Sunday, June 8, 2014

Perancangan Database

Database merupakan sekumpulan terorganisasi dari data-data yang berhubungan sedemikian rupa sehingga mudah disimpan, dimanipulasi, serta dipanggil oleh pengguna [1]. Dalam perancangandatabase ada beberapa langkah awal yang perlu dilakukan yaitu [2]:
  1. Pengumpulan dan Analisa Kebutuhan
Melakukan pengumpulan kebutuhan akan informasi yang diperlukan dalam suatu organisasi/perusahaan dan kemudian menganalisanya. Penggalian kebutuhan informasi ini dilakukan dengan cara antara lain melakukan wawancara, mengamati sistem yang sedang berjalan dan mempelajari dokumen-dokumen yang tersedia. Dengan cara seperti itu data yang digunakan untuk menyusun informasi bisa teridentifikasi.
  1. Perancangan Konseptual
Pada tahapan ini data yang dibutuhkan oleh organisasi/perusahaan dikelompokkan menurut kriteria tertentu. Kemudian antara satu grup data denga grup data yang lain dilengkapi dengan hubungan. Yang mana grup data tersebut dinamakan entitas, sedangkan hubungan antar entitas tersebut dijabarkan dengan menggunakan diagram E-R.
  1. Perancangan Logis
Perancangan logis merupan suatu tahapan yang digunakan untuk menentukan hasil perancangan konseptual ke dalam bentuk yang nantinya akan diimplementasikan dalam DBMS. Itulah sebabnya dalam Gambar 2.4 dinyatakan bahwa tahapan ini merupakan batas antara perancangan data tidak tergantung pada DBMS dan yang tergantung pada DBMS. Dengan kata lain dalam perancangan ini sudah memikirkan jenis DBMS yang akan digunakan seperti jenis relasional, maka skema konseptual yang berupa diagram E-R ditransformasikan ke dalam bentuk relasi/tabel.
  1. Perancangan Fisik
Tahapan ini merupakan tahapan terakhir dalam perancangan database, karena perancangan ini sangan sepesifik dengan DBMS yang digunakan. Seperti penentuan tipe data untuk masing-masing kolom dalam setiap tabel harus disesuaikan dengan DBMS yang digunakan.

Referensi :
[1] : Nugroho, Adi. 2011. Perancangan dan Implementasi Sistem Basis Data. Yogyakarta: Penerbit Andi.
[2] : Kadir, Abdul. 2009. Dasar Perancangan dan Implementasi Database Relasional. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Menampilkan Data dari Database dengan Mengklik List/Menu pada PHP


Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mambuat databasenya :


Buat database dengan nama lavi dan buat tabel pegawai.
CREATE TABLE pegawai (
id  int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
nama varchar(30) NOT NULL,
tgl_lahir  date NOT NULL,
tem_lahir  varchar(30) NOT NULL,
PRIMARY KEY (id)
) ENGINE=InnoDB;
Buat sebuah folder aaa pada folder www yang ada pada wampServer dan buat sebuah file index.phpdi dalam folder aaa tersebut. Kemudian buat coding program seperti berikut :



aaa

$host = “localhost”;
$user = “root”;
$pass = “”;
$DB_name = “aaa”;
$conn = mysql_connect($host, $user, $pass);
mysql_select_db($DB_name, $conn) or die(‘Database not found’);
?>
<form name=”frmPegawai” method=”post” action=””>
Pilih Nama Pegawai :
<select name=”pilihPegawai” onclick=”javascript:
var val = frmPegawai.pilihPegawai.value;
if(val!=”){
var data = val.split(‘/’, 2);
frmPegawai.txtTglLahir.value=data[0];
frmPegawai.txtTemLahir.value=data[1];
}else{
frmPegawai.txtTglLahir.value=”;
frmPegawai.txtTemLahir.value=”;
}
“>
<option value=””>-Pilih-

$query = “select id,nama,tgl_lahir,tem_lahir from pegawai”;
$result = mysql_query($query);
while($row = mysql_fetch_array($result)){
?>
 $row[2].”/”.$row[3]; ?>”>
}
?>


Tanggal Lahir :

Tempat Lahir :


Setelah selesai, maka hasil yang didapat adalah seperti berikut :
hasil aaa1
Ketika List/Menu Pilih Nama Pegawai dipilih maka data tanggal lahir dan tempat lahir akan terisi dengan sendirinya, seperti barikut:
hasil aaa2
Demikianlah sedikit ilmu yang bisa saya bagi .....

Teori – SQL (Structure Query Language)

Structured Query Language (SQL) adalah standar bahasa komputer versi ANSI (American National Standards Institute) untuk mengakses dan memanipulasi sistem basis data. Secara garis besar SQL dibagi manjadi dua bahasa tujuan, yakni Data Definition Language (DDL) dan Data ManipulationLanguage (DML). DDL bertujuan untuk mendefinisikan atau menyusun data. Ada beberapa perintah SQL yang ada di DDL, diantaranya adalah :
  1. 1.      CREATE TABLE
Perintah ini digunakan untuk membuat tabel baru di database. Adapun kaidah penulisanya adalah sebagai berikut :
CREATE TABLE nama_table(
nama_kolom_1 tipe_data([ukuran]),
nama_kolom_2 tipe_data([ukuran]),
nama_kolom_n tipe_data([ukuran]));
Contoh :
CREATE TABLE mahasiswa(
nobp varchar(10),
nama varchar(30),
prodi varchar(30));
  1. 2.      ALTER TABLE
Perintah ini digunakan untuk mengubah struktur tabel di database. Adapun bentuk umum penulisanya adalah seperti berikut :
ALTER TABLE nama_tabel
ADD nama_kolom tipe_data;

Contoh :
ALTER TABLE mahasiswa
ADD jurusan varchar(30);
ALTER TABLE nama_tabel
CHANGE nama_kolom_lama nama_kolom_baru tipe_data;

Contoh :
ALTER TABLE mahasiswa
CHANGE jurusan jur varchar(30);
ALTER TABLE nama_tabel
DROP nama_kolom;
Contoh :
ALTER TABLE mahasiswa
DROP jur;
  1. 3.      DROP TABLE
Perintah ini digunakan untuk menghapus tabel yang ada di database. Adapun bentuk umum penulisanya adalah :
DROP TABLE nama_tabel;
Contoh :
DROP TABLE mahasiswa;
Sedangkan DML bertujuan untuk memanipulasi atau mengolah data. Berikut ini beberapa perintah SQL yang digunakan di DML :
  1. 1.      SELECT
Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi tabel yang ada di database. Adapun bentuk umum penulisanya adalah :
SELECT * FROM nama_tabel;
Contoh :
SELECT * FROM mahasiswa;
  1. 2.      INSERT INTO
Perintah ini digunakan untuk memasukkan data ke dalam tabel yang ada di database. Bentuk umum penulisanya adalah sebagai berikut :
INSERT INTO nama_tabel (nama_kolom_1, .. ,nama_kolom_n)
VALUES (‘data_1’,’…’,’data_n);
Contoh :
INSERT INTO mahasiswa(nobp,nama,prodi)
VALUES (‘0901092063’,’Ade’,’MI’);
  1. 3.      UPDATE
Perintah ini digunakan untuk mengubah data di database. Adapun bentuk umum penulisanya adalah :
UPDATE nama_tabel
SET nama_kolom = data_baru
WHERE nama_kolom = data;
Contoh :
UPDATE mahasiswa
SET prodi = ‘TK’
WHERE nobp = 0901092063;
  1. 4.      DELETE
Perintah ini digunakan untuk menghapus data di database. Adapun bentuk umum penulisanya adalah sebagai berikut :
DELETE FROM nama_tabel
WHERE kondisi;
Contoh :
DELETE FROM mahasiswa
WHERE nobp = 0901092063;
Selain perintah-perintah SQL di atas masih banyak perintah SQL yang lainya. Salah satunya perintah dalam penggabungan data antara dua buah tabel atau lebih. Ada beberapa bentuk penggabungan data diantaranya menggunakan JOIN maupun manggunakan operator UNION [12]:
  1. Natural Join
Natural Join adalah penggabungan data dari dua buah tabel yang didasarkan pada kolom dengan nama sama pada kedua tabel. Penggabungan ini mencerminkan hubungan antara kunci tamu dan kunci primer dalam dua buah tabel. Kata kunci yang digunakan adalah NATURAL JOIN, contoh penggunaanya adalah sebagai berikut :
SELECT nama_kota, nama_prov
FROM kota NATURAL JOIN provinsi;
atau
SELECT nama_kota, nama_prov
FROM provinsi NATURAL JOIN kota;
  1. Cross Join
Bentuk paling sederhana dari penggabungan dua buah tabel akan membentuk perkalian kartesian. Yang mana jika jumlah data pada tabel 1 adalah N1 dan jumlah data pada tabel 2 adalah N2, maka hasil perkalian kartesian berupa N1 x N2, seperti pernyataan SQL berikut :
SELECT kota.nama_kota,provinsi.nama_prov
FROM kota,provinsi;
Penyataan di atas bisa juga ditulis menggunakan CROSS JOIN, sehingga menjadi seperti berikut:
SELECT nama_kota,nama_prov
FROM kota CROSS JOIN provinsi;
atau
SELECT nama_kota,nama_prov
FROM provinsi CROSS JOIN kota;
Selain itu, CROSS JOIN dapat diikuti dengan suatu kondisi penggabungan bentuk ON kondisi atau USING (daftar_kolom). Berikut contoh penggunaan ON dan USING pada CROSS JOIN :
SELECT nama_kota,nama_prov
FROM provinsi CROSS JOIN kota
ON kota.kode_prov=provinsi.kode_prov;
dan
SELECT nama_kota,nama_prov
FROM provinsi CROSS JOIN kota
USING (kode_prov);
Pada contoh di atas, ON dan USING membuat perkalian kartesian dibatasi yaitu, hanya yang memenuhi syarat berupa nilai yang sama pada kode_prov.
  1. Inner Join dan Outer Join
Inner Join ialah penggabungan data antara dua buah tabel yang akan menghasilkan baris yang memiliki data pada kedua tabel tersebut, seperti contoh query diatas. Sedangkan Outer Join ialah penggabungan data antara dua tabel yang hasilnya berupa semua baris yang dimiliki oleh salah satu tabel tersebut.
Hal tersebut dapat dilakukan menggunakan NATURAL LEFT JOIN atau menggunakan LEFT JOIN dengan menggunakan kondisi ON atau USING seperti pada CROSS JOIN. Contoh penggunaanya adalah sebagai berikut :
SELECT nama_kota,nama_prov
FROM kota NATURAL LEFT JOIN provinsi;
atau
SELECT nama_kota,nama_prov
FROM kota LEFT JOIN provinsi
ON kota.kode_prov=provinsi.kode_prov;
atau
SELECT nama_kota,nama_prov
FROM kota LEFT JOIN provinsi
USING (kode_prov);
Selain menggunakan kata kunci LEFT juga bisa menggunakan kata kunci RIGHT. Seperti menggunakan NATURAL RIGHT JOIN atau menggunakan RIGHT JOIN dengan kondisi ON atau USING. Berikut contoh penggunaanya :
SELECT nama_kota,nama_prov
FROM kota NATURAL RIGHT JOIN provinsi;
atau
SELECT nama_kota,nama_prov
FROM kota RIGHT JOIN provinsi
ON kota.kode_prov=provinsi.kode_prov;
atau
SELECT nama_kota,nama_prov
FROM kota RIGHT JOIN provinsi
USING (kode_prov);
Hasil query dengan kata kunci LEFT di atas adalah berupa gabungan kedua buah tabel yang menampilkan semua kota meskipun belum memiliki provinsi. Sedangakan hasil query dengan kata kunci RIGHT berupa gabungan kedua buah tabel yang menampilkan semua provinsi meskipun belum memiliki kota.
  1. Operator Union
Operator UNION berguna untuk menggabungkan hasil dari dua buah query tanpa ada baris yang kembar. Berikut contoh penggunaan operator UNION :
SELECT nama_kota,nama_prov
FROM kota NATURAL LEFT JOIN provinsi;
UNION
SELECT nama_kota,nama_prov
FROM kota NATURAL RIGHT JOIN provinsi;
Dengan cara di atas memungkinkan untuk memperoleh semua kota yang tidak punya pasangan nama provinsi, semua provinsi yang memiliki pasangan dalam tabel kota dan sekaligus semua kota yang mempunyai pasangan nama provinsi dalam tabel provinsi.
Referensi :
Wahyudi, Bambang. 2008. Konsep Sistem Informasi dari Bit sampai ke Database. Yogyakarta: 

Friday, June 6, 2014

Cara Menghubungkan Dua Laptop Dengan WiFi



Cara menghubungkan dua laptop dengan wifi harus memperhatikan beberapa langkah-langkah yaitu sebagai berikut :


SETTING PADA LAPTOP PERTAMA 


A. Lihat pada bagian pojok kanan bawah layar desktop Anda, terdapat icon signal dan system try. Untuk lebih jelas, bisa lihat pada gambar di bawah ini.


NB: Jika pada layar desktop tidak terlihat icon signal, Anda bisa mencarinya pada system try, untuk letak dari system try ini bisa dilihat pada gambar pertama diatas. 


NB : Jika didapati tampilan icon signal seperti diatas yaitu terdapat silang merah, itu berarti Anda tidak sedang berada pada area yang terdapat jaringan wifi atau hotspot, yang jelas Anda tidak bisa mengakses wifi di daerah yang tidak terdapat wifinya. Jika ditempat Anda sedang berada terdapat jaringan wifi yang terjangkau oleh sistem, maka gambar signal akan terlihat seperti dibawah ini.

NB : Jika Anda sudah di daerah yang terdapat jaringan wifi tetapi tetapi icon signal tetap bertanda silang merah, maka Anda belum mengaktifkan wireless Anda. Aktifkan wireless Anda dengan menekan Fn + F5 atau F2 sesuai merek laptopmu 

B. Kemudian akan muncul jendela dengan tampilan seperti gambar di bawah, Anda klik saja Open Network and Sharing Center.

C. Di jendela Windows baru, Anda klik Set up a new connection or network.


D. Kemudian akan muncul jendela lagi, Anda scroll ke bawah dan pilih Set up a wireless ad hoc (computer-to-computer) network, lihat tanda panah merah di gambar bawah ini, setelah itu Anda klik Next untuk melanjutkan ke proses selanjutnya.

E. Maka akan jendela Setup an Ad Hoc Network, langsung aja klik Next.

F. Di jendela berikutnya Anda diminta untuk mengisi nama jaringan dan password, silahkan isi dengan nama dan pasword yang Anda inginkan, jangan lupa centang Hide characters dan Save this network, setelah selesai semua klik Next.


NB : Pada Security type terdapat 3 pilihan : No autenthication (Open), di mana semua laptop yang mendapatkan sinyal akan bisa terhubung ke jaringan tersebut tanpa halangan apapun. WEP, dimana semua laptop yang mendapatkan sinyal dan ingin terhubung ke jaringan terlebih dahulu harus memasukkan sandi yang sudah diset sebelumnya.  WPA2-Personal, hampir sama dengan WEP tetapi proteksi dan tingkat kerumitan pada WPA2-Personal lebih tinggi. 

G. Pada saat muncul jendela seperti gambar di bawah ini, tinggal klik Close aja.

H. Sampai di sini Anda sudah berhasil membuat induk dari Ad Hoc yang dibangun, namun masih belum bisa melakukan koneksi dengan laptop lain. Jika Anda mengklik pada icon jaringan di sudut kanan bawah seperti gambar di bawah ini : 

Maka Anda akan melihat terdaoat sebuah koneksi Wireless Network Connection dengan nama My_Connection dan memiliki status Waiting for users, seperti gambar di bawah ini :

I. Langkah selanjutnya adalah memberikan IP Address pada Wireless Adapternya. Caranya klik Windows --> View network status and tasks. Lihat pada gambar di bawah ini :


J. Pada bar kiri jendela Network and Sharing Center, klik Change adapter setting. Klik kanan pada Wireless Network Connection, pilih Properties. Lihat pada gambar di bawah ini :



K. Double klik pada Internet Protocol Version 4 (TCP/Ipv4). Klik Properties lalu centang radio button Use the following IP Address, lalu masukkan IP Address, Subnet mask dan Default gateway nya. Lihat pada gambar di bawah ini :





L. Pada contoh ini, saya menggunakan IP Address: 192.168.1.3, Subnet mask: 255.255.255.0,  dan Default gateway: 192.168.1.1 seperti pada gambar dibawah ini:


M. Setelah itu klik Ok dan Close.

Setting di laptop yang memberikan sinyal (laptop pertama) sudah selesai. Selanjutnya kita beralih pada komputer yang akan meminta koneksi (laptop kedua). Langkah yang harus dilakukan adalah:

SETTING PADA LAPTOP KEDUA :


A. Klik pada icon signal yang ada di kanan pojok bawah, pilih koneksi yang telah Anda buat pada laptop pertama “My Connection”, klik Connect. Lihat pada gambar di bawah ini.


B. Setelah itu masukkan password yang sebelumnya sudah dibuat pada laptop pertama. Lihat pada gambar di bawah ini :


C.  Selanjutnya tinggal setting IP Addressnya beserta Subnet mask dan Default gateway(Cara ini seperti settingan pada laptop pertama). Seperti pada gambar di bawah ini :


D. Setelah itu tinggal klik Ok dan Close.

Setelah semuanya sudah tersetting, maka dua laptop tersebut sudah terhubung.

Manfaat kita menghubungkan dua laptop adalah :

1.   Memudahkan sharing data dan komunikasi.
2.   Mengontrol laptop lain.

Semoga tutorial ini bermanfaat untuk semuanya. 

Sumber: http://tanyadedyaja.blogspot.com/2013/08/cara-menghubungkan-dua-laptop-dengan_31.html

MENGHUBUNGKAN 2 LAPTOP - Via Kabel LAN


Local Area Network biasa disingkat LAN adalah sebuah jaringan yang mencakup wilayah kecil, seperti : kampus, warnet, gedung, kantor, sekolah atau yang lebih kecil. kebanyakan  LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.


Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.


Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi

Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.


Menghubungkan 2 Komputer atau PC dengan kabel Cross, atau biasa orang sebut Crossing…!, yaitu PC ke PC atau LAN Card ke LAN Card tanpa menggunakan Hub atau Switch, bila sudah mengenal konfigurasi LAN dan TCP/IP maka cara menghubungkan 2 Komputer ini tak beda jauh dengan menghubungkan ke beberapa komputer dengan hub.

Pada jaman perkembangan teknologi komputer yang sudah secanggih seperti sekarang ini di mana komputer sudah cukup pasaran seperti makanan ringan dan apa-apa sudah serba networking , apa-apa serba online bahkan kita bisa mengendalikan bisnis cukup dengan Laptop sambil tiduran di kamar. Maka menurut saya para pengguna komputer sedikit banyaknya perlu memahami masalah jaringan atau peng-koneksian antar PC tidak seperti jaman dulu di mana masalah teknis dan networking terbatas hanya di mengerti para IT atau Teknisi.

Jenis koneksi komputer yang secara umum di dukung oleh System-system Operasi versi terakhir saat ini ada 3 jenis yaitu:

1.Infrared Connection - yaitu komputer-komputer yg akan di koneksikan harus mempunyai port infrared (IR), koneksi jenis ini banyak di manfaatkan oleh para pengguna komputer Laptop di mana umumnya laptop di dalamnya sudah terpasang port(IR).

2.Direct Cable Connection - yaitu memanfaatkan port serial atau paralel yang ada di hampir semua komputer memakai kabel paralel atau serial. koneksi jenis ini jaman sekarang sudah jarang sekali di pakai.

3.Ethernet - yaitu menggunakan Ethernet Card yang di pasang dan di install di PC serta kabel UTP sebagai perantara nya, Jenis koneksi yang inilah yang paling populer dan paling banyak di gunakan di mana-mana dari tingkat jaringan kecil sampai jaringan besar. ini yang akan saya bahas di sini.

Secara singkat untuk menghubungkan 2 komputer atau PC atau membuat suatu jaringan komputer kecil atau besar ada 2 hal pokok yang perlu di lakukan:
Pertama menyiapkan perangkat penghubung koneksi seperti: kabel UTP, Hub atau switch, Router (bila di perlukan),…
Kedua memberikan alamat TCP/IP di setiap Ethernet Card PC yang akan di hubungkan.


MENYIAPKAN PERANGKAT PENGHUBUNG

Menghubungkan 2 komputer atau PC langsung tanpa menggunakan hub atau switch dapat dengan mudah dilakukan dengan menyiapkan kabel UTP yang di pasang Connector RJ45 dengan susunan kabel cross, yang merupakan lawan dari kabel straight-through dengan urutan sebagai berikut:



Kabel cross berbeda dengan kabel straight-through karena salah satu ujung yang memancarkan dan menerima ditukar. Komputer yang terhubung ke hub biasanya menggunakan kabel straight-through. Jadi ujung pertama urutan standart (straight) dan pada ujung lainnya kabel pada urutan 1 ditukar 3, dan pada urutan 2 di tukar 6

Kabel 1 Menjadi 3
Kabel 2 Menjadi 6
Kabel 3 Menjadi 1
Kabel 4 Biru
Kabel 5 Biru - garis putih
Kabel 6 Menjadi 3
Kabel 7 Coklat - garis putih
Kabel 8 Coklat

Bila susunan kabel yang di perlukan sudah siap maka tinggal memasukan ke connector RJ45 lalu di tekan dengan Crimp Tool…


Bila susunan kabel yang di perlukan sudah siap maka tinggal memasukan ke connector RJ45 lalu di tekan dengan Crimp Tool…

MEMBERIKAN ALAMAT TCP/IP
Apa IP itu ?


IP adalah “sebuah nomor yang digunakan untuk akses ke Internet atau suatu jaringan komputer. Setiap komputer yang terhubung dengan internet atau jaringan harus memiliki nomor IP yang berbeda (unik).”

IP itu sendiri ditentukan oleh Subnetmask, fungsi dari subnetmask ini adalah untuk membedakan bagian mana dari IP tersebut disebut network dan bagian mana yang disebut dengan host.

Contoh dari subnetmask : 255.255.255.0 atau FF.FF.FF.0 atau dapat ditulis dengan prefix /24 disini cara penulisan yang kita gunakan adalah dengan menggunakan prefix “/” .

IP Address yang sekarang kita gunakan adalah IPv4 (IP version 4 ) yang mendefinisikan 32 bit, berarti hanya 232 (4.294.697.296) alamat IPv4 yang tersedia.

Sebelum memberikan alamat TCP/IP tentu terlebih dahulu harus di pastikan Ethernet Card atau banyak juga menyebut LAN Card harus sudah terpasang dan ter-install Driver-nya di tiap PC yang akan di hubungkan. Mainboard generasi sekarang kebanyakan sudah ada Onboard Ethernet Card nya, bila belum ada bisa di beli dan di pasang serta di install Driver-nya.

Kemudian untuk memberi TCP/IP sekarang kita ambil contoh pada konfigurasi menggunakan Windows XP,untuk OS lain nya kurang lebih juga sama, yang penting kan logika-nya…!

Klik -> start –> Setting –> Network Connections –> klik-kanan Local are Connections–>Properties –> pada jendela Local are Connections Properties : pilih –> Internet Protocol(TCP/IP) –> klik Tab Properties –> lalu pilih : Use the following IP address –>lalu isikan IP address kelas C, seperti gambar di bawah ini:






Seperti gambar di atas IP address PC utama/Server adalah:
IP address:
192.168.0.1 (IP default dari OS Windows)
Subnet mask
255.255.255.0
default gateway:–di kosongkan aja untuk tahap ini–
IP address PC lain/client nya adalah:
IP address:
192.168.0.1 (IP default dari OS Windows)
Subnet mask
255.255.255.0
default gateway
192.168.0.1 ( Boleh juga di tidak di isi ,IP dari PC utama yang nantinya berguna untuk sharing internet). Kemudian sampai tahap ini bila kabel UTP dengan susunan Cross tadi sudah terpasang RJ45 sekarang tinggal mengetes koneksi, yaitu memasukan ujung-ujung Connector RJ45 ke masing-masing Ethernet / LAN Card di PC, lalu bisa di tes dengan cara menge-Ping nya dari menu Run–>klik–>Start–> Run–> ketik –>ping 192.168.0.1 (IP PC utama, yang di ping dari PC lainnya, atau kebalikannya), bila “Reply” maka koneksi “Sukses”…..atau bisa juga di tes langsung melalui Sharing Files, Drive atau Folder…cara untuk sharing ini tentu mudah tinggal –>klik-kanan pada Drive atau folder yang akan di sharing–>Sharing and Security–>lalu pilih Options Sharing.


MEMASANG KABEL UTP YANG SUDAH TERPASANG KONEKTOR KE PC

Setelah kabel utp terpasang konektor, langkah selanjutnya adalah menancapkan kabel utp tersebut ke LAN CARD computer, jika hanya menggunakan dua computer maka pasanglah kabel UTP yg telah terpasang RJ-45 dengan konfigurasi cross-over ke masing-masing komputer, tetapi jika terdiri dari tiga computer atau lebih maka kita harus menggunakan switch/switch dengan topologi kira -kira sebagai berikut :

Gambar di atas merupakan switch atau hub yang terdiri 8 port, yang banyak terdapat dipasaran switch/hub dengan jumlah colokan rj -45 sebanyak 4/8/16/32 port , mengenai pemilihan tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk memasang kabel UTP pada switch, Anda tinggal menancapkan satu konektor RJ -45 yang telah terpasang pada kabel UTP tadi ke salah satu port pada switch/hub dan satunya lagi pada PC. Jika sudah di tancapkan maka akan muncul icon LAN Connected pada system tray computer :

sumber : webgila.com

Cara lain :

Pada bahasan berikut, saya akan sedikit berbagi cara bagaimana menghubungkan 2 laptop menggunakan kabel LAN/UTP. Sebelumnya saya asumsikan kalian sudah menyediakan 2 buah laptop yang dilengkapi dengan port LAN/Ethernet Card dan kabel UTP RJ-45 tipe cross-over (untuk menghubungkan 2 perangkat bertipe sama). Jika kalian belum mengetahui keduanya, silahkan cari dulu di Google.

UTP RJ-45 Cross-over
UTP RJ-45 Cross-over
Port LAN/Ethernet Laptop
Port LAN/Ethernet Laptop


Praktik:
  1. Hubungkan kedua laptop menggunakan kabel seperti skema gambar berikut. Kita asumsikan laptop A sebelah kiri dan laptop B sebelah kanan. 
  2. Menghubungkan 2 Laptop Menggunakan Kabel LAN (UTP)
    Peer to Peer 2 Komputer
  3. Setelah koneksi fisik kita lakukan, langkah selanjutnya adalah menyetel IP Address di masing-masing laptop. Set IP Address di laptop A dengan cara klik ikon koneksi di tray icon seperti pada gambar berikut.
    Menghubungkan 2 Laptop Menggunakan Kabel LAN (UTP)
    Membuka Pusat Network dan Berbagi
  4. Lalu klik Local Area Connection
    Menghubungkan 2 Laptop Menggunakan Kabel LAN (UTP)
    Memilih Tipe Akses
  5. Lalu klik Properties
    Menghubungkan 2 Laptop Menggunakan Kabel LAN (UTP)
    Jendela Status LAN
  6. Klik pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IP)
  7. Klik Properties seperti pada gambar berikut
    Menghubungkan 2 Laptop Menggunakan Kabel LAN (UTP)
    Properti pada LAN
  8. Pilih Use the following IP address
  9. Isikan IP Address-nya, contoh 192.168.0.1
  10. Klik OK
    Menghubungkan 2 Laptop Menggunakan Kabel LAN (UTP)
    Properti pada IP v4 (TCP/IP)
  11. Sekarang kita juga harus setting IP Address di laptop B, caranya sama dari nomor 2-9. Pada langkah ke-9 IP address-nya samakan saja dengan laptop A karena 1 host dan hanya berubah pada indeks IP-nya.
  12. Jadi untuk laptop B kamu bisa mengisi pada IP address: 192.168.0.2
    Menghubungkan 2 Laptop Menggunakan Kabel LAN (UTP)
    Setting IP address pada Laptop B
  13. Klik OK
Setelah menyetel IP address pada masing-masing laptop seperti semua langkah di atas, kita dapat memastikan bahwa kedua laptop tadi dapat saling berkomunikasi. Periksa koneksi antarlaptop tadi dengan melakukan ping seperti cara berikut.
  1. Matikan dulu firewall kedua laptop (masuk Control Panel → Windows Firewall → Turn off Windows Firewall).
  2. Ping dari laptop A ke laptop B: tekan tombol Start → ketik cmd → Enter → tampil jendela Command Prompt warna hitam → ketik ping 192.168.0.2 → Enter → harus ada jawaban dari laptop B
    Menghubungkan 2 Laptop Menggunakan Kabel LAN (UTP)
    Perintah Ping dari Laptop A ke Laptop B
  3. Lakukan juga ping dari laptop B ke laptop A dengan cara di atas, hanya saja perintah pada Command Prompt: ping 192.168.0.1

semoga berhasil .... 

Followers

  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP