Tuesday, April 16, 2013

Jenis - Jenis Kabel Jaringan

1. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Secara fisik terdiri atas empat pasang kawat medium. Setiap pasang dipisahkan oleh lapisan pelindung. Kabel UTP mempunyai karakteristik sebagai berikut :
      • Kecepatan dan keluaran 10 s/d 100 Mbps
      • Biaya rata-rata per node murah
      • Media dan ukuran konektor kecil
      • Panjang kabel maksimal yang diizinkan yaitu 100 meter
Kabel UTP mempunyai banyak keunggulan, selain mudah dipasang, ukurannya kecil dan hargahya juga lebih murah dibandingkan dengan media lain. Kekurangan kabel UTP yaitu rentan efek interferensi elektromagnetik yang berasal dari media atau perangkat lainnya. Akan tetapi, pada prakteknya para administrator jaringan banyak menggunakan kabel ini sebagai media yang efektif dan dapat diandalkan. Kabel UTP terdiri dari delapan pin warna (seperti pada gambar), dimana terdapat dua tipe kabel yang umum, yaitu kabel straigh-trough digunakan untuk menghubungkan sebuah hub dengan switch dan kabel cross-over digunakan untuk menghubungkan dua buah komputer secara pair to pair tanpa hub ataupun switch. konektor yang digunakan adalah konektor RJ 45 seperti gambar di bawah.
Teknik Pengkabelan
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa dalam pemasangan kabel UTP ada dua tipe yaitu  straight-through dan cross over. Pada gambar berikut akan dijelaskan teknik pemasangannya.

2. Kabel Koaksial

Kabel koaksial terdiri atas konduktor silindris melingkar yang mengelilingi sebuah kabel tembaga inti yang konduktif. Kabel koaksial dapat digunakan tanpa banyak membutuhkan bantuan repeater sebagai penguat untuk komunikasi jarak jauh. Kabel koaksial memiliki ukuran beragam. Diameter yang besar memiliki transmisi panjang dan menolak noise. Nama lain dari kabel ini adalah kabel thicknet. Kabel ini sangat populer untuk LAN karena memiliki bandwidth yang lebar, sehingga dapat anda gunakan untuk komunikasi broadband (multiple channel). Contoh kabell koaksial dalam kehidupan sehari-hari yaitu :  kabel TV, thin10Base5 yang biasanya digunakan untuk kabel backbone pada instalasi jaringan antar gedung. Konektor yang digunakan adalah BNC dan T.
konektor BNC
Kabel koaksial memiliki beberapa karakteristik yaitu :
      • Kecepatan dan keluaran 10 - 100 Mbps
      • Biaya rata-rata per node murah
      • Media dan ukuran konektor medium
      • Panjang kabel maksimal yang di izinkan yaitu 500 meter
Jaringan dengan menggunakan kabel koaksial merupakan jaringan dengan biaya rendah, namun jangkauannya sangat terbatas dan kehandalannya juga sangat terbatas. Kabel koaksial pada umumnya digunakan pada topologi bus dan ring.

3. Kabel Fiber Optik

Kabel Fiber Optic adalah, tipis fleksibel, transparan serat yang bertindak sebagai Waveguide, atau "pipa cahaya", untuk mengirimkan cahaya antara kedua ujung serat. Serat optik banyak digunakan dalam komunikasi serat optik, yang memungkinkan transmisi jarak yang lebih jauh dan pada bandwidth yang lebih tinggi (kecepatan data) dari bentuk-bentuk komunikasi lainnya. Serat yang digunakan sebagai pengganti kawat logam karena sinyal perjalanan bersama mereka dengan kerugian kurang dan juga kebal terhadap interferensi elektromagnetik. Serat juga digunakan untuk penerangan, dan dibungkus dalam bundel sehingga mereka dapat digunakan untuk membawa gambar, sehingga memungkinkan melihat di ruang sempit. Serat yang dirancang khusus digunakan untuk berbagai aplikasi lain, termasuk sensor dan laser serat. Jenis kabel fiber optik merupakan kabel jaringan yang jarang digunakan pada instalasi jaringan tingkat menengah ke bawah. Pada umumnya, kabel jenis ini digunakan pada instalasi jaringan yang besar dan pada perusahaan multinasional serta digunakan untuk antar lantai atau antar gedung. Kabel fiber optik merupakan media networking medium yang digunakan  untuk transmisi-transmisi modulasi. Fiber Optic harganya lebih mahal dibandingkan media lain. Konektor yang digunakan adalah FC(Fiber Connection), SC(Subsciber Connector), ST(Straight Tip) dan Biconic.
jenis-jenis konektor fiber optik

Beberapa keuntungan menggunakan kabel ini adalah :
      • Kabel fiber optik beroperasi pada kecepatan tinggi
      • Bandwidth fiber optic mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar.
      • Distance yaitu sinyal -sinyal dapat ditransmisikan  lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan  refresh atau diperkuat
      • Kabel-kabel fiber optik mempunyai biaya alternatif murah.
Fiber Optic mempunyai beberapa karakteristik, yaitu :
      • Kecepatan dan keluaran lebih dari 100 Mbps
      • biaya rata-rata per node mahal
      • Media ukuran konektor kecil
      • Panjang kabel maksimal yang diizinkan yaitu 2 KM.

sumber: 

0 comments:

Post a Comment

Followers

  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP