Saturday, May 11, 2013

OSI Model

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).

OSI Model juga bisa diartikan sebagai model kerangka kerja yang diterima secara global bagi pengemmbangan standar yang lengkap dan terbuka. Model OSI membantu menciptakan standar terbuka antara sistem untuk saling berhubungan dan saling berkomunikasi terutama dalam bidang teknologi informasi.

Model refrensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh The International Standards rganization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi International yang digunakan pada berbagai layer.

Model refrensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik, seperti yang dijelaskan dibawah ini:

Artikel Mengenai OSI Model
  1. Physical Layer
    Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirm data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit juga, dan bukan 0 bit. Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface procedural, dan media fisik yang berada di bawah laposan fisik.
  2. Data Link Layer
    Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan ke network layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecah-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte). Kemudian data link layer mentransmisikan frame tersebut secara berurutan, dan memproses acknowled- gament frame yang dikirim kembali oleh penerima. Masalah-masalah lainnya yang timbul pada data link layer (data juga sebagian besar layer-layer di atasnya) adalah mengusahakan kelancaran proses pengiriman data dari pengiriman yang cepat ke penerima yang lambat. Mekanisme pengaturan lalulintas data harus memungkinkan pengirim mengetahui jumlah ruang buffer yang dimiliki penerima pada suatu saat tertentu. Secara umum tugas komunikasi data adalah:
    1. Framing : Membagi bit stream yang diterima dari lapisan network menjadi unit-init data yang disebut frame.
    2. Physical Addresing : Definisi identitas pengirim data / atau penerima yang ditembahkan dalam header.
    3. Flow Control : Melakukan tindakan untuk membuat stabil laju bit jika rate atau laju bit stream berlebih atau berkurang.
    4. Error Control : Penambahan mekanisme deteksi dan retransmisi frame-frame yang gagal terkirim.
    5. Communication Control : Menentukan device yang harus dikendalikan pada saat tertentu jika ada dua koneksi yang sama.
  3. Network Layer
    Network Layer berfungsi untuk mengendalikan operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya untuk menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuan. Bila pada saat yang sama dalam sebuah subnet terdapat terlalu banyak paket, maka ada kemungkinana paket-paket tersebut tiba pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat terjadinya bottleneck. Pengendalian kemacetan seperti ini juga merupakan tugas Network Layer, memungkinkan jaringan-jaringan yang ada berbeda seperti protocol yang berbeda, pengalamatan dan arsitektur jaringan yang berbeda untuk saling terintekoneksi. Secara tugas utama dari network dalam proses komunikasi data adalah:
    1. Logical Addresing : Pengalamatan secara logis ditambahkan pada header lapisan network. Pada jaringan TCP?IP pengelamatan ligis ini dikenal dengan sebutan IP Address.
    2. Routing : Hubungan antara jaringan yang membentuk internet-work membutuhkan metode jalur alamat agar paket dapat ditransfer dari satu device yang berasal dari jaringan satu menuju device lain pada jaringan yang lain. Fungsi routing didukung oleh routing protocol yaitu protocol yang bertujuan mencari jalan terbaik meuju tujuan dan tukar-menukar informasi tentang topologi jaringan dengan router yang lainnya.
  4. Transport Layer
    Fungsi dasar transport layer adalah menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semuanya potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.
  5. Session Layer
    Session Layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lain. Selain session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing sistem atau untuk memindahkan file dari satu mesin ke mesin lainnya.
  6. Presentation Layer
    Presenstation Layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Presentation layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. Presentation layer memperhatikan syntax dan sementik informasi yang dikirimkan contoh layanan presentation adalah encoding data.
  7. Application Layer
    Application layer memiliki fungsi untuk menentukan terminal virtual jaringan abstrak, sehingga editor dan program-program lainnya dapat ditulis agar saling bersesuaian. Untuk menangani setiap jenis terminal, satu bagian software harus ditulis untuk memetakan fungsi terminal virtual jaringan ke terminal sebenarnya. Fungsi application layer lainnya adalah pemindahan file. Sistem file yang satu dengan yang lainnya memiliki konvensi penamaan yang berbeda, cara menyatakan baris-baris teks yang berbeda, dan sebagainya. Perpindahan file dari sebuah sistem ke sistem lainnya yang berbeda memerlukan penanganan untuk mengatasi adanya ketidak kompatibelan ini. Tugas application layer, seperti pada surat elektornik, remote job entry, directory lookup, dan barbagai fasilitas bertujuan umum dan fasilitas bertujuan khusus lainnya. Protocol-protocol yang terdapat pada lapisan aplikasi diantaranya adalah FTP, SMTP, dan HTTP.
Sumber: http://prakian.blogspot.com/2013/02/artikel-mengenai-osi-model.html

0 comments:

Post a Comment

Followers

  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP