanf() memberi pergantian baris secara otomatis. Fungsi scanf() tidak memerlukan penentu lebar field. Variabelnya harus menggunakan operator alamat “&”. Bentuk umum fungsi scanf(): “ penentu format “, &variabel. Penentu format : kode format untuk konversi data “&” Operator untuk pointer, yang digunakan untuk penempatan alamat dari nilai variabel di memori. Variabel : variabel yang akan menampung nilai yang dimasukkan Penentu Format scanf()
h)    gets() : Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data bertipe karakter dan tidak dapat digunakan untuk memasukkan data numerik. Penulisan fungsi gets() harus diakhiri dengan penekanan tombol enter. Fungsi gets() akan menyebabkan kursor secara otomatis akan pindah baris, fungsi gets() tidak memerlukan penentu format. Perbedaan scanf() dengan gets(). scanf() dan gets() tidak dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan dianggap sebagai data terpisah Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data.
i)       getchar() : Fungsi getchar() digunakan untuk membaca data yang bertipe karakter, penggunaan fungsi getchar harus diakhiri dengan penekanan tombol enter. Karakter yang dimasukkan akan terlihat pada layar dan pergantian baris akan dilakukan secara otomatis tanpa penekanan tombol enter. Fungsi getchar tidak menggunakan argument, tetapi langsung memberikan hasil karakter yang dimasukkan.
10. Untuk beberapa fungsi rutin umum : konversi dll
         Fungsi-fungsi pustaka yang umum digunakan untuk menampilkan hasil yang prototype-nya berada di file judul stdlib.h
a)     Atof() : Digunakan ntuk mengkonversi nilai string menjadi bilangan bertipe double. Bentuk umum : atof(char x);
b)    Atoi() : Digunakan untuk menghitung hasil pembagian dan sisa pembagian. Bentuk umum : div_t div(int x, int y)
c)     Pow() : Digunakan untuk pemangkatan suatu bilangan. Bentuk umum : pow(bilangan, pangkat).
11. Untuk mengguakan manipulator, Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layer
Fungsi-fungsi pustaka yang umum digunakan untuk menampilkan hasil yang prototype-nya berada di file judul iomanip.h
a)     dec, oct dan hex : dec, oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal, oktal dan hexadesimal.
b)    setprecision () : Fungsi setprecision() merupakan suatu fungsi anipulator yang digunakan ntuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan. Fungsi ini biasa pada fungsi cout().
c)     setbase (int n) : Fungsi setbase () merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengkonversi ke bilangan basis n (n= 8, 10 atau 16)
d)    setw(int n) : Fungsi setw(int n) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar field (spasi) untuk suatu nilai sebesar n karakter
e)     setfill(int c) : Fungsi setfill(int c) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyetel karakter pemenuh berupa c
f)      setiosflags(long f) : Fungsi setiosflags()merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyetel format yang ditentukan oleh f
g)     resetiosflags(long f) : Merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menghapus format yang ditentukan oleh f
12. Untuk operasi string
a)     Strcpy() : Berfungsi untuk menyalin suatu string asal ke variablel string tujuan. Bentuk umum : strcpy(var_tujuan, string_asal);
b)    Strlen() : Berfungsi untuk memperoleh jumlah karakter dari suatu string. Bentuk umum : strlen(tujuan, sumber);
c)     Strupr() : Digunakan untuk mengubah setiap huruf dari suatu string menjadi huruf capital. Bentuk umum : strlupr(string);
d)    Strcmp() : Digunakan untuk membandingkan dua buah string. Hasil dari fungsi ini bertipe integer dengan nilai: Negative, jika string pertama kurang dari string kedua. Nol, jika string pertama sama dengan string kedua Positif, jika string pertama lebih besar dari string kedua. Bentuk umum : strcmp(string1, string2);
e)     strupr() : Digunakan untuk mengubah huruf menjadi capital. Bentuk umum : strupr(string)
f)      strlwr() : Digunakan untuk mengubah huruf menjadi kecil semua. Bentuk umum : strlwr(string)
g)     strcmp() : Digunakan untuk membandingkan dua string. Bentuk umum : strcmp (string1, string2)
h)    strcat () : Digunakan untuk menggabungkan string. Bentuk umum : strcat(string1,string2)
13. Untuk operasi karakter
a)     islower() : Fungsi akan menghasilkan nilai benar (bukan nol)jika karakter merupakan huruf kecil. Bentuk umum : islower(char);
b)    isupper() : Fungsi akan menghasilkan nilai benar(bukan nol) jika karakter merupakan huruf capital. Bentuk umum : isupper(char);
c)     isdigit() : Fungsi akan mengahsilkan nilai benar(bukan nol) jika karakter merupakan sebuah digit.
Bentuk umum : isdigit(char);
d)    Tolower() : Fungsi akan mengubah huruf capital menjadi huruf kecil. Bentuk umum : tolower(char);
e)     Toupper() : Fungsi akan mengubah huruf kecil menjadi huruf capital. Bentuk umum : toupper(char);

Followers

  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP