Sunday, March 29, 2009

Menyambut Paskah


KEMATIAN Adalah Gerbang Menuju KEHIDUPAN

KEHIDUPAN Tuhan Yesus adalah satu-satunya biografi yang tidak berakhir pada kematian. Satu-satunya catatan kehidupan manusia yang memuat peristiwa-peristiwa yang penuh sukacita sesudah pasal terakhir. Injil Matius merupakan satu gambaran pendek tentang biografi Tuhan Yesus. Tetapi, kisah sependek itu telah mencakup kelahiran, kehidupan dan kematianNya. Termasuk penguburanNya.

Sahabat-sahabat Tuhan Yesus telah meminta jenazahNya dan dengan hati-hati meletakkannya di dalam kubur. Prajurit Romawi telah menutup dan menyegel pintu kuburNya sesuai dengan Hukum Romawi. Di sinilah akhir biografi manusia yang dicatat dalam Injil Matius Bab 27.

Kemudian secara ajaib kita menemukan satu bab lagi! Pasal itu ada, sebab untuk pertama kali dalam sejarah umat manusia, penulis perlu mengeluarkan penanya lagi dan menambahkan satu bab baru. Bukan sebagai keterangan tambahan. Bukan catatan kaki. Bukan kesimpulan. Bukan komentar redaktur atau pujian manusia. Melainkan kelanjutan biografi yang otentik dari seorang manusia yang telah mati dalam bab yang sebelumnya. 

Manusia itu berbicara, makan dan berjalan bersama teman-temanNya di jalan menuju Emaus. Membagikan kebenaran tentang Kerajaan Allah. Manusia itu mengutus teman-temanNya pergi ke seluruh dunia mengabarkan Injil.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Musuh-musuhNya telah menyegel kuburanNya dan menuliskan kata “Selesai”. Mereka merasa puas dan takkan mendengar lagi tantangan dari Manusia itu tentang dosa dan egoisme mereka.

Manusia itu hidup lagi. Murid-muridNya melihatNya. MendengarNya. Bahkan menyentuhNya. Dia memanggil kawan-kawanNya dan memanggang ikan di pantainserta bertanya,”Anak-anak, kamu punya lauk pauk? Aku punya makanan untuk sarapan kalian”

Sesungguhnya, hal-hal di atas merupakan satu bab baru. Sekarang, ada kepastian tentang kemenangan atas kematian. Kematian yang menyerang setiap insan. Tuhan Yesus hdup kembali. Ia telah mengalahkan kematian. Matius telah menambahkan satu pasal lagi dalam tulisannya karena Tuhan Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Dia tak ada lagi dalam kubur.

Arti Yesus Bangkit Kembali Bagi Kita

Mari kita melihat kehidupan Rasul Paulus. Alkitab banyak menceritakan tentang Paulus. Ia menerima pendidikan dari guru-guru terbaik. Ia menjadi anggota Sanhedrin bangsa Yahudi. Ia menjadi anggota kaum Farisi Ortodoks, satu mazhab (aliran / golongan) yang paling keras dari golongan Farisi.

Tapi, saat dalam perjalan ke Damaskus, tiba-tiba dia bertobat dan percaya serta beriman kepada Dia yang dulu sangat dibencinya. Ia dipenuhi Roh Kudus kemudian diutus dan dikirim ke mana-mana memberitakan Firman Tuhan , mendirikan gereja-gereja baru yang sifatnya memberi semangat. Sampai pada suatu hari ia diseret ke pengadilan. Dibebaskan, ditangkap lagi, diadili dan ia dijatuhi hukuman. Kepada kawanNya, Timotius ia menulis surat yang isinya sebagai berikut, ”Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik, aku telah mencapai garis akhir”. Sesuai dengan logika kematian, kata selanjutnya adalah “Tamat”. Sebab setelah itu, Paulus berlutut di batu pemancungan di penjara Romawi. Pedang algojo kemudian memisahkan kepala Paulus dari tubuhnya. Namun, Paulus membicarakan masa depannya dengan menulis,”Aku telah mencapai garis akhir....... Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil pada hariNya” (II Tim 4 : 6 – 8 ). Dengan kata lain, Paulus menulis,”Semua penderitaan dan deraan itu memang menjadi bagian dari hidup manusia. Tetapi, aku akan pergi kepada hal yang lebih baik dan abadi”

Sama seperti Paulus, orang-orang Kristen percaya bahwa padanya ada bab lain, karena Tuhan Yesus hidup. KIta berdiri seiman dan pengharapan dengan para sahid dan orang suci lain yang dengan gigih yakin akan adanya bab baru, sesudah bab terakhir. Yaitu, kehidupan yang abadi.

Saat akhir hayatNya, Yesus mengungkapkan ada hari esok. Inilah yang menimbulkan sukacita Kristiani. Masih ada hari esok bagi anak-anak Allah, karen masih ada hari esok juga buat Tuhan Yesus Kristus.

Rasul Paulus menulis,”Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini”. (I Tesalonika 5 : 16 – 18).

Betapa hebatnya penghiburan itu! Itu, adalah satu janji kepada setiap orang Kristen yang terpaksa berpisah dengan kekasih-kekasihnya di dalam Kristus, karena mereka telah dipanggil Tuhan. Anda akan bertemu dia lagi! Masih ada satu bab lagi. Satu bab yang tidak berkesudahan. (Bahan: Kapenews/GI Sadrakh A.)

0 comments:

Post a Comment

Followers

  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP