Thursday, May 29, 2014

Mengenal Fungsi (function) Visual Basic 6


Ketik Visual Basic! - Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai Mengenal Fungsi (function) Visual Basic 6 yang akan dibagi dalam beberapa bagian. Bisa dikatakan bahwa fungsi atau akan kita tulis function adalah sebuah prosedur biasa tetapi mempunyai sebuah tujuan utama mengolah data dan menampilkannya sesuai dengan hasil olahan fungsi tersebut. Ada dua macam fungsi di dalam visual basic yaitu built-in functions (atau internal functions) dan fungsi yang dibuat oleh seorang programmer untuk tujuan tertentu.

Fungsi visual basic ditulis dalam bentuk

                  NamaFungsi (argument)

Argumen adalah nilai yang akan dilewatkan kedalam fungsi untuk diolah menjadi sebuah keluaran (output). Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar dua macam bentuk dasar internal function yaitu MsgBox() dan InputBox().

MsgBox ( ) Function

MsgBox ( ) function mempunyai fungsi utama adalah menampilkan kotak pesan atau peringatan yang berisi sebuah tombol pilihan sebelum lanjut menuju langkah berikutnya. MsgBox ( ) function mempunyai format sebagai berikut:

                   PesanAnda = MsgBox (Prompt, StyleValue, Title)

Untuk penjelasannya adalah sebagai berikut, argumen pertama adalah Prompt yang akan menampilkan pesan di dalam kotak pesan dan disinilah informasi dapat diberikan kepada user (pengguna), StyleValue adalah jenis kotak pesan (MsgBox) yang akan ditampilkan, untuk lebih jelasnya silahkan lihat table macam-macm MsgBox, dan terakhir adalah Title yaitu bagian yang akan menampilkan judul kotak pesan.

Style ValueName ConstantButton Displayed
0vbOKOnlyOK button
1vbOKCancelOK dan Cancel button
2vbAbortRetryIgnoreAbort, Retry dan Ignore button
3vbYesNoCancelYes, No dan Cancel button
4vbYesNoYes dan No button
5vbRetryCancelRetry dan Cancel button

Kita dapat mengganti nilai StyleValue dengan sebuah nama konstanta (name constant) agar lebih mudah pembacaannya. Beriktu adalah contoh penggunaannnya Pesan = MsgBox ("Klik OK untuk proses selanjutnya" , 1, "Proses verifikasi") atau  Pesan = MsgBox ("Klik OK untuk proses selanjutnya" , vbOKCancel, "Proses verifikasi"). Pesan adalah sebuah variabel yang menyimpan nilai ketika kita mengoperasikan MsgBox ( ) function. Besarnya nilai ditentukan oleh tipe button atau tombol yang diklik oleh user dan dideklarasikan didalam bentuk tipe data integer. Untuk mengetahui nilai masing-masing tipe tombol atau button bisa melihat tabel berikut ini.

ValueName ConstantButton Clicked
1vbOKOK button
2vbCancelCancel button
3vbAbortAbort button
4vbRetryRetry button
5vbIgnoreIgnore button
6vbYesYes button
7vbNoNo button

Contoh penggunaan MsgBox ( ) function

1. Buat sebuah user interface sebagai berikut

Penggunaan Aplikasi Kotak Pesan

2. Buat sebuah kode program seperti berikut,

Private Sub Command1_Click()
Dim pesan As Integer
pesan = MsgBox("Tekan Ok untuk proses selanjutnya", vbOKCancel, "Aplikasi MsgBox (Title)")

If pesan = 1 Then
    Label1.Caption = "Anda baru saja menekan tombol OK - Succesful"
Else
    Label1.Caption = "Anda baru saja menekan tombol Cancel - Fail"
End If
End Sub

3. Coba jalankan dengan menekan tombol F5 dan test aplikasi diatas maka akan muncul sebuah MsgBox seperti gambar berikut

Aplikasi Kotak Pesan (MsgBox)

4. Agar kotak pesan dapat menampilkan sifat kepentingannya maka kita dapat menambahkan beberapa icon seperti berikut ini

5. Untuk melihat aplikasinya silahkan modifikasi program pada langkah ke 2 menjadi seperti berikut,

Private Sub Command1_Click()
Dim pesan As Integer
pesan = MsgBox("Tekan Ok untuk proses selanjutnya", vbYesNoCancel + vbExclamation, "Aplikasi MsgBox (Title)")

If pesan = 6 Then
    Label1.Caption = "Anda baru saja menekan tombol Yes"
ElseIf pesan = 7 Then
    Label1.Caption = "Anda baru saja menekan tombol No"
Else
    Label1.Caption = "Anda baru saja menekan tombol Cancel - Fail"
End If
End Sub

6. Dan kotak pesan akan menjadi lebih informatif seperti gambar berikut

Penggunaan Aplikasi Kotak Pesan dengan Icon


InputBox ( ) Function

InputBox ( ) function mempunyai tugas utama untuk menampilkan sebuah window yang berisi sebuah inputan nilai. Format dasar InputBox ( ) adalah sebagai berikut,

                         PesanAnda = InputBox (Prompt, Title, default_text, x-position, y-position)

PesanAnda adalah sebuah variabel data yang dapat berbentuk berbagai macam tipe data dan tetapi secara default dideklarasikan sebagai tipe data string yang menerima masukan dari seorang user. Argument InputBox ( ) dapat dijelaskan sebagai berikut,

  • Prompt adalah pesan yang ditampilkan dalam kotak input
  • Title adalah judul kotak input
  • default_text berisi sebuah text yang akan tampil pada awal kotak input dijalankan
  • x-position dan y-position adalah letak kotak input di dalam sebuah layar komputer

Contoh Penggunaan InputBox ( )

1. Buat sebuah user interface seperti berikut,

Penggunaan Aplikasi InputBox

2. Buat sebuah kode program seperti berikut,

Private Sub Command1_Click()
Dim pesan As String
pesan = InputBox("Masukkan pesan Anda", "Aplikasi InputBox (Title)", "Masukkan pesan Anda di sini", 1400, 600)

If pesan <> "" Then
    Label1.Caption = pesan
Else
    Label1.Caption = "Tidak Ada Pesan"
End If
End Sub

3. Coba jalankan aplikasi dengan menekan tombol F5 dan lakukan testing terhadap input pesan seperti gambar berikut (Klik tombol Input Pesan >> Masukkan Pesan >> Klik OK)

Aplikasi InputBox

4. Maka akan ditampilkan sebuah pesan di dalam user interface seperti berikut (sesuai dengan algoritma program)

Penggunaan Aplikasi InputBox

5. Selesai, Selamat mencoba.

Sekian posting blog atau sharing informasi mengenai Mengenal Fungsi (function) Visual Basic 6 bagian pertama yang dapat disampaikan. Jika masih terdapat ketidak jelasan materi atau tulisan maka bisa berbagi informasi melalui form komentar yang ada di bawah ini. 


Fungsi (Function) Visual Basic 6 

Ketik Visual Basic! - Fungsi matematika sangat penting dan berguna dalam pemrograman karena kita akan sering berhubungan dengan konsep matematika seperti peluang atau probability, variabel, logika matematika, perhitungan, koordinat, time interval dan lain sebagainya. Fungsi matematika yang secara umum di dalam visual basic adalah RndSqrIntAbsExpLogCos,SinTanAtnFix, dan Round.

Sebelum kita melanjutkan ke pembahasan yang lebih dalam mungkin ada baiknya jika para pengunjung bisa membaca terlebih dahulu bab sebelumnya tetapi jika sudah membaca dan ingin membaca maka ayuk silahkan saja ikuti penjelasan berikut ini.

Rnd Function (Fungsi acak)

adalah sebuah fungsi yang sangat akan banyak kita gunakan di dalam pemrograman ketika bergelut dengan masalah peluang atau probability. Rnd function akan memberikan nilai antara 0 dan 1, sebagai contoh adalah aplikasi di bawah ini, kita akan mendapatkan 10 angka acak antara 0 dan 1. Randomize timer adalah hal yang sangat peenting disini (aplikasi) karena akan mengacak proses yang sedang berlangsung.

Contoh 1 Rnd Function


Private Sub Form_Activate()
Randomize Timer
For x = 1 To 10
    Print Rnd
Next x
End Sub


Contoh 1 Rnd Function

Perlu diketahui bahwa nomor acak (Rnd) di dalam bentuk aslinya tidak terlalu berguna di dalam pemrograman selama belum kita rubah kedalam bentuk tipe data integer. Sebagai contoh ketika kita ingin mengacak angka yang keluar dari bilangan angka 1 sampai 6 maka kita harus mengubahnya dengan menggunakan format Int(Rnd*6)+1. Untuk lebih jelasnya mari kita ikuti contoh berikut.

Contoh 2 Rnd Function Buat Nilai Acak 1 - 6

Di dalam contoh ini Int(Rnd*6) akan menghasilkan angka antara 1 sampai 5 karena fungsi Int akan memotong angka dibelakang koma dan mengembalikannya menjadi tipe data integer. Setelah ditambah dengan angka 1 maka fungsi nomor acak akan menghasilkan angka diantara angka 1 sampai 6 setiap kali klik tombol acak. Sebagai ilustrasi perhitungan bisa kita asumsikan bahwa nilai terbesar muncul adalah 0.98, setelah itu dikalikan dengan dengan angka 6 maka akan menghasilkan Int(5.88) dan akan dirubah menjadi 5, setelah ditambah 1 akan menghasilkan nilai 6.

Untuk lebih jelasnya kita buat sebuah aplikasi yang akan menampilkan angka 1 sampai 6 seperti contoh berikut,

1. Buat sebuah user interface seperti berikut

contoh aplikasi rnd function

2. Buat sebuah programnya seperti berikut,

Private Sub Command1_Click()
Randomize Timer
angka = Int(Rnd * 6) + 1
Label1.Caption = angka
End Sub

Contoh 3 Rnd Function Crack Password 4 Digit Angka

1. Buat user interface seperti berikut,

Aplikasi crack password


2. Buat sebuah program seperti berikut,


Dim password As Integer
Dim crackpass As Integer
Dim x As Integer

Private Sub Command1_Click()
Timer1.Enabled = True
End Sub

Private Sub Form_Load()
password = 5689
crackpass = 0
End Sub

Private Sub Timer1_Timer()
x = x + 1
If x < 10 Then
Label1.Visible = True
Label1.Caption = "Please wait..."
Randomize Timer
crackpass = Int(Rnd * 9000) + 1000
Text1.Text = crackpass
Else
generate
End If 
End Sub

Private Sub generate()
While crackpass <> password
Randomize Timer
crackpass = Int(Rnd * 9000) + 1000
Text1.Text = crackpass
Wend
Timer1.Enabled = False
Text1.Text = crackpass
Label1.Visible = True
Label1.Caption = "Password Cracked! Login Successful!"
Timer1.Enabled = False
End Sub

Numeric Function

Yang dimaksud numeric function antara lain adalah Int, Sqr, Abs, Exp, Fix, Round, dan Logyang dapat dijelaskan seperti berikut,
  1. Int adalah sebuah fungsi yang akan merubah angka desimal menjadi angka bulat atau integer dengan cara memotong angka dibelakang koma dan menghasilkan nilai yang lebih kecil dari nilai sebenarnya. Contoh Int(2.88) = 2, Int(-3.55) = -4, Int(0.002) = 0 dan lain sebagainya. 
  2. Sqr adalah sebuah fungsi akar kuadrat atau square root sebuah angka. Contoh Sqr(4) = 2,Sqr(49) = 7 dan lain sebagainya.
  3. Abs adalah sebuah fungsi yang akan menghasilkan angka mutlak atau absolut sepertiAbs(-9) = 9, Abs(9) = 9 dan lain sebagainya
  4. Exp adalah sebuah fungsi exponensial, misalnya Exp(x) = ex sebagai contoh Exp(1) = e=2.7182818284590
  5. Fix adalah sebuah fungsi yang sama dengan integer yaitu membulatkan atau menghilangkan angka dibelakang koma tetapi mempunyai perbedaan ketika memotong nilai negatif yaitu fungsi Fix akan membulatkan angka negatif menjadi lebih besar dari nilai sebenarnya. Misalnya Int(-3.55) = -4, Fix(-3.55) = -3
  6. Round adalah sebuah fungsi untuk melakukan pembulatan keatas dengan menentukan jumlah decimalnya. Format fungsi Round adalah Round(m, n) yang akan membulatkan angka m sebanyak n decimal. Contoh Round(7.2568 , 2) = 7.26
  7. Log adalah fungsi logaritma sebagai contoh Log(10) = 2.302585

Contoh Aplikasi Numeric Function

Pada aplikasi ini akan menggunakan pengulangan Do Loop dan Rnd function (fungsi acak) untuk menampilkan 10 angka acak. Pernyataan x = Round(Rnd*7, 7) akan menghasilkan angka antara 0 - 7 dengan 7 angka decimal. Dengan menggunakan koma diantara nama (item) maka akan menghasilkan sebuah kolom seperti Print " n", "x", "Int(x)", "Fix(x)", "Round(x, 4)".

1. Buka sebuah form di dalam vb 6
2. Tulisakan kedalam jendela program kode berikut,


Private Sub Form_Activate ()
n = 1
Print " n", " x", "Int(x)", "Fix(x)", "Round(x, 4)"
Do While n < 11
Randomize Timer
x = Round (Rnd * 7, 7)
Print n, x, Int(x), Fix(x), Round(x, 4)
n = n + 1
Loop
End Sub

3. Jalankan apliksi dengan tekn F5

aplikasi math function

Trigonometri Function

Secara umum fungsi trigonometri adalah sin, Cos, Tan dan Atn dengan penjelasan singkat seperti berikut,

  • Sin adalah sebuah fungsi yang menghitung nilai sin sebuah sudut dalam satuan radian
  • Cos adalah sebuah fungsi yang menghitung nilai cosine sebuah sudut dalam satuan radian
  • Tan adalah sebuah fungsi yang menghitung nilai tangent sebuah sudut dalam satuan radian
  • Atn adalah sebuah fungsi yang menghitung nilai arc tangent sebuah sudut dalam satuan radian
Sebuah sudut yang masih dalam bentuk derajat harus dirubah terlebih dahulu dalam satuan radian sebelum dapat diolah oleh fungsi trigonometri tersebut diatas. Ketika sekolah kita tahu bahwa ∏ radian sama dengan 180 deg yang artinya bahwa 1 radian adalah sama dengan ∏ dibagi 180 deg. Oleh karena itu untuk merubah sudut x dalam satuan degree menjadi radian kita harus mengalikan x dengan (∏/180). Tetapi kita mempunyai kesulitan untuk mencari nilai pasti dari ∏ tetapi kita jangan khawatir bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat terselesaikan. Kita tahu bahwa Arc tangen 1 sama dengan 45 degree atau sama dengan ∏/4 sehingga untuk mencari nilai pasti ∏ = Atn(1) * 4. Untuk lebih jelasnya mari kita ikuti langsung contoh dibawah ini.

Contoh Aplikasi Trigonometri Function

1. Buat user interface yang hanya terdiri dari sebuah form (agak lebar ukurannya)
2. Tulis kode program berikut kedalam jendela program,


Private Sub Form_Activate()
pi = 4 * Atn(1)
Print "Sudut", "Sin x", "Cos x", "Tan x"
For degree = 0 To 360 Step 30
Sudut = degree * (pi / 180)
Print Sudut, Round(Sin(angle), 4), Round(Cos(angle), 4), Round(Tan(angle), 4)
Next degree
End Sub

3. Jalankan dengan menekan tombol F5,

aplikasi fungsi trigonometri

4. Selesai, selamat mencoba

Sekian posting mengenai Fungsi (Function) Visual Basic 6 Bagian Kedua yang dapat disampaikam atas perhatiannya diucapkan terimaksih yang sebesar-besarnya. Jika masih terdapat kebingungan mengenai materi visual basic atau tulisan maka silahkan mengajuka pertanyaan atau memberikan sekedar aran kepada kami biar dapat dengan segera kami tindak lanjuti.

Sumber: http://ketikvisualbasic.blogspot.com/2013/04/mengenal-fungsi-function-visual-basic-6.html

Prosedur dan Fungsi pada Visual Basic


Prosedur dan fungsi merupkana blok program yang dapat dipanggil dalam sebuah program aplikasi. Untuk penggunaan prosedur dapat dilakukan hanya dengan memanggil nama prosedur tersebut. Dengan prosedur penulisan program menjadi lebih modular dan terstruktur. Prosedur tidak mengembalikan nilai sedangkan fungsi mengembalikan nilai. Secara garis besar ada tiga jenis prosedur yaitu : Sub prosedur, Function prosedur dan event prosedur.

4.1  Sub Prosedur
Pada Sub prosedur dapat memiliki parameter ataupun tidak. Parameter tersebut bisa berjumlah lebih dari satu. Pernyataan yang ada didalam prosedur akan dieksekusi ketika prosedur tersbut dipanggil. Sebuah prosedur didefinisikan dengan kata kunci Sub dan End Sub. Prosedur dapat ditulis pada module, class atau structure. Penentu akses dari prosedur adalah private, protected, Friend, dan Public. Secara default penentu akses prosedur adalah public artinya prosedur dapat dipanggil dari mana saja di dalam proyek tersebut. Parameter pada prosedur ada dua jenis yaitu : ByVal dan ByRef. Parameter ByVal nilai yang dimasukkan dalam prosedur hanya berubah pada prosedur tersebut sedangkan diluar prosedur nilai tersebut tidak akan berubah.

Cara memanggil prosedur :
              Call [nama_prosedur] ([parameter])

Format penulisan Sub prosedur adalah sebagai berikut :
Sub procedure-name(parameter-list)
declarations and statements
       End Sub

Contoh penggunaan prosedur :
 



4.2 Function Prosedur
Hampir sama dengan sub prosedur, namun pada fungsi terdapat nilai kembalian. Fungsi dapat dibuat sendiri ataupun menggunakan fungsi yang sudah disediakan oleh VB.NET.

Cara memanggil Fungsi
Cara pemanggilan fungsi yang dibuat sendiri atau fungsi yang sudah disediakan oleh VB.NET sama saja yaitu :
[nama_variabel_penampung] = [nama_fungsi] ( parameter)


Format penulisan Fungsi :
Function procedure-name(parameter-listAs return-type
declarations and statements
Return expression
End Function

Contoh Penggunaan Fungsi :
 




Beberapa fungsi yang telah tersedia pada VB.NET


4.3 Option Strict
Visual basic menyediakan beberapa cara untuk mengendalikan data type. Pilihan pertama adalah pada saat Option Explicit On maka pendeklarasian semua variabel sebelum digunakan didalam program harus dilakukan untuk menghindari kesalahan. Pilihan kedua adalah : mengubah nilai default option sctric yang biasanya adalah off. Option strict berfungsi untuk mengurangi waktu debugging dan meningkatkan clarity dari program.

Pada saat option strict di set menjadi on maka compiler akan memeriksa semua konversi, sehingga programmer harus melakukan conversi secara ekspilisit untuk menghidari hilangnya data (misalnya konversi dari double menjadi integer) atau program tiba-tiba akan berhenti bila terjadi conversi data dari string “hello” menjadi integer.

Contohnya adalah penggunaan method Convert yang mensyaratkan agar perubahan tipe data dilakukan secara eksplisit. Misalnya untuk menyimpan input bertipe string kedalam sebuah variabel angka yang bertipe interger( yang direpresentasikan dalam VB.NET sebagai TYPE Int32, 32-bit integer). Pada saat option explicit di set menjadi ON maka kita gunakan perintah sebagai berikut :
             
              number = convert.ToInt32(textbox1.text)

namun pada saat option explicit di set menjadi off maka VB akan melakukan conversi tersebut secara implisit.  Jika data yang dikonversikan tidak sesuai dengan tipe data yang baru maka, akan terjadi kesalahan runtime.

Untuk mengaktifkan Option Strict  adalah sebagai berikut :  
Programmer juga dapa membuat option strict on hanya untuk sebagian file, pembuatannya diletakkan pada bagian code program , dengan mengetikkan :

Option strict on

Lalu letakkan kata tersebut di bagian paling atas dari program, sebelum deklarasi atau statement imports.

4.4. ByVal dan ByRef
ByVal adalah default keyword yang baru untuk method parameter. Visual Studio akan menambahkannya secara otomatis ketika anda membuat method parameter. Jika parameter pada method di deklarasikan ByVal berarti nilai dari parameter tersebut adalah kopian dari nilai parameter method pemanggil. Jadi ketika parameter pada method diubah maka tidak berpengaruh ke parameter method pemanggil.

Lain halnya jika anda menggunakan keyword ByRef, dengan ByRef maka parameter pada method mereferensi ke object yang sama dengan parameter pada method pemanggil, maka jika parameter pada method berubah ini juga berpengaruh ke parameter di method pemanggil.




Perbedaan ByVal dan ByRef


Text Box: Public Class ConValRef
  Function LuasLingkaran(ByRef panjang As Double,ByRef lebar As Double) As Double
        panjang += 2
        lebar += 2
        Return panjang * lebar
    End Function
 
    Function Segitiga(ByVal alas As Double, _
                      ByVal tinggi As Double) As Double
        alas += 2
        tinggi += 2
        Return 0.5 * alas * tinggi
    End Function
 
    Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, _
                         ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
 
        Dim alas As Double = 12
        Dim tinggi As Double = 14
        'ByVal = nilai dari method pemanggil dicopy ke method
        Dim luas As Double = Segitiga(alas, tinggi)
        ListBox1.Items.Add(luas.ToString)
        'tetap bernilai 12 walaupun pada method ditambah 2
        ListBox1.Items.Add(alas.ToString)
        'tetap bernilai 14 walaupun pada method ditambah 2
        ListBox1.Items.Add(tinggi.ToString)
    End Sub
    Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, _
                         ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click
 
        Dim panjang As Double = 12
        Dim lebar As Double = 14
        'karena menggunakan ByRef maka parameter pada
        'method pemanggil mempunyai referensi yang
        'sama dengan parameter pada function, jika
        'nilai parameter pada function dirubah maka
        'nilai variabel pada method pemanggil juga berubah
        Dim luas As Double = LuasLingkaran(panjang, lebar)
        ListBox2.Items.Add(luas.ToString)
        'menjadi 14 karena ditambah 2 pada function
        ListBox2.Items.Add(panjang.ToString)
        'menjadi 16 karena ditambah 2 pada function
        ListBox2.Items.Add(lebar.ToString)
    End Sub
End Class




























  
4.5 Bilangan Random
Fungsi Rnd menghasilkan angka random
Fungsi Rnd menghasilkan angka desimal dalam range 0 hingga 1, akan menghasilkan angka 0 tapi tidak sampai 1.

Contoh :  label1.text = rnd()

                  dst...      

Akan menghasilkan angka desimal yang lebih besar atau sama dengan 0,... tapi kurang dari 1

Atau dapat digunakan batas atas dan batas bawah untuk menentukan range angka desimal yang ingin dihasilkan

 (upperbound – lower bound + 1) * Rnd + lower bound

range integer random bisa dihasilkan dengan menambahkan fungsi integer

Int(upperbound-lowerbound + 1) * Rnd + 1

Formula
Angka Yang dihasilkan
(10-1 +1)*Rnd +1
angka desimal dari 1-10.999
(25-5+1) * Rnd + 5
angka desimal 5-25,999
Int ((10-1+1)*Rnd + 1)
Integers dari 1 – 10

Latihan:
1. Prediksikan output dari program berikut :
Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
        Dim intrnd1 As Integer, intrnd2 As Integer
        Randomize()
        Do While PictureBox1.Top > 0  And  PictureBox2.Top > 0
            intrnd1 = Int((50 - 10 + 1) * Rnd() + 10)
            intrnd2 = Int((50 - 10 + 1) * Rnd() + 10)
            PictureBox1.Top = PictureBox1.Top - intrnd1
            PictureBox2.Top = PictureBox2.Top - intrnd2
        Loop
        If PictureBox1.Top <= 0 And PictureBox2.Top <= 0 Then    MsgBox("seri")
        Else
            If PictureBox1.Top <= 0 Then  MsgBox("kucing menang")
            Else
                MsgBox("ikan menang")
            End If
        End If
        PictureBox1.Top = 4200
        PictureBox2.Top = 4200
    End Sub
2. Buat source code untuk menghasilkan interface berikut :

 

Monday, May 26, 2014

Pemrogramman C++

Array
Variabel Larik atau Iebih dikenal dengan ARRAY adalah adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe yang sama. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang Iainnya.
Variabel array dalam Borland C++, dapat digolongkan menjadi tiga buah dimensi :
  • Array Berdimensi Satu.
  • Array Berdimensi Dua
  • Array Berdimensi Tiga
Namun dalam modul ini, kita hanya akan membahas Array Berdimensi Satu dan Array Berdimensi Dua.
1. Array Berdimensi Satu
Sebelum digunakan, variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya, hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan.
Deklarasi Array Berdimensi Satu
Bentuk Umum pendeklarasian array berdimensi satu :
Tipe-Data Nama Variabel[Ukuran]
Keterangan :
a.Type Data  : Untuk menyatakan type data yang digunakan
b. Ukuran                     : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array
Contoh Pendeklarasian Array Berdimensi Satu
float Nil_Akhir [6] ;
Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotak­kotak kecil didalam kotak panjang tersebut.
ELEMEN ARRAY
elemen
1
elemen
2
elemen
3
elemen
4
elemen
5
elemen
6
0            1          2          3          4           5  =  Subscript/Index
ARRAY NIL_AKHIR
Subscript atau Index array pada C++, selalu dimulai dari Nol ( 0 )
1.1 Mengakses Array Berdimensi Satu
Suatu array, dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya:
Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk :
Nama Array[Subscript/Index] _
Contoh Program Array Berdimensi Satu :
/* ————————– */
/* Program Array Satu Dimensi */
/* ————————– */
#include
#include
#include
#include
main()
{
int i;
char nama[5][20];
int nilai1[5];
int nilai2[5];
int hasil[5];
for(i=1;i<=2;i++)
{
cout<<”Data Ke-”<
cout<<”Nama Siswa   : “;gets(nama[i]);
cout<<”Nilai Teori  : “;cin>>nilai1[i];
cout<<”Nilai Praktek: “;cin>>nilai2[i];
cout<
hasil[i]=(nilai1[i]*0.40)+(nilai2[i]*0.60);
}
clrscr();
cout<<”  TABEL DAFTAR NILAI HASIL UJIAN  “<
cout<<”———————————-”<
cout<<”No Nama  Nilai Nilai   Hasil”<
cout<<”   Siswa Teori Praktek Ujian”<
cout<<”———————————-”<
for(i=1;i<=2;i++)
{
cout<
cout<
cout<
cout<
cout<
}
cout<<”———————————-”<
getch();
}
Gb.Contoh Masukan/Input Program Array Berdimensi Satu
Gb. Contoh Keluaran/Output Program Array Berdimensi Satu
1.2 Inisialisasi Array Berdimensi Satu
Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Bentuk
pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut :
Tipe data nama_array[jml_elemen] = { nilai array };
Contoh : int nilai[5]={56, 67, 57, 76, 72};
/*—————————-*/
/*Inisialisasi Array Dimensi 1*/
/*—————————-*/
#include
#include
main()
{
int nilai[5]={56, 67, 57, 76, 72};
int i;
clrscr();
for(i=0; i<5 i="" p="">
{
cout<<”Nilai Array Index ke-”<
cout<
}
getch();
}
Gb. Contoh Program Inisialisasi Array Berdimensi Satu
2.  Array Berdimensi Dua
Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom, dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan, pendataan nilai dan lain sebagainya
Bentuk Umum pendeklarasian array berdimensi dua :
Tipe-Data Nama Variabel[index-1][index-2]
Keterangan :
a. Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan
b. index-1                     : Untuk menyatakan jumlah baris
c. index-2                     : Untuk menyatakan jumlah kolom
Contoh Pendeklarasian Array berdimensi dua
Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan, berikut dapat anda lihat pada tabel berikut :
Data Penjualan Pertahun
NoTahun Penjualan
200120022003
1150159230
2100125150
3210125156
Tabel Data Penjualan Pertahun
Jika  kita lihat dari tabel diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut :    
int data_jual[3][3] ;
1.1 Mengakses Array Berdimensi Dua
:
Nama Array[Index 1] [Index 2] _
Contoh Program Array Berdimensi Dua :
/* ————————- */
/* Program Array Dua Dimensi */
/* ————————- */
#include
#include
#include
#include
main()
{
int i,j;
int data[4][20];
char nm[4][20];
clrscr();
for(i=1;i<=2;i++)
{
cout<<”\t\tData   “<
cout<<”\nNama Program Studi :”;cin>>nm[i];
for(j=1;j<=2;j++)
{
cout<<”Data Semester”<
cout<<”Jumlah Mahasiswa   :”;cin>>data[i][j];
}
}
cout<<”\n\n  Data Mahasiswa BSI Tahun 2009         “<
cout<<”\n===========================================”<
cout<<”No Nama Program Semester Semester             “<
cout<<”     Studi      Ganjil   Genap            “<
cout<<”===========================================”<
for(i=1;i<=2;i++)
{
cout<
cout<
for(j=1;j<=2;j++)
{
cout<
cout<<”  “;
}
cout<
}
cout<<”===========================================”;
getch();
}
Gb.Contoh Keluaran/Output Program Array Berdimensi Dua
2.2 Inisialisasi Array Berdimensi Dua
Contoh : int nilai[2][5]={{56,67,57,76,72},
{58,60,65,75,80}};
/*—————————-*/
/*Inisialisasi Array Dimensi 2*/
/*—————————-*/
#include
#include
main()
{
int nilai[2][5]={{56,67,57,76,72},
{58,60,65,75,80}};
int i,j;
clrscr();
for (i=0;i<2 i="" p="">
{
for (j=0;j<5 j="" p="">
{
cout<
cout<<” “;
}
cout<
}
getch();
}
Gb. Contoh Program Inisialisasi Array Berdimensi Dua
LATIHAN PEMBUATAN PROGRAM STRUK PEMBAYARAN
#include
#include
#include
main()
{
char pil,nb[10],ket[20],jwb;
float kode, h,biaya,jb,total;
lagi:
clrscr();   // CONTOH LAT CASE DAN IF
cout<<”TOKO BUNGA HARUM SELALU”<
cout<<”1. Melati   Rp. 35000/ Bungkus”<
cout<<”2. Mawar    Rp. 25000/ Tangkai”<
cout<<”3. Tulip    Rp. 45000/ Tangkai”<
cout<<”Pilih Kode Bunga      : “;cin>>kode;
cout<
cout<<”Pilih Jenis Pengiriman”<
cout<<”A. Diantar”<
cout<<”B. Tidak Diantar”<
cout<<”Pilihan Anda          : “;cin>>pil;
switch (kode==1)
{
case 1:
{
strcpy(nb,”Melati”);
h=350000;
}
break;
case 2:
{
strcpy(nb,”Mawar”);
h=25000;
}
break;
default:
{
strcpy(nb,”Tulip”);
h=45000;
}
break;
}
if (pil==’A’ || pil==’a’)
{
strcpy(ket,”Diantar”);
biaya=10000;
}
else
{
strcpy(ket,”Tidak Diantar”);
biaya=0;
}
cout<<”Jumlah Beli            : “;cin>>jb;
total=(jb*h)+biaya;
clrscr();
cout<<”              STRUK PEMBAYARAN”<
cout<<”———————————–”<
cout<<”Kode Bunga yang dipilih: “<
cout<<”Nama Bunga             : “<
cout<<”Harga                  : Rp. “<
cout<<”Jenis Pingiriman anda  : “<
cout<<”Biaya Kirim            : Rp. “<
cout<<”Jumlah Beli            : Rp. “<
cout<<”====================================”<
printf(“Total Pembayaran     : Rp. %2.2f\n”,total);
cout<<”====================================”<
cout<<”Input Data Lagi [Y/T] : “;jwb=getche();
if (jwb==’Y’ || jwb==’y’)
goto lagi;
else
goto keluar;
getch();
keluar:
}
Gb. Hasil Output
Pemrogramman C++
Fungsi
Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Kegunaan dad fungsi ini adalah untuk:
-      Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama.
-      Program menjadi Iebih terstruktur, sehingga mudah dipahami dan dapat Iebih dikembangkan.
Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main°, yang bersifat mutlak, karena fungsi ini program akan dimulai, sebagai contoh yang Iainnya fungsiprintf 0 , cout () yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak Iainnya
1.  Struktur Fungsi
Sebuah fungsi sederhana memiliki bentuk penulisan sbb :
nama_fungsi(argumen)
{
… pernyataan / perintah;
… pernyataan / perintah;
… pernyataan / perintah;
}
Keterangan:
-   Nama fungsi, boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan, tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri.
-   Argumen, diletakan diantara tanda kurung ” ( ) ” yang terletak dibelakang nama fungsi. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong.
-  Pemyataan / perintah, diletakan diantara tanda kurung ‘{ } ‘.
Pada pemanggilan sebuah fungsi, cukup dengan menuliskan nama fungsinya.
Contoh pembuatan fungsi sederhana :
/* Pembuatan Fungsi Garis() */
#include
#include
#include
garis()
{
printf(“\n————————-\n”);
}
/* Program Utama */
main()
{
clrscr();
garis(); //memanggil fungsi garis
cout<<” AMIK BSI – TEKNIK KOMPUTER ”<
garis(); //memanggil fungsi garis
getch();
}
Gb. Contoh Pembuatan Fungsi sederhana
2.  Prototype Fungsi
Prototype digunakan untuk mendeklarasikan ke compiler mengenai :
  • Tipe data keluaran dari fungsi
  • Jumlah parameter yang di gunakan
  • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan
Keuntungan di dalam menggunakan pemakaian prototype, yaitu
  • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi
  • Jika Jumlah parameter yang di gunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda / tidak sama, maka akan menunjukan kesalahan.
Berikut contoh Prototype Fungsi:
Tipe parameter ke-2
float total(float a,float b);
Bentuk definisi dalam penggunaan fungsi yang dideklarasikan dengan menggunakan prototype, harus di ubah. Sebagai contoh pada pendefinisian berikut :
float total(a,b)
float a,b
Bentuk pendefinisian diatas harus diubah menjadi bentuk modern pendefinisian fungsi :
Nama Fungsi
float total(float a,float b) <                    Tidak menggunakan titik koma
parameter b
tipe parameter b
parameter a
tipe parameter a
tipe keluaran fungsi
LATIHAN PEMBUATAN PROGRAM DENGAN MENGGUNAKAN FUNGSI
#include
#include
#include
siswa(float uts, float uas);
garis()
{
printf(“\n\t============================\n”);
}
main()
{
char nim[10], nama[20], ket[10], jwb;
float uts, uas, rata;
ulang:
clrscr();
garis();
cout<<”\n\tPerhitungan Nilai Siswa”<
cout<<”\t”;garis();
cout<<”\n\tNIM Siswa  : “;cin>>nim;
cout<<”\n\tNama Siswa : “;gets(nama);
cout<<”\n\tNilai UTS  : “;cin>>uts;
cout<<”\n\tNilai UAS  : “;cin>>uas;
rata = siswa(uts,uas);
printf(“\n\tNilai Rata-Rata :%4.2f”,rata);
if (rata>59)
{
strcpy(ket,”LULUS”);
}
else
{
strcpy(ket,”GAGAL”);
}
cout<<”\n\tKeterangan : “<
cout<<”\n\tAnda Ingin Input Lagi [Y/T]: “;jwb=getch();
if (jwb==’Y’||jwb==’y’)
goto ulang;
getch();
}
siswa(float uts,float uas)
{
return(uts+uas)/2;
}
Pemrogramman C++
Macro
Di dalam penyusunan suatu Macro ada beberapa hal yang harus dipelajari, diantaranya :
1. Preprocessor Directives
Adalah suatu perintah yang termasuk kedalam program, tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri, tetapi untuk preprocessor. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler, ketika didalam proses penterjemahan (Compile)program berlangsung, didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : #
Ada beberapa preprocessor directive, diantaranya adalah :
1.1 #define
Di gunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta.
Bentuk umumnya sebagai berikut :
#define nama_konstanta teks
Dalam Pendeklarasiannya Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan huruf besar, gunanya untuk membedakan dengan nama_variable.
Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan kepada nama_konstanta.
Teks dapat berupa Numerik, Karakter, String, Pernyataan, Fungsi Sederhana.
Setelah #define ditentukan di dalam program cukup dituliskan nama_konstantanyasaja. #define akan menggantikan semua nama_konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi di mulai.
Contoh :
#include
#include
#include
#define awal{
#define akhir}
#define mulai()main()
#define cetak cout
#define masuk cin
#define hapus()clrscr()
#define tahan()getch()
#define LS_KUBUS (sisi*sisi)
mulai()
awal
int sisi,ls_kbs;
hapus();
cetak<<”Program Penggunaan #Define”<
cetak<<”Masukan Nilai Sisi Kubus = “;masuk>>sisi;
ls_kbs = LS_KUBUS;
cetak<<”Luas Kubus Adalah = “<
tahan();
akhir
Gb. Hasil dari program penggunaan #define
1.2 #include
Di gunakan untuk memasukkan file-file header kedalam program yang akan dibuat.
Bentuk umumnya ada 2 penulisan, yaitu sebagai berikut :
  • #include “nama_file_header”
Artnya pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang  sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada
  • #include
Artinya pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang  ada file headernya, kecuali pada directori yang sedang aktif.
2. Pembuatan File Header
File Header adalah suatu file dengan akhiran .h . File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta. Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++, kita dapat juga membuat file header sediri, dengan cara yang sama seperti membuat file editor. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran .h .
Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++.
/* types.h
Types for dealing with time.
Copyright (c) Borland International 1987,1988
All Rights Reserved.
/*
#ifndef          TIME T
#define _TIME T
typedef longtime_t;
#endif
Sebagai latihan berikut kita akan membuat suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor.
Buatlah program file heder dibawah ini, kemudian simpan dengan nama : andi.hpada folder kerja anda folder include
/* andi.h
contoh pembuatan file header untuk pengaturan.
Copyright (c) Andi Priantoro 2009 All Rights Reserved.
*/
#define awal {
#define akhir }
#define mulai()main()
#define cetak cout
#define tampil cprintf
#define masuk scanf
#define hapus()clrscr()
#define jika if
#define warna textcolor
#define tahan() getche()
Setelah disimpan, selanjutnya Compile file atur.h
Buatlah program dibawah ini, kemudian gunakan file header yang sudah dibuat  dan simpan dengan nama andi.h
Contoh :
/* ——————————–/*
/* program dengan file header andi.h /*
/*———————————/*
#include
#include
#include
#include”andi.h”
mulai()
awal
float n1,n2,n3;
hapus();
cetak<<”\t\tHasil Penjumlahan Nilai”<
cetak<<”masukkan nilai UAS =”;masuk>>n1;
cetak<<”masukkan nilai UTS =”;masuk>>n2;
cetak<
n3=(n1+n2)/2;
cetak<<”Nilai rata – rata =”<
tahan();
}
Gb. Hasil dari program contoh di atas
Pemrogramman C++
Structure
Structure digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur. Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal
1.Deklarasi Structure
Structure dapat deklarasikan seperti berikut
struct nama_tipe_struktur{
elemen_struktur;
elemen_struktur;
elemen_struktur;
};
atau
struct{
elemen_struktur;
elemen_struktur;
elemen_struktur;
} nama_tipe_struktur;
Contoh  Deklarasi :
struct
{
char nama[30];
char nim[30];
float nilai;
}mahasiswa;
Contoh Program Structure
#include
#include
#include
main()
{
struct
{
int no,jum;
char nm[20],mbl[10],jenis[20];
long int hrg,jby;
}dispenser;
clrscr();
cout<<”Nomor Dispenser                      : “;cin>>dispenser.no;
cout<<”Nama  Pembeli                          : “;cin>>dispenser.nm;
cout<<”Jenis BBM                   : “;cin>>dispenser.jenis;
cout<<”jenis mobil                    : “;cin>>dispenser.mbl;
cout<<”Jumlah Liter                   : “;cin>>dispenser.jum;
cout<<”Harga                           : “;cin>>dispenser.hrg;
dispenser.jby=dispenser.jum*dispenser.hrg;
cout<
clrscr();
cout<<”\t    SPBU KAPUK 3414410\t\t”<
cout<<”\t    Jl. Kapuk Raya no 36\t\t”<
cout<<”Nomor Dispenser          : “<<dispenser.no<;
cout<<”Nama  Pembeli              : “<<dispenser.nm<;
cout<<”Jenis BBM                               : “<<dispenser.jenis<;
cout<<”Jenis Mobil                             : “<<dispenser.mbl<;
cout<<”Jumlah  Liter                           : “<<dispenser.jum<;
cout<<”Harga                                       : “<<dispenser.hrg<;
cout<<”Jumlah Bayar                : “<<dispenser.jby<;
getch();
}
2.Nested Structure
Merupakan suatu structure yang dapat di gunakan di dalam structure lainnya.
Berikut contoh program Nested Structure :
/*———————————-*/
/* Program Penggunaan Nested structure */
/* Nama File :Nested Structure.cpp             */
/*———————————-*/
#include
#include
#include
main()
{
struct dtmhs
{
char nim[9];
char nama[15];
};
struct dtnil
{
float nil1;
float nil2;
};
struct
{
struct dtmhs mhs;
struct dtnil nil;
}nilai;
clrscr();
//->masukan data
cout<<”Masukkan NIM                       : “;cin>>nilai.mhs.nim;
cout<<”Masukkan Nama                      : “;cin>>nilai.mhs.nama;
cout<<”Masukkan Nilai UTS    : “;cin>>nilai.nil.nil1;
cout<<”Masukkan Nilai UAS   : “;cin>>nilai.nil.nil2;
cout<
//->menampilkan hasil masukan
cout<<”Masukkan NIM                       : “<<nilai.mhs.nim<;
cout<<”Masukkan Nama                      : “<<nilai.mhs.nama<;
cout<<”Masukkan Nilai UTS    : “<<nilai.nil.nil1<;
cout<<”Masukkan Nilai UAS   : “<<nilai.nil.nil2<;
cout<
getch();
return(0);
}
Gb. Hasil Contoh program Nested structure
3. Structure Dengan  Array
Penggunaan Array sering kali dikaitkan dengan Structure sehingga membentuk Array dari Structure.
Berikut bentuk deklarasi Array Structur :
struct{
elemen_struktur;
elemen_struktur;
elemen_struktur;
}nama_tipe_strukture[jml_index];
#include
#include
#include
#include
main()
{
char konsumen[15],kk[4],nmk[30],pass[8];
int i,n,totbay=0;
struct
{
char kd[5],kw,wk[20],mt[20];
int biaya1,biaya2,total;
}paket[5];
/* CATATAN : variabel yg masuk ke dalam
elemen struct adalah variabel- variabel yang akan berulang & array*/
atas:
clrscr();
cout<<”\t  .:: ATTENDANT ONLY ::.”<
cout<<”\t =========================”<
cout<<”\t USERNAME KASIR   : “;cin>>kk;
cout<<”\t PASSWORD         : “;cin>>pass;
if (strcmp(kk,”ksr1″)==0||strcmp(kk,”KSR1″)==0&&strcmp(pass,”13090134″)==0)
{
strcpy(nmk,”Andi”);
goto transaksi;
}
else if (strcmp(kk,”ksr2″)==0||strcmp(kk,”KSR2″)==0&&strcmp(pass,”13090134″)==0)
{
strcpy(nmk,”Priantoro”);
goto transaksi;
}
else
{
cout<<”Maaf User dan Password Yang Anda Gunakan SALAAAHH!!!”<
getch();
goto atas;
}
transaksi:
clrscr();
cout<<”\t\tTOKO BRIGHT C-STORE SPBU KAPUK \” “<
cout<<”\t=========================”<
cout<<”\tKasir :”<
cout<<”\tMasukan Nama konsumen                : “;cin>>konsumen;
cout<<”\tInput Jumlah Paket Barang Promosi    : “;cin>>n;
cout<<”\t——————————-”<
cout<<”\t\t\t Inputan Kursus”<
cout<<”—————————————————————————–”<
cout<<”|KK   |Materi                 |   Biaya1   | KW |  Waktu  |  Biaya2   |”<
cout<<”—————————————————————————–”<
cout<<” PK01 | Paket Promosi Silver  |Rp. 120.000  | A  |  Pagi   |Rp.75.000|”<;
cout<<” PK02 | Paket Promosi Gold    |Rp. 150.000  | B  |  Sore   |Rp.75.00 |”<
cout<<” PK03 | Paket Promosi Diamond |Rp. 170.000  |—————————|”<
cout<<”————————————————————————-”<
for (i=1;i<=n;i++)
{
cout<<”Data Ke-”<
x:
cout<<”input Kode Barang promosi  : “;cin>>paket[i].kd;
y:
cout<<”Input Waktu Pembelian : “;cin>>paket[i].kw;
cout<
if (strcmp(paket[i].kd,”PK01″)==0 || strcmp(paket[i].kd,”pk01″)==0)
{
strcpy(paket[i].mt,”Paket Promosi Silver”);
paket[i].biaya1=120000;
}
else if (strcmp(paket[i].kd,”PK02″)==0 || strcmp(paket[i].kd,”pk02″)==0)
{
strcpy(paket[i].mt,”Paket promosi Gold”);
paket[i].biaya1=150000;
}
else if (strcmp(paket[i].kd,”PK03″)==0 || strcmp(paket[i].kd,”pk03″)==0)
{
strcpy(paket[i].mt,”Paket promosi Diamond”);
paket[i].biaya1=170000;
}
else
{
cout<<”Maaf…!! Kode yg Anda Masukan Salah, Silahkan Input data Kembali !!”<
getch();
goto x;
}
switch (paket[i].kw)
{
case ‘a’: case ‘A’:
strcpy(paket[i].wk,”Pagi”);
paket[i].biaya2=75000;
break;
case ‘b’: case ‘B’:
strcpy(paket[i].wk,”Sore”);
paket[i].biaya2=100000;
break;
default:
cout<<”Kode Salah!!, Input data lagi!”<
getch();
goto y;
break;
}
paket[i].total=paket[i].biaya1+paket[i].biaya2;
}
clrscr();
cout<
cout<<”\t\t BUKTI PEMBAYARAN PROGRAM PROMOSI “<
cout<<”\t\t    BRIGHT C – STORE SPBU KAPUK”<
cout<<”=================================================”<
cout<<”Kasir  : “<
cout<<”Konsumen  : “<
cout<<”Rincian Paket Promosi”<
cout<<”—————————————————————————”<
cout<<”|No|  Paket   |  Waktu   |  Biaya1  |  Biaya2  |  Total  |”<
cout<<”—————————————————————————”<
for (i=1;i<=n;i++)
{
cout<
cout<
cout<
cout<
cout<
cout<
totbay=totbay+paket[i].total;
}
cout<<”—————————————————————————”<
cout<<”Total Bayar :”<
cout<<”\t\t\t ***TERIMA KASIH***”<
getch();
}
4. Structure Dengan  Fungsi
Elemen-elemn dari suatu structure dapat dikirimkan ke dalam suatu fungsi dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variable sederhana ke dalam suatu fungsi.
Berikut contoh sederhana pada program struktur dengan fungsi :
/* ————————————— */
/* Program Penggunaan structur pada fungsi */
/* ————————————— */
#include
#include
#include
char ket(float n );
main()
{
int i, j=1, k=1;
struct
{
char nim[10];
char nama[25];
float nilai;
}mhs[15];
clrscr();
for(i=0; i<2 i="" p="">
{
cout<<”DATA KE- “<
cout<<”Input NIM Mahasiswa  = “;cin>>mhs[i].nim;
cout<<”Input Nama Mahasiswa = “;cin>>mhs[i].nama;
cout<<”Input Nilai Akhir    = “;cin>>mhs[i].nilai;
cout<
}
clrscr();
for(i=0; i<2 i="" p="">
{
cout<<”DATA KE- “<
cout<<”NIM Mahasiswa           = “<
cout<<”NAMA Mahasiswa          = “<
cout<<”Nilai Akhir             = “<
cout<<”Keterangan Yang Didapat = “;
cout<
cout<
}
getch();
}
char ket(float n)
{
if (n > 65)
return ‘L’;
else
return ‘G’;
}
Pemrogramman C++
Class
Merupaka struktur data dari obyek (elemen dasar pemrograman berorientasi obyek/OOP). Class memiliki persamaan dengan structure.
Contoh :
#include
#include
#include
class buku
{
public:
char judul[35];
char pengarang[30];
int jumlah;
};
main()
{
clrscr();
buku novel;
strcpy(novel.judul,”Wisata Hati”);
strcpy(novel.pengarang,”Yusuf Mansyur”);
novel.jumlah=12;
cout<<novel.judul<;
cout<
cout<
getch();
}
STRUKTUR PERULANGAN FOR & WHILE
7.  PERULANGAN FOR
Stuktur : for ( inisialisasi; syarat perulangan; peubah nilai pecahan)
Keterangan :
Inisialisasi                           =  nilai awal untuk variable tertentu.
Syarat  Perulangan              = kontrol  terhadap perulangan untuk                          menentukan perulangan diteruskan atau berhenti.
Peubah Nilai                       = mengatur kenaikan atau penurunan nilai.
/*program for bilangan naik*/
#include
#include
#include “iostream.h”
main()
{
int x,y=0;
clrscr();
for(x= 1; x<= 5; ++x)
{
cout<
y=x+y;
}
cout<<”________ +”<
cout<
getch();
}
Tampilan :
/*program for bilangan turun*/
#include
#include
#include
main()
{
int x;
clrscr();
for(x= 5; x>=1;–x)
cout<<”Nilai “<
getch();
}
Tampilan :
/*program for bilangan genap*/
#include
#include
#include
main()
{
int a;
clrscr();
for (a=0; a<=10; a+=2)
printf(” %d “,a);
getch();
}
Tampilan :
/*program for bilangan ganjil*/
#include
#include
#include
main()
{
int a;
clrscr();
for (a=1; a<=10; a+=2)
printf(” %d “,a);
getch();
}
Tampilan :
/*Program Perulangan Warna*/
#include
#include
#include
main()
{
int a;
clrscr();
for (a=1; 17>a; a++)
{
gotoxy(a,a);textcolor(a);
cprintf(” \r \n Warna ke- %d “,a);
}
textcolor(4+BLINK);cprintf(“Borland C++”);
getch();
}
8.  PERULANGAN WHILE
Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu, Perulangan akan terus dilakukan selama syarat tersebut terpenuhi.
/*Program Perulangan while*/
#include
#include
#include
main()
{
int a=10;
clrscr();
while (a<=20)
{
cout<<”Cetak”<
a+=3;
}
getch();
}
Tampilan :
8.  PERULANGAN DO WHILE
Bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang.
/*Program Perulangan do while*/
#include
#include
#include
main()
{
int a=10;
clrscr();
do
{
cout<<”Cetak”<
a+=5;
}
while (a<=25);
getch();
}
Tampilan :
KONDISI PENYELEKSIAN IF
Pernyataan if mempunyai pengertian “Jika kondisi bernilai benar maka perintah akan dikerjakan, dan jika tidak memenuhi syarat akan diabaikan”. Untuk menyebutkan syarat biasanya digunakan operator logika dan relasi.
9.  IF TUNGGAL
Ketentuan Soal:
  1. Semua barang berharga =10000 (Konstanta)
  2. Total = harga*jumlah beli
  3. Jika Total Bayar >=50000 maka akan mendapat bonus Tiket Gratis nonton Ungu Selain itu tidak dapat
  4. Uang Kembali = Uang Bayar – Total Bayar.
Listing Program
#include
#include
#include
main()
{
char jwb,nb[20],bon[25];
const
hrg=5000;
float jb,ttl,uk,ub;
atas:
clrscr();
cout<<”Masukan Nama Barang : “;gets(nb);
cout<<”Masukan Jumlah Beli : “;cin>>jb;
cout<<”———————\n”;
ttl=hrg*jb;
printf(“Total Bayar                     : Rp.%2.2f \n”,ttl);
if (ttl>=50000)
strcpy(bon,”Tiket Nonton Konser UNGU band”);
else
strcpy(bon,”Tidak Dapat”);
cout<<”Bonus                   : “<
cout<<”===================\n”;
cout<<”Uang Bayar              : Rp.”;cin>>ub;
uk=ub-ttl;
printf(“Uang Kembali           : Rp.%2.2f\n”,uk);
cout<<”—————————-\n”;
cout<<”Mau Isi Data Lagi[Y/N]? : “;jwb=getche();
cout<
if (jwb==’y’ || jwb==’Y’)
goto atas;
else
cout<<”      Terima Kasih”<
getch();
}
10.  IF MAJEMUK
Ketentuan Soal:
  1. Masukan kode sebagai berikut:
KodeJenis KelasHarga Tiket
EEkonomi5000
BBisnis10000
XEksekutif25000
  1. Total Bayar = harga tiket*Jumlah Tiket
  2. Uang Kembali= Uang Bayar – Total Bayar
Listing Program
#include
#include
#include
main()
{
char np[20],jk[25],kd,jwb,input;
float hrg,jt,ttl,uk,ub;
atas:
clrscr();
cout<<”PT. TRANSPORTASI BUS MALAM”<
cout<<”————————–\n”;
cout<<”Masukan Nama Penumpang: “; gets(np);
input:
cout<<”Masukan Kode Bis [E/B/X]: “; cin>>kd;
cout<<”Masukan Jumlah Tiket: “;cin>>jt;
cout<<”—————————\n”;
if (kd==’E’ || kd==’e’ )
{
strcpy(jk,”Ekonomi”);
hrg=5000;
}
else
if (kd==’B’ || kd==’b’)
{
strcpy(jk,”Bisnis”);
hrg=10000;
}
else
if (kd==’X’ || kd==’x’)
{
strcpy(jk,”Exsekutif”);
hrg=25000;
}
else
{
cout<<”Kode Yang Anda Masukan Salah \n”;
goto input;
}
ttl=jt*hrg;
clrscr();
cout<<”                    PT. TRANSPORTASI BUS MALAM”<
cout<<”—————————-\n”;
cout<<”Nama Penumpang: “<
cout<<”Jenis Bis  : “<
cout<<”Harga Tiket   : Rp.”<
cout<<”Jumlah Tiket  : “<
cout<<”—————————-\n”;
printf(“Total Bayar                  : Rp.%2.2f \n”,ttl);
cout<<”============================\n”;
cout<<”Uang Bayar    : Rp.”;cin>>ub;
uk=ub-ttl;
printf(“Uang Kembali : Rp.%2.2f\n”,uk);
cout<<”————————\n \n”;
cout<<”Mau Isi Data Lagi[Y/N]? : “; jwb=getche();
cout<
if (jwb==’y’ || jwb==’Y’)
goto atas;
else
cout<<”\n\n     Terima Kasih”<
getch();
}
NB:
*strcpy  (stringcopy) = listing program yang berfungsi utuk memberikan nilai pada string.
Format:
Strcpy(var,”Pernyataan”) ;
contoh:
strcpy(nabar,”Buku”);
11.  IF TERSARANG
PENYELEKSIAN KONDISI IF TERSARANG
Merupakan penyelesian suatu kondisi if di dalam if. Dengan syntax :
If  kondisi 1{
Pernyataan1;
If  kondisi
{
Pernyataan;
Pernyataan;
}
Else if  kondisi
{
Pernyataan;
Pernyataan;
}
Else
{
Pernyataan;
Pernyataan;
}
}
Ketentuan Soal:
  1. Isilah Data sebagai berikut:
Kode PesawatNama PesawatKlsTujuanHarga
LALion Air1Jkt-Bdg200.000
2Jkt-Bali300.000
3Jkt-Smg250.000
GIGaruda Indonesia1Jkt-Bdg400.000
2Jkt-Bali500.000
3Jkt-Smg450.000
BABouraq Airlines1Jkt-Bdg300.000
2Jkt-Bali400.000
3Jkt-Smg350.000
  1. Total Pembayaran =  Jumlah Tiket * Harga Tiket
Contoh program:
Listing Program:
#include
#include
#include
#include
main()
{
clrscr();
char kp[3],kelas,np[20],tujuan[20];
float harga,jt,tobay;
cout<<”PESAWAT TERBANG \”QUICK AIR\””<
cout<
isi:
cout<<”Masukan Kode Pesawat [LA/GI/BA] : “;cin>>kp;
cout<<”Masukan Kelas        [1/2/3]    : “;cin>>kelas;
if (strcmp(kp,”LA”) == 0 || strcmp(kp,”la”) == 0 )
{
strcpy(np,”Lion Air”);
if (kelas==’1′)
{
strcpy(tujuan,”JKT-BANDUNG”);
harga=200000;
}
else if (kelas==’2′)
{
strcpy(tujuan,”JKT-BALI”);
harga=300000;
}
else
{
strcpy(tujuan,”JKT-SMG”);
harga=250000;
}
}
else if (strcmp(kp,”GI”) == 0 || strcmp (kp,”gi”) == 0 )
{
strcpy(np,”Garuda Indonesia”);
if (kelas==’1′)
{
strcpy(tujuan,”JKT-BANDUNG”);
harga=400000;
}
else if (kelas==’2′)
{
strcpy(tujuan,”JKT-BALI”);
harga=500000;
}
else
{
strcpy(tujuan,”JKT-SMG”);
harga=450000;
}
}
else if (strcmp(kp,”BA”) == 0 || strcmp(kp,”ba”) == 0 )
{
strcpy(np,”Bouroq Airlines”);
if (kelas==’1′)
{
strcpy(tujuan,”JKT-BANDUNG”);
harga=300000;
}
else if (kelas==’2′)
{
strcpy(tujuan,”JKT-BALI”);
harga=400000;
}
else
{
strcpy(tujuan,”JKT-SMG”);
harga=350000;
}
}
else
{
cout<<”Anda salah masukan kode, Silahkan isi kode secara  benar! \n”;
goto isi;
}
cout<<”Jumlah Tiket                    : “;cin>>jt;
cout<
tobay=jt*harga;
cout<<”                   “<
cout<<”Kode Pesawat         : “<
cout<<”Nama Pesawat         : “<
cout<<”Kelas yang dipilih   : “<
cout<<”Tujuan Pesawat       : “<
cout<<”Harga Tiket          : Rp. “<
cout<<”Jumlah Tiket         : “<
printf(“Total Pembayaran    : Rp. %2.2f\n\n”,tobay);
cout<<”                   “<
getch();
}
1. Penggunaan Public
Menyatakan bahwa deklarasi varibel yang ada di bawahnya dapat diakses di luarclass ( bersifat public/umum )
Contoh Penggunaan Public pada Class :
#include
#include
#include
class buku
{
public:
char judul[30];
char pengarang[30];
int jumlah;
};
main()
{
buku novel;
cout<<”Judul                :”;gets(novel.judul);
cout<<”Pengarang        :”;gets(novel.pengarang);
cout<<”jumlah              :”;cin>>novel.jumlah;
cout<
cout<<”Judul                :”<<novel.judul<;
cout<<”Pengarang        :”<
cout<<”jumlah              :”<
getch();
}
Gb. Hasil Program Penggunaan Public pada Class
1. Penggunaan Private
Digunakan untuk memproteksi anggota-anggota tertentu pada class, agar tidak dapat diakses di luar class secara langsung
Contoh Penggunaan private pada class
#include
#include
#include
#include
class barang
{
private:
char kobar[30];
char nabar[30];
int jumlah;
public:
rincian(char*Kobar, char*Nabar, int Jumlah)
{
strcpy(kobar,Kobar);
strcpy(nabar,Nabar);
Jumlah=jumlah;
}
info()
{
cout<<”\nData Barang”<
cout<<”Kode Barang     = “<
cout<<”Nama Barang     = “<
cout<<”Jumlah Barang   = “<
}
};
main()
{
barang databarang;
char a[30], b[20];
int c;
cout<<”Data Barang”<
cout<<”Kode Barang     = “;gets(a);
cout<<”Nama Barang     = “;gets(b);
cout<<”Jumlah Barang   = “;cin>>c;
databarang.rincian(a,b,c);
databarang.info();
getch();
}
Hasil penggunaan private pada class

Followers

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP