Tuesday, May 8, 2012

Konsep Sinyal Digital

Untuk memperdalam komponen sinyal, maka dilihat dari fungsi waktu, sinyal elektromagnetik dapat dibedakan menjadi sinyal kontinyu dan diskrit. Sinyal kontinyu mengalami perubahan intensitas sedikit demi sedikit sehingga tidak mengalami putus atau berhenti, sedangkan sinyal diskrit memiliki intensitas yang konstan pada harga tertentu dan pada saat yang lain berada pada harga konstan yang lain. Sinyal kontinyu dapat dipakai untuk mewakili speech dan sinyal diskrit dapat dipakai untuk mewakili biner 1 dan 0.
Sinyal periodik adalah sinyal yang mengalami pengulangan bentuk yang sama pada selang waktu tertentu. Dimana konstanta T adalah periode pengulangan sinyal, dengan T harganya jauh lebih kecil dari batas waktu sinyal tersebut. Gelombang sinus dapat disusun oleh tiga parameter,yaitu amplitudo(A), frekuensi(f), dan phase(p). Pada kenyataannya suatu sinyal elektromagnetik terdiri atas berbagai frekuensi, sehingga spektrumnya akan melebar sebanyak frekuensi yang terdapat pada sinyal tersebut. Secara umum gelombang digital memiliki bandwidth yang tidak terbatas, sehingga pada praktisnya maka media transmisi akan membatasi bandwidth sinyal yang dapat dikirimkan, dengan membatasi bandwidth maka menyebabkan sinyal terdistorsi, yang dapat mengakibatkan receiver kesulitan untuk menerjemahkan sinyal yang diterima. Pada saluran transmisi biasa yang berarti bandwidthnya terbatas jika sinyal digital akan ditambah unjuk kerjanya dengan cara meningkatkan S/N akan mengurangi bit-rate, dan bila menambah bit-rate akan memperbesar terjadinya error.
Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai nilai 0 dan 1. Sinyal digital tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Terkadang sinyal digital disebut juga sinyal diskrit, namun keduanya berbeda. Sebuah sinyal diskrit atau sinyal waktu diskrit adalah time series, sinyal waktu diskrit bukan fungsi waktu kontinu argument tetapi merupakan suatu urutan kuantitas yaitu fungsi lebih dari satu domain diskrit bilangan bulat.Setiap nilai dalam urutan disebut sampel. Ketika sebuah sinyal waktu diskrit adalah sebuah urutan yang sesuai dengan seragam spasi kali, ia memiliki tingkat sampling yang terkait, laju sampling tidak terlihat dalam urutan data sehingga dapat berhubungan sebagai item data yang terpisah. Sebuah sinyal digital adalah sinyal diskrit-waktu yang hanya mengambil seperangkat nilai diskrit.Ini biasanya berasal dari sinyal digital yang telah terkuantisasi. Alasan menggunakan sinyal diskrit dibanding sinyal analog adalah sistem digital terprogram memiliki fleksibilitas dalam merancang-ulang operasi-operasi pemrosesan sinyal digital hanya dengan melakukan perubahan pada program yang bersangkutan. Pemrosesan sinyal digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik. Sinyal-sinyal digital dapat disimpan pada media magnetik (berupa tape atau disk) tanpa mengalami pelemahan atau distorsi data sinyal yang bersangkutan. Metode-metode pemrosesan sinyal digital juga membolehkan implementasi algoritma-algoritma pemrosesan sinyal yang lebih canggih. Implementasi sistem digital pemrosesan sinyal lebih murah dibandingkan secara analog. Kelebihan-kelebihan pemrosesan sinyal digital yang telah disebutkan sebelumnya menyebabkan pemrosesan sinyal digital lebih banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. Misalnya, aplikasi pengolahan suara pada kanal telepon, pemrosesan citra serta transmisinya, dalam bidang seismologi dan geofisika, eksplorasi minyak, deteksi ledakan nuklir, dan lain sebagainya. Namun implementasi digital tersebut memiliki keterbatasan, dalam hal kecepatan konversi A/D dan pengolah sinyal digital yang bersangkutan.

Post a Comment

Followers

  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP