Monday, June 11, 2012

Statemen-Statemen pada Pemrograman Pascal


  Statemen-Statemen pada Pemrograman Pascal
Reserved Word adalah kata-kata baku yang digunakan dalam program dan sudah terintergrated dalam pascal dan juga mempunyai bentuk serta kegunaan tertentu yang telah didefinisikan oleh Pascal. Reserved Word tidak boleh didefinisikan kembali oleh pemakai, sehingga tidak dapat digunakan sebagai pengenal (Identifier). Dalam bahasa pemrograman Pascal, beberapa Reserved Word dalam Pascal anatra lain:
AND DOWNTO IN OF STRING
ASM ELSE INHERITED OR THEN
ARRAY END INLINE PACKED TO
BEGIN EXPORTS INTERFACE PROCEDURE TYPE
CASE FILE LABEL PROGRAM UNIT
CONST FOR LIBRARY RECORD UNTIL
CONSTRUCTOR FUNCTION MOD REPEAT USES
DESTRUCTOR GOTO NIL SET VAR
DIV IF NOT SHL WHILE
DO IMPLEMENTATION OBJECT SHR WITH
.
Selain dari Reserved Word di atas, Turbo Pascal masih memiliki tambahan Reserved Word berikut:
ABSOLUTE ASSEMBLER () FAR FORWARD INDEX

Beberapa Statemen Turbo Pascal
Statemen adalah perintah untuk pengerjaan program pascal. Statemen terletak di bagian deklarasi statemen dengan diawali oleh kata cadangan BEGIN dan diakhiri dengan kata cadangan END. Akhir dari setiap statemen diakhiri dengan titik koma [;]. Statemen statemen dalam bahasa Pascal terdiri dari pernyataan yang berupa fungsi dan prosedur yang telah disediakan sebagai perintah standar Turbo Pascal.

1. Statemen-statemen yang digunakan untuk input/output.

# Read/Readln [prosedur]. Perintah ini digunakan untuk memasukkan [input] data lewat keyboard ke dalam suatu variabel.
Sintaks: Read/Readln(x); (ingat, selalu diakhiri dengan titik koma [;])
Keterangan : x = variabel.
Read = pada statemen ini posisi kursor tidak pindah ke baris selanjutnya.
Readln = pada statemen ini posisi kursor akan pindah ke baris selanjutnya setelah di input.

# ReadKey [fungsi]. Untuk pembacaan sebuah karakter dari keyboard. Tipe data yang dihasilkan adalah char.
Sintaks: ReadKey;

# Write/Writeln [prosedur]. Digunakan untuk menampilkan isi dari suatu nilai variable dilayar.
Sintaks: Write/Writeln(x);
Keterangan : x = variabel.
Write/Writeln= statement ini digunakan untuk mencetak variable ke dalam monitor
Contoh :
Program input;
Uses Crt;
Var nm : String;
npm : String;
Begin
Clrscr;
Writeln ('masukkan nama dan NPM ');
Writeln ('------------------------------');
Write ('nama anda : ');
Readln (nm);
Writeln ('NPM anda : ');
Readln (npm);
End.
Bila dijalankan hasilnya adalah:
masukkan nama dan NPM
------------------------------
nama anda : ( di input )
NPM anda : ( di input )

2. Statemen-statemen yang digunakan untuk pengaturan letak layar.

# ClrScr [prosedur]. Perintah ini digunakan untuk membersihkan layar.
sintaks: ClrScr; [Clear screen]

# GotoXY[prosedur]. Untuk menempatkan posisi kursor pada layar.
Sintaks: GotoXY(X, Y: Byte);
Keterangan : X = sumbu X (posisi horisontal)
Y = sumbu Y (posisi vertikal)

# DelLine [prosedur]. Untuk menghapus sebuah baris pada posisi kursor dan menaikkan baris-baris dibawahnya.
Sintaks: DelLine;

# InsLine [prosedur]. Untuk menyisipkan sebuah baris pada posisi kursor dan menggeser kebawah tampilan-tampilan baris dibawahnya.
Sintaks: InsLine;

# Delay [prosedur]. Untuk menghentikan sejenak proses program.
Sintaks: Delay (MS: Word);
Keterangan : variable MS = ukuran waktu dalam milisecond.
Contoh :
Program Layar;
Uses Crt;
Var x : Char;
Begin
ClrScr;
GotoXY(35,10);Writeln (‘I Love Dinda');
Write (tunggu sebentar...!!');
Delay (5000);
InsLine;
GotoXY (35,11);Writeln ('Bayi sehatku');
GotoXY(01,13);Writeln ('Tekan Enter !');
Delay(1000);
GotoXY(15,12);
DelLine;
Read(x);
End.
Hasilnya adalah :
I Love Dinda
Bayi sehatku
tunggu sebentar...!!
Tekan Enter !

3. Statemen yang digunakan untuk memanipulasi string.

# ConCat[fungsi]. Untuk menggabungkan 2 atau beberapa variabel string.
Sintaks: ConCat (s1 [,s2,...,sn]: String) : String;
contoh: ConCat ('ABC','DEF') { ABCDEF }

# Copy [fungsi]. Mengambil satu atau beberapa karakter dari sebuah string.
Sintaks: Copy (S,Index,Count) : String;
Keterangan : S = sebuah string (string).
Index = posisi awal kita akan mengambil beberapa karakter (integer)
Count = banyaknya karakter yang akan diambil (integer).

# Delete [prosedur]. Menghapus sebagian karakter dari sebuah string.
Sintaks: Delete (S,Index,Count);
Keterangan : sama dengan statemen Copy.

# Insert [prosedur]. Menyisipkan satu atau beberapa karakter ke dalam sebuah string.
Sintaks: Insert (Source,var S,Index);
Keterangan : Source = sumber string untuk disisipi (string)
var S = string tujuan yang akan disisipi oleh string Source (string)
Index = posisi mulai (integer).

# Length [fungsi]. Memberikan nilai panjang dari suatu string (jumlah karakter dalam string).
Sintaks: Length (S);
Keterangan : S = string
Length(S) menghasilkan nilai integer.

# Pos [fungsi]. Mencari posisi sebuah bagian string (substring) didalam sebuah string.
Sintaks: Pos (Substr,S); {menghasilkan nilai Byte}
Keterangan : Substr = substring yang akan dicari posisinya didalam sebuah string S. Bila bernilai 0 berarti nilai string yang dicari tidak ada.

# Str [prosedur]. Merubah nilai numerik ke dalam nilai string.
Sintaks: Str (N,S);
Keterangan :
N = data tipe integer,
S = data tipe string.

# Val [prosedur]. Merubah nilai string ke dalam nilai numerik.
Sintaks: Val (S,N,P);
Keterangan :
S = nilai string,
N = nilai real,
P = posisi salah.
Nilai string harus berisi angka, plus atau minus, bila tidak berarti kesalahan dan letak kesalahannya ditunjukkan oleh variabel posisi salah. Jika benar, maka nilai variabel tsb = 0 (nol).

# UpCase [fungsi]. Memberikan huruf kapital dari argumen.
Sintaks: UpCase (S);
Keterangan :
S = variabel bertipe karakter.
Contoh :
Program Man_String;
Uses Crt;
Var s : String;
l : Integer;
h : String;
Const a='Dinda';
b='Bayi ';
c='Sehatku';
Begin
ClrScr;
s:= ConCat (a,b,c);
Writeln (s);
Insert (' & ',s,6);
Writeln(s);
Delete (s,7,7);
Writeln (s);
h:=Copy (s,1,5);
Writeln (h);
l:= Length(s);
Writeln ('Panjangnya string S : ',l);
Writeln ('Posisi "Sehat" pada nilai S : ',POS('Sehat',s));
END.
Hasilnya adalah :
DindaBayiSehatku
Dinda & Bayi Sehatku
Dinda Sehatku
Dinda
Panjangnya string S : 16
Posisi "Sehat" pada nilai S : 7

4. Statemen-statemen untuk perhitungan aritmatik.

# Abs [fungsi]. Memberikan nilai mutlak dari suatu argumen.
Sintaks: ABS(x);

# ArcTan[fungsi]. Memberikan nilai dari fungsi arctangent dari perhitungan goniometri.
Sintaks: ArcTan (x); ‘dimana x dapat bertipe real atau integer dan akan menghasilkan nilai bertipe real.’

# Cos [fungsi]. Memberikan nilai dari fungsi Cosinus.
Sintaks: Cos (x);

# Exp [fungsi]. Menghitung nilai pangkat dari bilangan e (bilangan alam),yaitu sebesar x.
Sintaks: Exp (x); ‘x dapat bertipe real atau integer dan akan menghasilkan nilai bertipe real. ‘

# Frac [fungsi]. Untuk mendapatkan nilai pecahan dari suatu bilangan.
Sintaks: Frac (x); ‘Tipe dari x sama seperti yang diatas. ‘

# Int [fungsi]. Memberikan nilai integer (bilangan bulat) dari suatu variabel dengan membuang bilangan di belakang koma.
Sintaks: Int (X);

# Ln [fungsi]. Digunakan untuk menghitung nilai logaritma alam (natural logarithm) dari nilai x.
Sintaks: Ln (x);

# Sin [fungsi]. Memberikan nilai dari fungsi Sinus.
Sintaks: Sin (x);

# Sqr [fungsi]. Digunakan untuk menghitung nilai pangkat kuadrat dari suatu bilangan.
Sintaks: Sqr (x);
Tipe dari x bisa berupa real maupun integer. Dan hasilnya akan sama dengan tipe dari x.

# Sqrt (fungsi). Digunakan untuk menghitung nilai akar dari suatu bilangan.
Sintaks: Sqrt (x);
Contoh :
Program Aritmatik;
Uses Crt;
Var x : Real;
Begin
Clrscr;
Write('Masukkan nilai dari X = ');
Readln (x);
If x <0 Then x:=Abs (x);
Writeln('Nilai X = ',x:5:2);
Writeln ('Nilai eksponentialnya = ',EXP(x):9:3);
Writeln ('Nilai logaritma alamnya = ',LN(x):9:3);
Writeln ('Nilai integernya = ',INT(x):5:2);
Writeln ('Nilai fraksionalnya = ',FRAC(x):5:2);
Writeln ('Nilai X dipangkatkan = ',SQRT(x):9:3);
Writeln ('Nilai X diakarkan = ',SQRT(x):9:3);
Write('Nilai X jika dimasukkan dalam ');
Writeln('fungsi Sin,Cos,Tangen: ');
Writeln('- Sinus = ',Sin(x):9:3);
Writeln('- Cosinus = ',Cos(x):9:3);
Writeln('- Tangen = ',ArcTan(x):9:3);
End.
Hasilnya :
masukkan nilai dari X = -2.5
Nilai X = 2.50
Nilai eksponensialnya = 12,182
Nilai logarima alamnya = 0,196
Nilai integernya = 2.00
Nilai fraksionalnya = 0.50
Nilai X dipangkatkan = 6.250
Nilai X diakarkan = 1.581
Nilai X jika dimasukkan dalam fungsi Sin,Cos,Tangen:
- Sinus = 0.598
- Cosinus = -0.801
- Tangen = 1.190

5. Statemen-statemen untuk transfer nilai dari suatu variabel.

# Chr [fungsi]. Merubah nilai dari byte ke bentuk karakter yang sesuai dengan kode ASCII.
Sintaks: Chr (x);
Keterangan : x bertipe byte
contoh : Writeln (Chr (61));
hasilnya : a

# Ord [fungsi]. Merubah nilai suatu variabel dari bentuk karakter ke bentuk longint.
Sintaks: Ord (x);
Keteranagn : x bertipe char
contoh : Writeln(Ord ('B'));
hasilnya : 42

# Round [fungsi]. Membulatkan data tipe real ke data tipe longint.
Sintaks: Round (x);
Keterangan : Jika nilai pecahan < 0,5 maka dibulatkan kebawah. Jika nilai pecahan > 0,5 maka dibulatkan keatas.
contoh : Writeln('10/3 dibulatkan = ',Round(10/3));
hasilnya : 10/3 dibulatkan = 3

# TRUNC [fungsi]. Membulatkan kebawah data tipe real ke data tipe longint.
Sintaks: Trunc (x);
contoh : Writeln('20/3 dibulatkan kebawah = ',Trunc (20/3));
hasilnya : 20/3 dibulatkan kebawah = 6

6. Statemen-statemen untuk memanipulasi data.

# Pred [fungsi]. Memberikan nilai sebelum nilai argumen dalam urutannya dalam ASCII.
Sintaks: Pred (x);

# Succ [fungsi]. Memberikan nilai sesudah nilai argumen dalam urutannya dalam ASCII.
Sintaks: Succ (x);

# Inc[fungsi]. Menambah (increments) nilai suatu variabel.
Sintaks: Inc (x,i); {i >= 1}

# Dec [fungsi]. Mengurangi (decrements) nilai suatu variabel.
Sintaks: DEC(x,i); {i >=1}

Contoh :
Progam Man_Data;
Uses Crt;
Type
hari = (hr0,hr1,hr2,hr3,hr4,hr5,hr6,hr7)
Var
urutanhr : hari;
Const
namahr : Array [hr1..hr7] of String [6]=('Senin','Selasa','Rabu','Kamis','Jumat','Sabtu','Minggu');
Begin
Writeln('Daftar Nama Hari);
urutanhr := hr0;
While Urutanhr < hr7 DO
Begin
urutanhr := Succ(urutanhr);
Write('hari ke ',Ord(Urutanhr):2,' adalah ');
Writeln(namahr[urutanhr]);
End;
End.
hasilnya adalah :
Daftar Nama Hari
hari ke 1 adalah Senin
hari ke 2 adalah Selasa
hari ke 3 adalah Rabu
hari ke 4 adalah Kamis
hari ke 5 adalah Jumat
hari ke 6 adalah Sabtu
hari ke 7 adalah Minggu

7. Statemen-statemen tambahan (warna,suara dan window).

# TextColor [prosedur]. Untuk mengatur warna dari karakter-karakter di layar.
Sintaks: TextColor (color : Byte);
Catatan : untuk pilihan warna lihat pada buku Turbo Pascal yang anda miliki.
Daftar TextColor :
(2) Hijau Muda (3)Hijau pupus (4)Merah
(5)Ungu Tua (6) Kuning (7)Putih
(8)Biru Tua (9)Biru Cerah (10)Hijau Muda
(12)Merah Muda (13)Ungu Cerah (14)Kuning Muda
(15) Ungu Pupus (16)Hitam

Daftar TextColor dengan Blink :
(17)Biru Tua (18)Hijau Muda (19)Hijau Pupus
(20)Merah (21)Ungu Tua

# TextBackGround [prosedur]. Untuk mengatur warna latar belakang dari karakter-karakter dilayar.
Sintaks: TextBackGround (Color : Byte);

# Window [prosedur]. Untuk membuat suatu jendela (window) yang terletak pada layar.
Sintaks: Window (x1,x2,y1,y2 : Byte);
x1,x2 = kordinat kiri atas dengan nilai maksimal sesuai dengan mode layar.
y1,y2 = kordinat kanan bawah dengan nilai maksimal sesuai dengan mode layar.

# TextMode [prosedur]. Untuk mengatur lebar layar, 80 kolom atau 40 kolom.
Sintaks: TextMode(Mode: Byte);
Default = C80

# Sound [prosedur]. Untuk mengaktifkan suara (beep) pada internal speaker.
Sintaks: Sound (Hz : word);
Untuk mengnonaktifkannya, gunakan statemen NoSound.
Contoh :
Program Layar2;
Uses Crt;
Begin
ClrScr;
Window (5,5,20,75);
TextBackGround(Red); ‘anda juga bisa menggunakan angka (4)
TextColor(Yellow);
Sound (220);
GotoXY(10,7);
Writeln('I Love Dinda');
GotoXY(11,7);
Writeln('Bayi Sehatku');
NoSound;
End.

sumber : http://materi-praktek.blogspot.com/2007/03/bab-2-statemen-statemen-pada.html

Bentuk Perulangan & Penyeleksian Kondisi

1. Bentuk – bentuk Perulangan


Dalam hampir setiap program yang kompleks mutlak memerlukan suatu perulangan dan percabangan. Tujuan perulangan disini adalah untuk mengulang statement atau blok statement berulang kali sesuai
sejumlah yang ditentukan pemakai. Dalam materi ini akan memberikan gambaran konsep dasar dari pengertian diatas.

a) Perulangan For.
Perulangan dengan statemen For digunakan untuk mengulang statemen atau suatu blok statemen berulang kali. Perulangan dengan statemen For dapat berupa perunlangan positif dan perulangan negatif.

• Perulangan For positif
contoh : perulangan positif untuk satu statement :
Uses Crt;
Var
i : Integer;
Begin
For i := 1 To 5 Do Writeln ('I Love Dinda’);
END.
Maka bila program diatas dicompile
hasilnya :
I Love Dinda
I Love Dinda
I Love Dinda
I Love Dinda
I Love Dinda
Penjelasan : Berati statemen I Love Dinda akan diulang sebanyak 5 kali yaitu dengan menghitung nilai i dari i ke 1 sampai nilai i terakhir yaitu i ke 5.

# Contoh dengan menggunakan blok statement: cara penulisannya dengan pada awal blok diawali dengan Begin dan pada akhir blok diakhiri dengan End;
Uses Crt;
Var
i : Integer;
Begin
For i:= 1 To 10 Do
Begin
Writeln ('I Love Dinda'); { blok statement }
End;
End.
Hasil yang akan didapat akan sama dengan contoh yang pertama, tapi yang harus diingat disini untuk penggunaan blok pada perulangan For biasanya mempunyai banyak statement [lebih dari 1 statement]


# Contoh 3 : Penggunaan perulangan For dalam blok statement untuk membuat tabel

Uses Crt;
Var
a,b,c : Integer;
bagi : Real;
Begin
Writeln('----------------------------------------------');
Writeln(' a a*a a*a*a 1/a ');
Writeln('----------------------------------------------');
For a := 1 To 10 Do
Begin
b:= a*a;
c:=a*a*a;
bagi := 1/a;
Writeln(a:4,c:10,d:10,bagi:12:3);
End;
Writeln ('----------------------------------------------');
End.
maka hasilnya :
----------------------------------------------
a a*a a*a*a 1/a
----------------------------------------------
1 1 1 1.000
2 4 8 0.500
3 9 27 0.333
4 16 64 0.250
5 25 125 0.200
6 36 216 0.167
7 49 343 0.143
8 64 512 0.125
9 81 729 0.111
10 100 1000 0.100
----------------------------------------------
• Perulangan For negatif : Perulangan negatif adalah perulangan dengan menghitung (counter) dari besar ke kecil.

Statement yang digunakan adalah For-DownTo-Do
contoh :
Uses Crt;
Var
i : Integer;
Begin
For i := 10 DownTo 1 Do Write (i:3);
End.
Hasil :
10 9 8 7 6 5 4 3 2 1

• Perulangan For tersarang
Perulangan For tersarang adalah perulangan For yang berada pada perulangan yang lainnya. Perulangan yang lebih dalam akan diproses terlebih dahulu sampai habis, kemudian perulangan yang lebih luar baru akan bertambah, mengerjakan perulangan yang lebih dalam lagi mulai dari nilai awalnya dan seterusnya.
Contoh :
Var
a,b : Integer;
Begin
For a := 1 To 3 Do
Begin
For b := 1 To 2 Do Write (a :4,b:2);
Writeln;
End;
End.
Hasil :
1 1 1 2
2 1 2 2
3 1 3 2

• Perulangan While - Do
Penyeleksian kondisi digunakan untuk agar program dapat menyeleksi kondisi, sehingga program dapat menentukan tindakan apa yang harus dikerjakan, tergantung dari kondisi yang diseleksi tersebut. Perulangan While – Do tidak dilakukan jika kondisi tidak terpenuhi.
Contoh :
Uses Crt;
Var i : Integer;
Begin
i := 0;
While < 5 do
Begin
Write (i:3);
Inc (i); { sama dengan i:=i+1 }
End;
End.
Hasilnya :
0 1 2 3 4

• Perulangan While – Do tersarang
Perulangan While – Do tersarang (nested While - Do) merupakan perulangan While – Do yang satu di dalam perulangan While – Do yang lainnya.
Contoh :
Uses Crt;
Var
a, b : Integer;
Begin
ClrScr;
a:=1;
b:=1;
While a < 4 Do{ loop selama a masih lebih kecil dari 4 }
Begin
a := a+1;
While b < 3 Do{ loop selama b masih lebih kecil dari 3 }
Begin
Write (a:3,b:2);
b:=b+1;
End;
End;
Readln;
End.

• Perulangan Repeat - Until.
Repeat – Until digunakan untuk mengulang statement-statemen atau blok statement sampai (Until) kondisi yang diseleksi di Until tidak terpenuhi.
Sintak dari statement ini adalah :
Contoh :
Var
i : Integer;
Begin
i:=0;
Repeat
i:= i+1;
Writeln (i);
Until i=5;
End.
hasil :
1
2
3
4
5

• Repeat – Until tersarang
Repeat – Until tersarang adalah suatu perulangan Repeat - Until yang satu berada didalam perulangan Repeat – Until yang lainnya.
Contoh :
Var
a,b,c : Real;
Begin
Writeln('========================================');
Writeln(' sisi A sisi B Sisi C ');
Writeln (' =======================================');
a:= 1;
Repeat { perulangan luar }
b := 0;
Repeat{ perulangan dalam }
c:=Sqrt (a*a+b*b);
Writeln (a:6:2, b:9:2, c:9:2);
b:=b+5;
Until b>25; { berhenti jika b lebih besar dari 5 untuk
perulangan dalam }
a:=a+1;
Until a>3; { berhenti jika a lebih besar dari 3 untuk
perulangan luar }
Writeln(' =======================================');
End.

• Percabangan

 If - Then
Bentuk struktur If – Then adalah sebagai berikut :
If Kondisi Then Statement
Ungkapan adalah kondisi yang diseleksi oleh statement If. Bila kondisi yang diseleksi terpenuhi, maka statement yang mengikuti Then akan diproses, sebaliknya bila kondisi tidak terpenuhi, maka yang akan diproses statement berikutnya.
Misalnya :
If Pilihan = 2 Then
Begin{ jika kondisi terpenuhi, Yaitu jika pilihan = 2 }
......
......
End
Else{ jika kondisi tidak terpenuhi, yaitu jika pilhan tidak sama dengan 2}
Begin
.......
.......
End;
Contoh Program :
Uses Crt;
Var
Nilai : Real;
Begin
Write ('Jumlah Nilai :');
Readln (nilai); { Pemasukan data }
If nilai > 60 Then { seleksi kondisi variabel nilai }
Writeln('Lulus') { Dilaksanakan jika nilai lebih besar dari 60 }
Else
Writeln('Tidak lulus'); { Dilaksanakan jika variabel nilai lebih kecil dari 60 }
End.
Hasil :
Jika kita Memasukan 40 pada varibel nilai, Maka program diatas akan mencetak Tidak lulus.

 If tersarang (nested If)
Struktur If tersarang merupakan bentuk dari suatu statement If berada di dalam lingkungan statemen If yang lainya. Bentuk statement If tersarang sebagai berikut :

If kodisi1 Then atau If Kondisi1 Then
If kondisi2 Then Begin
statemen1 IF kondisi2 Then
Else statemen1
statemen2; Else
statemen2
End;

 Case - Of
Struktur Case – Of mempunyai suatu ungkapan logika yang disebut dengan selector dan sejumlah statemen yang diawali dengan suatu label permasalahan (case label) yang mempunyai tipe sama dengan selector.
Statement yang mempunyai case label yang bernilai sama dengan case label yang bernilai sama dengan nilai selector akan diproses sedang statemen yang lainya tidak.

Bentuk struktur dari Case - Of:

Case Variabel Kondisi Of
Case – Label 1; Statement 1;
Case – Label 2; Statement 2;
Case – Label 3; Statement 3;
Case – Label 4; Statement 4;
........
........
Case – Label n ; Statement n ;
End ; { end dari case }

Daftar Case label dapat berupa konstanta, range dari konstanta yang bukan bertipe real.
Contoh program ;
Program nilai;
Var
nil : Char ;
Begin
Write ('Nilai Numerik yang didapat :');
Readln (nil);
Case nil Of
'A': Writeln ('Sangat Baik’);
'B': Writeln('Baik’);
'C': Writeln('Cukup');
'D': Writeln('Kurang');
'E': Writeln('Sangat Kurang');
End;
End.
hasil : Nilai Numerik yang didapat : B Input Baik
Contoh Listing Program untuk Dicoba

1. Program input data dengan array.
Program Pemakaian_Array_Untuk_10_data_dengan_menggunakan_For;

Uses Crt;
Const
garis='------------------------------------------------------';
Var
nil1,nil2 : Array [1..10] Of 0..100; {Array dgn Type subjangkauan}
npm : Array [1..10] Of String [8];
nama : Array [1..10] Of String [15];
n,i,bar : Integer;
jum : Real;
tl : Char;
Begin
ClrScr;
{ pemasukan data dalam array }
Write ('Mau Isi Berapa Data:');
Readln (n);
For i:= 1 To n Do
Begin
ClrScr;
GotoXY(30,4+1); Write('Data Ke-:',i:2);
GotoXY(10,5+i); Write('NPM :'); Readln (npm[i]);
GotoXY(10,6+i); Write('Nama :'); Readln (nama[i]);
GotoXY(10,7+i); Write('Nilai 1 :'); Realdn(nil 1[i]);
GotoXY(10,8+i); Write('Nilai 2 :'); Readln(nil 2[i]);
End;
{ proses data dalam array }
ClrScr;
GotoXY(5,4); Write(Garis);
GotoXY(5,5); Write ('No');
GotoXY(9,5); Write ('NPM');
GotoXY(18,5); Write ('Nama');
GotoXY(34,5); Write ('Nilai 1');
GotoXY(41,5); Write ('Nilai 2');
GotoXY(47,5); Write ('Rata');
GotoXY(54,5); Write ('Abjad’);
GotoXY(5,6); Write (Garis);
{ proses Cetak isi array dan seleksi kondisi }
bar := 7;
For i:= 1 To n Do
Begin
jum:=(nil1[i]+nil2[i])/2;
If jum>= 90 Then tl:='A'
Else
If jum>80 Then tl:='B'
Else
If jum>60 then tl:='C'
Else
If jum 50 Then tl:='D'
Else
tl:='E';
{ cetak hasil yang disimpan di array dan hasil }
{ penyeleksian kondisi }
GotoYX(5,bar); Writeln(i:2);
GotoYX(9,bar); Writeln (NPM[i]);
GotoYX(18,bar); Writeln (NAMA[i]);
GotoYX(34,bar); Writeln (NIL1[i]:4);
GotoYX(41,bar); Writeln (NIL2[i]:4);
GotoYX(47,bar); Writeln (jum:5:1);
GotoYX(54,bar); Writeln (tl);
bar:=bar+1;
End;
GotoXY(5,bar+1);Writeln(garis);
Readln;
End.

2. Program jendela bergerak.
Program Window_Bergerak_dgn_delay;
Uses Crt;
Var i : Integer;
Begin
For i:=1 To 15 Do
Begin
Sound (i*100);
Delay (100);
NoSound;
End;
TextBackGround(black);
ClrScr;
For i := 1 To 9 Do
Begin
TextBackGround(white);
Window (42-i*4,10-i,38+i*4,15+i);
ClrScr;
Delay(100);
End;
TextColor(15);
GotoXY(28,2);Writeln('c');
GotoXY (8,3); Writeln ('3');
GotoXY (28,4); Writeln ('A');
TextColor(black);
GotoXY (44,3); Writeln ('3');
GotoXY (44,2); Writeln ('&');
TextColor (29,4); Writeln ('U');
TextColor (red*25);
GotoXY (30,3); Writeln ('B E L A J A R');
TextColor (black);
GotoXY (5,5); Write('c');
For i := 6 To 64 Do
Begin
GotoXY (i,5); Writeln ('');
End;
For i := 6 To 20 Do
Begin
GotoXY(5,i); Writeln('3 ');
End;
GotoXY (5,21); Writeln (' ');
TextColor(white);
GotoXY(65,5); Write('U');
For i := 6 To 65 Do
Begin
GotoXY (i,21); Writeln(' `);
End;
For i := 6 To 20 Do
Begin
GotoXY(65,i); Writeln('3');
End;
GotoXY (65,21); Writeln ('c');
TextColor(yellow);
Readln;
End.

Sumber :http://materi-praktek.blogspot.com/2007/03/bab-3-bentuk-perulangan-penyeleksian.html

Array pada Pascal

Array adalah tipe data terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Komponen-komponen tersebut disebut sebagai komponen type, larik mempunyai jumlah komponen yang jumlahnya tetap. Banyaknya komponen dalam larik ditunjukkan oleh suatu index, dimana tiap komponen di array dapat diakses dengan menunjukkan nilai indexnya atau subskript. Array dapat bertipe data sederhana seperti byte, word, integer, real, bolean, char, string dan tipe data scalar atau subrange. Tipe larik mengartikan isi dari larik atau komponen- komponenya mempunyai nilai dengan tipe data tersebut.
Contoh:
Var
Untai : array[1..50] of Integer;
Pada contoh Array dengan nama untai telah dideklarasikan dengan tipe integer, dengan jumlah elemen maksimum 50 elemen, nilai dari elemen array tersebut diatas harus bertipe integer.

Contoh Program :
Program Contoh_Array_Input;
Uses Crt;
Var
Bilangan : array[1..50] of Integer;
Begin
ClrScr;
Bilangan[1]:=3;
Bilangan[2]:=29;
Bilangan[3]:=30;
Bilangan[4]:=31;
Bilangan[5]:=23;
Writeln('nilai varibel bilangan ke 3 =',Bilangan[3]);
Readln;
End.

Array juga dapat dideklarasikan bersama dengan tipe yang beragam seperti contoh dibawah ini :
Program Contoh_Deklarasi_Array_Beragam;
Uses Crt;
Var
NPM : array[1..20] of string[10];
Nama : array[1..20] of string[25];
Nilai : array[1..20] of real;
Umur : array[1..20] of byte;
banyak,i : integer;
Begin
ClrScr;
Write('Isi berapa data array yang diperlukan :');Readln(banyak);
For i := 1 to banyak Do
Begin
Write('NPM =');Readln(NPM[i]);
Write('Nama =');readln(Nama[i]);
Write('Nilai=');readln(Nilai[i]);
Write('Umur =');readln(Umur[i]);
End;
{cetak varibel array}
Writeln('NPM NAMA NILAI UMUR ');
For i:= 1 to banyak Do
Begin
Writeln(Npm[i]:10,Nama[i]:25,Nilai[i]:3:2,' ',Umur[i]:3);
End;
Readln;
End.

Untuk deklarasi array dapat digunakan beberapa cara seperti berikut ini :
Type
Angka = String[20];
Var
Nama : Array [1..50] of Angka;
Begin
.
.
End.

Deklarasi tipe indeks subrange integer Indeks pada array dapat tipe skalar atau subrange, tetapi tidak bisa real.
Contoh:
Var
Nilai : Array[1..10] of Integer;
pada contoh ini array nilai mempunyai 10 buah elemen yaitu dari 1 sampai 10. Array tersebut dapat dideklarasikan dengan type seperti berikut ini :

Type
Skala = 1..10;
Var
Nilai : Array [skala] of Integer;
atau :
Type
Skala = 1..10;
Y = Array[skala] of Integer;
Var
Nilai : Y;
atau :
Type
Y = Array[1..10] of Integer;
Var
Nilai : Y;
atau :
Const
Atas =1;
Bawah = 5;
type
Y = Array[Atas..Bawah] of Integer;
Var
Nilai : Y;

I. Deklarasi Type Indeks Skalar
Indeks dari larik dapat berupa tipe skalar.
Contoh. :
Program Deklarasi_Indeks_Array_Skalar;
Uses Crt;
Var
Jum : Array[(jan,feb,mar,apr,mei)] of Integer;
Begin
Jum[jan]:=25;
Jum[feb]:=45;
Jum[mar]:=21;
Jum[apr]:=23;
Jum[mei]:=50;
Writeln('Jumlah nilai bulan maret =',Jum[mar]);
Readln;
End.
dapat juga ditulis :
type
Bln = (jan,feb,mar,apr,mei);
Var
Jum : Array[bln] of Integer;
atau :
type
Bln =(jan,feb,mar,apr,mei);
Var
Jum : Array[jan..mei] of Integer;

II. Deklarasi Konstanta Array
Array tidak hanya dapat berupa suatu varibel yang dideklarasikan di bagian deklarasi variabel, tetapi dapat juga berupa konstanta (const).
Contoh Program :
Program Contoh_Deklarasi_Array_Konstan;
Uses Crt;
Const
Tetap : Array[1..4] of Integer=(7,10,21,20);
Var
i : Integer;
Begin
For i:= 1 to 4 Do
Writeln('Nilai Konstan array ke ',i:2,' =',Tetap[i]);
Readln;
End.
konstanta array dapat juga berupa ketetapan dalam bentuk karakter seperti berikut.
Contoh Program :
Program Contoh_Konstan_Array_Char_;
Uses Crt;
Const
Huruf : Array[0..5] of Char=('A','B','C','D','E','F');
Var
i : Integer;
Begin
For i:= 0 to 5 Do
Writeln('Nilai konstan array ke',i:2,' = ',Huruf[i]);
Readln;
End.
Konstanta array dapat juga berupa string seperti berikut ini.
Contoh Program :
Program Constanta_Array_String;
Uses Crt;
Type
A = Array [1..5] of String;
Const
Nama : A = ('basic','pascal','cobol','paradox','dbase');
Var
i : Integer;
Begin
For i:= 1 to 5 Do
Writeln('Nilai Array ke-',i:2,'= ',Nama[i]);
readln;
end.

Dalam pascal string merupakan array dari elemen- elemen karakter seperti berikut :
Contoh Program :
Program String_Adalah_Array_Tipe_Char;
Uses Crt;
Var
Nama : string;
i : Integer;
Begin
Nama:='Turbo Pascal';
For i:= 1 to Length(nama) Do
Writeln('Elemen ',i,' dari ',Nama,'= ',Nama[i]);
Readln;
End.

contoh program bilangan prima dengan menggunakan bantuan array.
Contoh program :
Program Mencari_Bilangan_Prima_Dengan_Array;
Uses Crt;
Var
Prima : Array[1..100] of Integer;
i,j : Integer;
bil : Integer;
Begin
ClrScr;
For i := 2 to 100 Do
Begin
Prima[i]:=i;
For j:= 2 to i-1 Do
Begin
bil := (i mod j); {* i dibagi j dicek apakah 0*}
If bil = 0 then Prima[i]:=0; {*jika habis dibagi,berarti bkn prima*}
End;
If Prima[i]<> 0 Then Write(Prima[i],' '); {*cetak array yg prima*}
End;
Readln;
End.

Contoh pengurutan data dengan metode buble sort, yaitu dengan cara penukaran, dapat dilihat pada contoh dibawah ini :
Contoh Program :
Program Penggunaan_Array_Untuk_Sortir_Buble_Sort;
Uses Crt;
Var
nil1 : Array[1..100] of Integer;
n,i,j,dum : Integer;
Begin
ClrScr;
Write('mau isi berapa data acak (integer) ='); readln(n);
For i := 1 to n Do
Begin
Write('Data Ke ',i,':');Readln(nil1[i]);
End;
{* penyapuan proses}
for i:= 1 to n-1 do
begin
for j:= i to n do
begin
if nil1[j]
begin
dum:=nil1[j];
nil1[j]:=nil1[i];
nil1[i]:=dum;
end;
end;
end;
writeln;
writeln('Hasil Sortir');
for i := 1 to n do
write(nil1[i]:3);
readln;
end.


III. Array Dua Dimensi
Di dalam pascal Array dapat berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan array dimensi banyak (Multidimensional array), disini akan dibahas array 2 dimensi saja. Array 2 dimensi dapat mewakili suatu bentuk tabel atau matrik, yaitu indeks pertama menunjukkan baris dan indeks ke dua menunjukkan kolom dari tabel atau matrik.
1 2
1 2 3
Untuk mengetahui cara mendeklarasikan dari penggunaan aray dua dimensi dapat dilihat pada listing program dibawah ini .

Contoh Program:
Program Deklarasi_Array_Dua_Dimensi;
Uses Crt;
Var Tabel : Array[1..3,1..2] of Integer;
i,j : Integer;
Begin
ClrScr;
Tabel[1,1]:=1;
Tabel[1,2]:=2;
Tabel[2,1]:=3;
Tabel[2,2]:=4;
Tabel[3,1]:=5;
Tabel[3,2]:=6;
For I := 1 to 3 Do Begin For J:= 1 to 2 Do Begin Writeln('Elemen ',i,',',j,'= ',tabel[i,j]);
End;
End;
Readln;
End.


IV. Alternatif Deklarasi Array Dua Dimensi.
Ada beberapa cara dalam mendeklarasikan array dua dimensi, beberapa cara tersebut dapat dilihat dibawah ini :
Contoh :
Var
Tabel : Array[1..3] of Array[1..2] of Byte;
atau :
Type
Matrik = Array[1..3,1..2] of Byte;
Var
Tabel : Matrik;
atau :
Type
Baris = 1..3;
Kolom = 1..2;
Matrik = Array[Baris,Kolom] of Byte;
Var
Tabel : Matrik;
atau :
Type
Baris = 1..3;
Kolom=1..2;
Matrik= Array[Baris] of Array[Kolom] of Byte;
Var
Tabel : Matrik;
Dibawah ini akan diberikan listing program penggunaan array dua dimensi dalam aplikasi penjumlahan matrik :
Contoh Prorgam:
Program Penjumlahan_Matrik;
Uses Crt;
Var
Matrik1,Matrik2, Hasil : Array[1..3,1..2] of Integer;
i,j : Integer;
Begin
ClrScr;
{ input matrik ke satu }
Writeln(' Elemen matrik satu');
For i := 1 to 3 Do
Begin
For j := 1 to 2 Do
Begin
Write('Elemen baris -',i,' Kolom -',j,'= ');
Readln(matrik1[i,j]);
End;
End;
{input matrik ke dua}
Writeln('input elemen matrik dua');
For i:= 1 to 3 Do
Begin
For j:= 1 to 2 Do
Begin
Write('Elemen baris -',i,' kolom -',j,'= ');
Readln(matrik2[i,j]);
End;
End;
{proses penjumlahan tiap elemen}
For i := 1 to 3 Do
Begin
For j:= 1 to 2 Do
Begin
Hasil[i,j]:=Matrik1[i,j]+Matrik2[i,j];
End;
End;
{proses cetak hasil}
For i:= 1 to 3 Do
Begin
For j:= 1 to 2 Do
Begin
Write(Hasil[i,j]:6);
End;
Writeln;
End;
Readln;
End.


V. Array Sebagai Parameter
Array dapat digunakan sebagai parameter yang dikirimkan baik secara nilai (by value) atau secara acuan (by reference) ke procedure atau ke function. Procedure yang menggunakan parameter berupa array harus dideklarasikan di dalam judul procedure yang menyebutkan parameternya bertipe array.

Contoh Program :
Program Contoh_Pengiriman_Parameter_Array_Di_Procedure;
Uses Crt;
Const
Garis ='---------------------------------------------------';
Type
Untai = Array[1..10] of String[15];
Bulat = Array[1..10] of Integer;
Huruf = Array[1..10] of Char;
Var
i,Banyak : Integer;
Procedure Proses(Nama:Untai;Nilai:Bulat);
Var
Ket : String;
Abjad : Char;
Begin
Writeln(Garis);
Writeln('Nama Nilai Abjad Keterangan');
Writeln(Garis);
For i := 1 to Banyak Do
Begin
If Nilai[i] > 90 Then
Begin
Abjad:='A';
Ket :='Istimewa';
End;
If (Nilai[i]<90) And (Nilai[i]>70) Then
Begin
Abjad:='B';
Ket :='Memuaskan';
End;
If (Nilai[i]<70) And (Nilai[i]>60) Then
Begin
Abjad:='C';
Ket :='Cukup';
End;
If (Nilai[i]<60) And (Nilai[i]>45) Then
Begin
Abjad:='D';
Ket :='Kurang';
End;
If Nilai[i]< 45 Then
Begin
Abjad:='E';
Ket :='Sangat kurang';
End;
Writeln(Nama[i]:15,' ',Nilai[i]:4,' ',Abjad,' ',Ket:15);
End;
Writeln(Garis);
End;
Procedure Masuk_Data;
Var
Nama : Untai;
Nilai : Bulat;
Begin
Write('Banyak data =');Readln(Banyak);
For i:= 1 to Banyak Do
Begin
ClrScr;
Writeln('Data ke - ',i);
Write('Nama =');readln(Nama[i]);
Write('Nilai =');readln(Nilai[i]);
End;
Proses(Nama,Nilai);
End;
{modul Utama}
Begin
Masuk_Data;
Readln;
End.
Referensi :
# Lepkom Universitas Gunadarma.
# Dasar-dasar Pemrograman Pascal, Teori dan Program terapan , Ir.P. Insap Santosa, M.Sc.

Wednesday, May 30, 2012

Beberapa Statemen Turbo Pascal



Statemen adalah perintah untuk pengerjaan program pascal.
Statemen terletak di bagian deklarasi statemen dengan diawali oleh kata cadangan BEGIN dan diakhiri dengan kata cadangan END. Akhir dari setiap statemen diakhiri dengan titik koma [;].
Statemen statemen dalam bahasa Pascal terdiri dari pernyataan yang berupa fungsi dan prosedur yang telah disediakan sebagai perintah standar Turbo Pascal.

1. Statemen-statemen yang digunakan untuk input/output.
# Read/Readln [prosedur].

Perintah ini digunakan untuk memasukkan [input] data lewat keyboard ke
dalam suatu variabel.
Sintaks: Read/Readln(x); (ingat, selalu diakhiri dengan titik koma [;])
Keterangan : x = variabel.
Read = pada statemen ini posisi kursor tidak
pindah ke baris selanjutnya.
Readln = pada statemen ini posisi kursor akan
pindah ke baris selanjutnya setelah di
input.

# Write/Writeln [prosedur].

Digunakan untuk menampilkan isi dari suatu nilai variable di
layar.
Sintaks: Write/Writeln(x);
Keterangan : x = variabel.
Write/Writeln= statement ini digunakan untuk mencetak variable ke dalam monitor

2. Statemen-statemen yang digunakan untuk pengaturan letak layar.

# ClrScr [prosedur].

Perintah ini digunakan untuk membersihkan layar.
sintaks: ClrScr; ==[Clear screen]

Dasar Program Pascal


Unsur-unsur Pemrograman
a. Mendapatkan data dengan membaca data dari default input (key board, file atau sumber data lainnya).
b. Menyimpan data ke dalam memori dengan struktur data yang sesuai,
c. Memproses data dengan instruksi yang tepat.
d. Menyajikan atau mengirimkan hasil olahan data ke default output (monitor, file atau tujuan lainnya).
Nama yang dipergunakan du dalam program Pascal disebut dengan pengenal atau Identifier. Identifier digunakan untuk nama: Program, Sub-program (procedure dan function), nama: Variable, Constant, Type, Label.
Nama-nama ini digunakan untuk pemakaian dan pemanggilan dalam program. Ketentuan penulisan identifier
a. Nama identifier harus dimulai dengan karakter huruf alfabet: a sampai z, A sampai Z atau karakter ‘_’ (underscore – garis bawah)
b. Karakter berikutnya boleh karakter numerik (0 .. 9) atau kombinasi alphanumerik (huruf-numerik).
c. Panjang nama, pada berbagai versi Pascal umumnya antara 32 – 63.
d. Tidak boleh menggunakan karakter istimewa: + – * / | \ = < > [ ] . , ; : ( ) ^ @ { } $ # ~ ! % & ` ” ‘ dan ? Contoh penulisan:
Penulisan yang benar: NamaMahasiswa, Gaji_Karyawan, PX4, dll.
Penulisan yang salah: 3X, A & B, C Z dll.
Variable adalah identifier yang berisi data yang dapat berubah-ubah nilainya di dalam program. Deklarasi Variable adalah :
a. Memberikan nama variabel sebagai identitas pengenal
b. Menentukan tipe data variabel
Contoh deklarasi variabel: var X : integer;
R  : real;
C  : char;
T  : boolean;
Konstanta adalah identifier yang berisi data yang nilainya tidak berubah di dalam program.
Deklarasi Konstanta adalah:
a. Memberikan nama konstanta sebagai identitas pengenal
b. Menentukan nilai konstanta
Contoh deklarasi konstanta: conts MaxSize = 100; {integer}
ExitC = ‘Q’; {char}
Reserved Words atau kata-kata cadangan pada Pascal adalah kata-kata yang sudah didefinisikan oleh Pascal yang mempunyai maksdu tertentu.Suatu Unit adalah kumpulan dari konstanta, tipe-tipe data, variabel, prosedur dan fungsi-fungsi. Unit standar pada Pascal yang bisa langsung digunakan adalah System, Crt, Printer Dos dan Graph. Untuk menggunakan suatu unit, maka kita harus meletakkan clausa atau anak kalimat Uses di awal blok program, diikuti oleh daftar nama unit yang digunakan. Pada materi ini yang akan dibahas adalah unit Crt. Unit ini digunakan untuk memanipulasi layar teks (windowing, peletakan cursor di layar, Color pada teks, kode extended keyboard dan lain sebagainya.

DASAR PEMROGRAMAN

Modul Algotima Dan Pemrograman Pascal

Untuk membuat sebuah program kita pastinya membutuhkan sebuah atau beberapa software yang mendukung pembuatan program tersebut dan sesuai dengan kemampuan kita dalam bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu :
Æ Low – level programing language

Tingkat bahasa pemrograman ini disebut “rendah” (low level) dikarenakan kurangnya abstraksi atau kurangnya penggambaran oleh kode instruksi yang ada antara bahasa natural (manusia) dan bahasa mesin. Dan karena itu bahasa ini sering disebut bahasa mesin.
Æ High – level programing language

Bahasa pemrograman di tingkat ini sudah memiliki abstraksi yang luas dan memiliki kemiripan dengan bahasa natural (manusia) terutama bahasa inggris. Dan bahasa ini sangat mudah di gunakan dan biasanya bahasa pemrograman ini digunakan untuk orang awam yang ingin belajar bahasa pemrograman.
Æ Very high – level programing language.

Bahasa ini memiliki abstraksi yang sangat tinggi dari pada High – level language dan biasanya digunakan untuk menunjang produktivitas para programer profesional. Nah .. untuk pembelajaran tahap awal kita akan membahas tentang salah satu bahasa pemrograman tingakt tinggi yaitu bahasa pemrograman PASCAL. Sebelum itu kita harus belajar tentang algoritma pemrograman yang biasanya diimplementasikan dengan Flowchart atau Pseudocode. Pembuatan algoritma ini bertujuan untuk mempermudah pembuatan program, algoritma juga bisa dikatakan sebagai kerangka awal sebuah program.
I.1 Flowchart Flowchart merupakan skema penggambaran tahap – tahap esekusi dalam sebuah program yang akan kita buat dalam bentuk symbol. Untuk symbol-simbol anda bisa cari atau surfing di internet sekalian dengan contoh penggunaan flowchart.
I.2 Pseudocode Selain flowchart kita juga dapat menyusun algoritma dengan menggunakan pseudocode. Pseudocode adalah bentuk informal untuk menggambarkan struktur bahasa pemrograman. Tujuan digunakannya pseudocode adalah :
1. Lebih mudah dipahami
2. Lebih mudah dibaca oleh manusia
3. Lebih mudah dalam pencurahan ide/ gagasan
4. Dan lebih mudah dalam pentransformasian kedalam bahasa pemrograman

Karena penggunaanya lebih simpel makan pseudocode sangat dianjurkan untuk programer pemula dalam menyusun sebuah algoritma sebuah kasus. Dan biasanya pseudocode menggunakan campuran antara bahasa pemrograman dan bahasa manusia, terutama dengan bahasa pascal. Jika dibandingkan dengan bahasa pascal, pseudocode memiliki kemiripan dalam menuliskan sintaks program dengan pascal sehingga lebih mudah dipelajari. Berikut contoh dari penggunaan pseudocode.
Contoh pseudocode :
Algoritma menghitung gaji
Kamus
nama : text jamkerja,
tarifperjam, gaji : numerik
Algoritma
Input (nama, jamkerja, tarifperjam)
Gaji <--- jamkerja * tarif perjam
Output ( nama, Gaji)

Thursday, May 24, 2012

Pengetahuan Dasar Domain

adalah jasa layanan internet yang menyediakan sumber daya server-server untuk disewakan sehingga memungkinkan organisasi atau individu menempatkan informasi di internet berupa HTTP, FTP, EMAIL atau DNS

Server hosting terdiri dari gabungan server-server atau sebuah server yang terhubung dengan jaringan internet berkecepatan tinggi.

Ada beberapa jenis layanan hosting yaitu shared hosting, VPS atau Virtual Dedicated Server, dedicated server, colocation server.

Shared Hosting adalah menggunakan server hosting bersama sama dengan pengguna lain satu server dipergunakan oleh lebih dari satu nama domain.

VPS, Virtual Private Server, atau juga dikenal sebagai Virtual Dedicated Server merupakan proses virtualisasi dari lingkungan software sistem operasi yang dipergunakan oleh server. Karena lingkungan ini merupakan lingkungan virtual, hal tersebut memungkinkan untuk menginstall sistem operasi yang dapat berjalan diatas sistem operasi lain.

Dedicated Server adalah penggunaan server yang dikhususkan untuk aplikasi yang lebih besar dan tidak bisa dioperasikan dalam shared hosting atau virtual dedicated server. Dalam hal ini, penyediaan server ditanggung oleh perusahaan hosting yang biasanya bekerja sama dengan vendor.

Colocation Server adalah layanan penyewaan tempat untuk meletakkan server yang dipergunakan untuk hosting. Server disediakan oleh pelanggan yang biasanya bekerja sama dengan vendor.

DOMAIN:
Apakah Domain itu ?
Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di internet.
Domain memberikan kemudahkan pengguna di internet untuk melakukan akses ke server dan mengingat server yang dikunjungi dibandingan harus mengenal deretan nomor atau yang dikenal IP.

Apa Perbedaan Domain dan Hosting
Hosting adalah space dalam server komputer yang di gunakan sebagai penempatan data dan file yang ada. Domain adalah alamat yang di gunakan untuk menuju tempat penempatan data dan file tersebut.
Dalam analogi sederhana :
Domain = Nomer kartu selular anda (081xxxxxxxx)
Hosting = Perangkat Telepon selular anda (nokia9500, motorola vrazer dll)

Top Level Domain, Second Level Domain dan Third Level Domain
Top Level Domain adalah deretan kata dibelakang nama domain seperti .com (dotcommercial), .net (dotnetwork), .org(dotorganization), .edu(doteducation), .gov(dotgoverment), dan .mil(dotmilitary).
Ada dua macam Top Level Domain, yaitu Global Top Level Domain (gTLD) dan Country Code Top Level Domain (ccTLD). gTLD adalah seperti yang diungkapkan diatas dan ccTLD adalah TLD yang diperuntukkan untuk masing-masing negara, seperti Indonesia dengan kode ID (co.id, net.id, or.id) atau Singapura dengan kode SG (com.sg, net.sg, dsb).
Second Level Domain (SLD) adalah nama domain yang anda daftarkan. Misalnya nama domain yang anda daftarkan adalah domainku.com, maka domainku adalah SLD dan .comnya adalah TLD.
Third Level Domain adalah nama sebelum Second Level Domain dan Top Level Domain. Misalnya nama domain yang anda miliki adalah domainku.com, maka anda dapat menambahkan nama lain sebelum domainku, yaitu mail.domainku.com atau search.domainku.com. layanan yang menjual third level domain adalah enom dengan : .**us.com, **.br.com, **.cn.com, dll. sementara yang memberikan secara cuma cuma adalah freedomain.co.nr memberikan **.co.nr secara gratis

Status Domain anda

ada beberapa status dalam domain anda :

1. ACTIVE

Domain dalam posisi aktiv dan bisa di lakukan segala perubahan oleh pemilik domain tersebut.
2. REGISTRAR-LOCK
Domain dalam posisi aktiv akan tetapi oleh pemilik domain tersebut dengan alasan keamanan di lakukan penguncian sehingga tidak dapat di lakukan perubahan kepemilikan domain tersebut.
3. REGISTRAR-HOLD

Domain akan di hapus dan akan bisa di daftarkan kembali dalam waktu 37 - 82 hari kedepan. tidak semua status REGISTRAR-HOLD akan di hapus karena masih memungkinkan pemilik lama untuk memperpanjang domain mereka.

4. REDEMPTIONPERIOD

Domain akan di hapus dan akan bisa di daftarkan kembali dalam waktu 31 hari kedepan.

5. PENDINGDELETE

Domain akan di hapus dan akan bisa di daftarkan kembali dalam waktu 6 hari kedepan.
6. REGISTRY-LOCK

Domain dalam posisi aktiv akan tetapi oleh pihak regitrar dengan alasan keamanan di lakukan penguncian sehingga tidak dapat di lakukan perubahan kepemilikan domain tersebut (biasa di lock oleh pihak registry karena alasan Fraud dll)

7. PENDING-RESTORE

Domain akan kembali dalam posisi aktiv setelah di perpanjang oleh pemilik sebelumnya.

Dasar Dasar MySQL

Untuk belajar MySQL, anda mesti mengetahui dasar-dasar dari MySQL itu sendiri...\
Dalam bahasa SQL pada umumnya informasi tersimpan dalam tabel-tabel yang secara
logik merupakan struktur dua dimensi terdiri dari baris (row atau record) dan
kolom(column atau field). Sedangkan dalam sebuah database dapat terdiri dari beberapa
table.
Beberapa tipe data dalam MySQL yang sering dipakai:
Tipe data Keterangan
INT(M) [UNSIGNED] Angka
-2147483648 s/d 2147483647
FLOAT(M,D) Angka pecahan
DATE Tanggal
Format : YYYY-MM-DD
DATETIME Tanggal dan Waktu
Format : YYYY-MM-DD HH:MM:SS
CHAR(M)
String dengan panjang tetap sesuai dengan yang
ditentukan.
Panjangnya 1-255 karakter
VARCHAR(M)
String dengan panjang yang berubah-ubah sesuai
dengan yang disimpan saat itu.
Panjangnya 1 – 255 karakter
BLOB Teks dengan panjang maksimum 65535 karakter
LONGBLOB Teks dengan panjang maksimum 4294967295
karakter

MEMBUAT DATABASE DAN TABLE
Untuk masuk ke dalam program MySQL pada prompt jalankan perintah berikut ini:
C:\> MYSQL (Enter)
Cara untuk membuat sebuah database baru adalah dengan perintah:
create database namadatabase;
Contoh:
create database privatdb;
Untuk membuka sebuah database dapat menggunakan perintah berikut ini:
use namadatabase;
Contoh:
use privatdb;
Perintah untuk membuat tabel baru adalah:
create table namatabel
(
struktur
);
Contoh:
Misalkan kita ingin menyimpan data anggota yaitu: nomor, nama, email, alamat, kota.
Sedangkan strukturnya seperti tabel dibawah ini:
Kolom/Field Tipe data Keterangan
nomor int(6) not null primary key angka dengan panjang maksimal 6, sebagai primarykey, tidak boleh kosong
nama char(40) not null teks dengan panjang maksimal 40 karakter, tidak boleh kosong
email char(255) not null teks dengan panjang maksimal 255 karakter, tidak boleh kosong
alamat char(80) not null teks dengan panjang maksimal 80 karakter, tidak boleh kosong
kota char(20) not null teks dengan panjang maksimal 20 karakter, tidakboleh kosong
Perintah MySQL untuk membuat tabel seperti diatas adalah:
create table anggota(
nomor int(6) not null primary key,
nama char(40) not null,
email char(255) not null,
alamat char(80) not null,
kota char(20) not null
);

Sedangkan data yang akan diisikan dalam tabel anggota adalah sebagai berikut:
Nomor Nama E-Mail Alamat Kota
1 Arini Nurillahi arini@hotmail.com Jl. Lebak Rejo 7 Surabaya
2 Renny Herlina rennyherlina@yahoo.com Jl. Hayam Wuruk 81 Bau Bau
3 Anon Kuncoro anonkuncoro@yahoo.com Jl. Candi Permata II/182 Semarang
4 Bayu bayu@astaga.com Jl. Pemuda 19 Surabaya
5 Riza riza@themail.com Jl. Karang Menjangan 5 Surabaya
6 Paul paul@rocketmail.com Jl. Metojoyo A-10 Malang
7 Anita anita@netscape.net Jl. Teuku Umar 45 Malang
8 Yusuf yusuf@hotmail.com Jl. Rajawali 78 Mojokerto
9 Ali ali77@astaga.com Jl. Hasanuddin 3 Mojokerto
10 Aji ajisaka77@yahoo.com Jl. Kalilom Lor Kelinci 9 Surabaya
11 Latief latif@mail.com Jl. Merak 171 Surabaya
12 Supri supri@themail.com Jl. Sudirman 12 Malang
Untuk memasukkan sebuah baris (record) kedalam tabel MySQL adalah sebagai
berikut:
insert into namatabel values(kolom1, kolom2, kolom3,…);
Contoh:
insert into anggota values(‘1’,’Arini Nurillahi’,’arini@hotmail.com’,’Jl.Lebak Rejo
7’,’Surabaya’);

MENAMPILKAN ISI TABLE
Isi tabel dapat ditampilkan dengan menggunakan perintah SELECT, cara penulisan
perintah SELECT adalah:
select kolom from namatable;

Contoh:
• Untuk menampilkan kolom (field) nomor dan nama pada tabel anggota
select nomor, nama from anggota;
• Untuk menampilkan semua kolom(field) pada tabel anggota
select * from anggota;
• Untuk menampilkan semua kolom pada tabel anggota yang berada pada kota
‘Surabaya’
select * from anggota where kota=’Surabaya’;
• Untuk menampilkan semua kolom pada tabel anggota dengan urut nama
select * from anggota order by nama;
• Untuk menghitung jumlah record pada tabel anggota
select count(*) from anggota;
• Untuk menampilkan kota pada tabel anggota
select kota from anggota;
• Untuk menampilkan kota dengan tidak menampikan kota yang sama pada tabel
anggota
select distinct kota from anggota;
• Untuk menampilkan nama dan email yang mempunyai email di ‘yahoo.com’
select nama,email from anggota where email like ‘%yahoo.com’;
MENGHAPUS RECORD
Untuk menghapus suatu record dengan kriteria tertentu digunakan perintah sebagai berikut:
delete from namatabel where kriteria;
Contoh:
• Menghapus record dari tabel anggota yang bernomor ‘3’
delete from anggota where nomor=’3’;
MEMODIFIKASI RECORD
Untuk memodifikasi (merubah) isi record tertentu adalah dengan menggunakan perintah
sebagai berikut:
update namatabel set kolom1=nilaibaru1, kolom2=nilaibaru2 … where kriteria;
Contoh:
• Merubah e-mail dari anggota yang bernomor 12 menjadi ‘supri@yahoo.com’
dalam tabel anggota.
update anggota set email=’supri@yahoo.com’ where nomor=’12’;
MENGHUBUNGKAN PHP DENGAN MySQL
Agar script PHP yang kita buat dapat berhubungan dengan database dari MySQL dapat
menggunakan fungsi berikut ini:
File utama.php:
function open_connection()
{
$host=”localhost”;
$username=”root”;
$password=””;

$databasename=”privatdb”;
$link=mysql_connect($host,$username,$password) or die ("Database tidak dapat
dihubungkan!");
mysql_select_db($databasename,$link);
return $link;
}
?>
Isi dari variabel $host, $username, $password dan $databasename dapat disesuaikan
sesuai dengan setting pada MySQL server yang ada.
Contoh:
Menampilkan data anggota yang telah dibuat dengan menggunakan script PHP.
File contoh13.php:
// ----- ambil isi dari file utama.php
require("utama.php");
// ----- hubungkan ke database
$link=open_connection();
// ----- menentukan nama tabel
$tablename="anggota";
// ----- perintah SQL dimasukkan ke dalam variable string
$sqlstr="select * from $tablename";
// ------ jalankan perintah SQL
$result = mysql_query ($sqlstr) or die ("Kesalahan pada perintah SQL!");
// ------ putus hubungan dengan database
mysql_close($link);

echo("NO | Nama | email | Alamat |Kota |");
// ------ ambil isi masing-masing record
while ($row = mysql_fetch_object ($result))
{
// ----- mengambil isi setiap kolom
$nomor=$row->nomor;
$nama=$row->nama;
$email=$row->email;
$alamat=$row->alamat;
$kota=$row->kota;
// ------ menampilkan di layar browser
echo("$nomor | $nama | $email | $alamat | $kota |");
}
?>

sumber dari hasil surfing.

Wednesday, May 23, 2012

Segitiga Pascal

segitiga pascal metode rekursif dengan pascal. Kasus yang diberikan di sini bukan segitiga pascal biasa, melainkan segitiga pascal yang dicerminkan terhadap sumbu x. Untuk kasus ini, segitiga pascal tidak menggunakan angka melainkan bintang. Jika teman - teman ingin segitiga pascal yang menggunakan angka, maka tinggal mengubah kode program bagian yang berisi bintang dan digantikan dengan angka serta tentunya angka yang ditampilkan menggunakan algoritma segitiga pascal. Untuk lebih jelas, kasus yang diberikan adalah sebagai berikut.

Masukan tinggi : 3
*
**
***
***
**
*



program bintang;

uses crt;
procedure bin_asc(m,n:integer);
var i:integer;
begin
  if n>1 then bin_asc(m,n-1);
  for i:=1 to n do begin
    gotoxy(m+1+n-2*i,n+1);
    write('* ');
  end;
  writeln;
end;
procedure bin_desc(m,n:integer);
var i: integer;
begin
  for i:=1 to n do begin
    gotoxy(m-1+i*2-n,m*2+2-n);
    write('* ');
  end;
  writeln;
  if n>1 then bin_desc(m,n-1);
end;
var n:integer;
begin clrscr;
  write('Masukan tinggi : ');readln(n);
  writeln;
  bin_asc(n,n);
  bin_desc(n,n);
  readln();
end.

Sekain dan semoga bermanfaatHappy

Kumpulan Daftar Perintah Command Prompt

 Command Prompt merupakan penerjemah dari baris perintah dos yang terdapat pada sistem operasi windows seperti windows xp, windows 7 untuk membantu atau sebagai alat bantu compiler dari berbagai baris perintah yang dimasukkan oleh user.



ASSOC Displays or modifies file extension associations.
AT Schedules commands and programs to run on a computer.
ATTRIB Displays or changes file attributes.
BREAK Sets or clears extended CTRL+C checking.
CACLS Displays or modifies access control lists (ACLs) of files.
CALL Calls one batch program from another.
CD Displays the name of or changes the current directory.
CHCP Displays or sets the active code page number.
CHDIR Displays the name of or changes the current directory.
CHKDSK Checks a disk and displays a status report.
CHKNTFS Displays or modifies the checking of disk at boot time.
CLS Clears the screen.
CMD Starts a new instance of the Windows command interpreter.
COLOR Sets the default console foreground and background colors.
COMP Compares the contents of two files or sets of files.
COMPACT Displays or alters the compression of files on NTFS partitions.
CONVERT Converts FAT volumes to NTFS. You cannot convert the
current drive.
COPY Copies one or more files to another location.
DATE Displays or sets the date.
DEL Deletes one or more files.
DIR Displays a list of files and subdirectories in a directory.
DISKCOMP Compares the contents of two floppy disks.
DISKCOPY Copies the contents of one floppy disk to another.
DOSKEY Edits command lines, recalls Windows commands, and creates macros.
ECHO Displays messages, or turns command echoing on or off.
ENDLOCAL Ends localization of environment changes in a batch file.
ERASE Deletes one or more files.
EXIT Quits the CMD.EXE program (command interpreter).
FC Compares two files or sets of files, and displays the differences
between them.
FIND Searches for a text string in a file or files.
FINDSTR Searches for strings in files.
FOR Runs a specified command for each file in a set of files.
FORMAT Formats a disk for use with Windows.
FTYPE Displays or modifies file types used in file extension associations.
GOTO Directs the Windows command interpreter to a labeled line in a
batch program.
GRAFTABL Enables Windows to display an extended character set in graphics
mode.
HELP Provides Help information for Windows commands.
IF Performs conditional processing in batch programs.
LABEL Creates, changes, or deletes the volume label of a disk.
MD Creates a directory.
MKDIR Creates a directory.
MODE Configures a system device.
MORE Displays output one screen at a time.
MOVE Moves one or more files from one directory to another directory.
PATH Displays or sets a search path for executable files.
PAUSE Suspends processing of a batch file and displays a message.
POPD Restores the previous value of the current directory saved by PUSHD.
PRINT Prints a text file.
PROMPT Changes the Windows command prompt.
PUSHD Saves the current directory then changes it.
RD Removes a directory.
RECOVER Recovers readable information from a bad or defective disk.
REM Records comments (remarks) in batch files or CONFIG.SYS.
REN Renames a file or files.
RENAME Renames a file or files.
REPLACE Replaces files.
RMDIR Removes a directory.
SET Displays, sets, or removes Windows environment variables.
SETLOCAL Begins localization of environment changes in a batch file.
SHIFT Shifts the position of replaceable parameters in batch files.
SORT Sorts input.
START Starts a separate window to run a specified program or command.
SUBST Associates a path with a drive letter.
TIME Displays or sets the system time.
TITLE Sets the window title for a CMD.EXE session.
TREE Graphically displays the directory structure of a drive or path.
TYPE Displays the contents of a text file.
VER Displays the Windows version.
VERIFY Tells Windows whether to verify that your files are written
correctly to a disk.
VOL Displays a disk volume label and serial number.
XCOPY Copies files and directory trees.

semoga bermanfaat .....

Wednesday, May 16, 2012

Blu-Ray, Firewire, SCSI, Web Server

Blu-Ray

Blu-Ray adalah salah satu format untuk media optical disc, yang kebanyakan digunakan untuk menyimpan high-definition video, dan penyimpanan data. Dikembangkan oleh Blu-Ray Disc Association, kelompok yang terdiri dari produsen consumer electronic, PC component hardware
dan industri film. Ukuran fisik tidak berbeda dengan CD ataupun DVD. Dinamakan Blu-Ray, karena menggunakan laser blue-violet untuk proses read dan write. Kapasitas Blu-Ray Disc dual layer dapat menyimpan hingga 50 Gb per keping jadi bisa anda bandingkan sendiri berapa maksimal kapasitas CD/DVD dengan Blu-Ray.

Firewire

Nama asli dari Firewire adalah IEE1394. Firewire sendiri merupakan sebutan yang diberikan oleh Apple, sedangkan Sony menyebutnya i.Link. Transfer rate Firewire sebesar 50 Mb per detik. Artinya untuk memindahkan data sebesar 1 Gb perlu waktu 20 detik lebih lambat dari USB2. Firewire sendiri memiliki kemampuan untuk menghubungkan hingga 63 peralatan. Firewire dipakai secara luas untuk menghubungkan peralatan video ke komputer. Produk produk yang menggunakan teknologi Firewire biasanya menyediakan proses berbeda yang membutuhkan kecepatan koneksi tinggi.

SCSI

SCSI merupakan singkatan dari Small Computer System Interface, jadi SCSI adalah: "Sebuah interface bus berkinerja tinggi yang didefinisikan oleh panitia ANSI X3T9.2 (American National Standards Institute)". Interface ini digunakan untuk menangani perangkat input/output atau perangkat media penyimpanan. Perangkat yang umum digunakan SCSI adalah hard disk, CD-Rom, Scanner, atau printer.

Web Server

Web server adalah Software server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari clien yang dikenal dengan web browser, dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Web server yang terkenal diantaranya : Apache dan IIS.

URL, HTTPS, HTTP

URL merupakan kepanjangan dari Uniform Resource Locater. Jadi URL adalah format rangkaian karakter yang digunakan untuk menunjukan alamat suatu sumber seperti dokumen dan gambar di internet. URL Kali pertama diperkenalkan oleh Tim Berners-lee pada tahun 1991,agar penulis - penulis dokumen dapat mereferensikan link ke WWW. Sejak tahun 1994 konsep URL telah dikembangkan menjadi istilah Uniform Resource Identifier (URI) yang lebih umum sifatnya. Walaupun demikian, istilah URL masih digunakan secara luas. Format URL secara detail dideskripsikan pada standar internet RFC 3986.

HTTPS

HTTPS merupakan kepanjangan dari Hypertext Transfer Protocol over Socket Layer, dan ini merupakan versi aman dari HTTP. HTTPS ditemukan oleh Netscape Communication Corporation untuk menyediakan otentikasi dan komukasi tersandi. Selain menggunakan komunikasi
plain text, HTTPS juga menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket Layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Kedua protokol tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers, dan man in the middle attacks. Pada umumnya port
HTTPS adalah 443.

HTTP

HTTP merupakan kepanjangan dari Hypertext Transfer Protocol, HTTP adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam WWW. Protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus, dan generik yang dapat dipergunakan berbagai macam tipe dokumen. Pengembangan HTTP dikoordinasi oleh W3C dan kelompok kerja IETF. Sebuah client HTTP seperti wb browser biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di remote host (biasanya port 80). Sebuah server HTTP yang mendengarkan di port tersebut menunggu client mengirim kode permintaan (request), diikuti dengan pesan MIME yang memiliki beberapa informasi kode kepala yang menjelaskan aspek dari permintaan tersebut dengan badan dari data tersebut.

Tuesday, May 8, 2012

Konsep Sinyal Digital

Untuk memperdalam komponen sinyal, maka dilihat dari fungsi waktu, sinyal elektromagnetik dapat dibedakan menjadi sinyal kontinyu dan diskrit. Sinyal kontinyu mengalami perubahan intensitas sedikit demi sedikit sehingga tidak mengalami putus atau berhenti, sedangkan sinyal diskrit memiliki intensitas yang konstan pada harga tertentu dan pada saat yang lain berada pada harga konstan yang lain. Sinyal kontinyu dapat dipakai untuk mewakili speech dan sinyal diskrit dapat dipakai untuk mewakili biner 1 dan 0.
Sinyal periodik adalah sinyal yang mengalami pengulangan bentuk yang sama pada selang waktu tertentu. Dimana konstanta T adalah periode pengulangan sinyal, dengan T harganya jauh lebih kecil dari batas waktu sinyal tersebut. Gelombang sinus dapat disusun oleh tiga parameter,yaitu amplitudo(A), frekuensi(f), dan phase(p). Pada kenyataannya suatu sinyal elektromagnetik terdiri atas berbagai frekuensi, sehingga spektrumnya akan melebar sebanyak frekuensi yang terdapat pada sinyal tersebut. Secara umum gelombang digital memiliki bandwidth yang tidak terbatas, sehingga pada praktisnya maka media transmisi akan membatasi bandwidth sinyal yang dapat dikirimkan, dengan membatasi bandwidth maka menyebabkan sinyal terdistorsi, yang dapat mengakibatkan receiver kesulitan untuk menerjemahkan sinyal yang diterima. Pada saluran transmisi biasa yang berarti bandwidthnya terbatas jika sinyal digital akan ditambah unjuk kerjanya dengan cara meningkatkan S/N akan mengurangi bit-rate, dan bila menambah bit-rate akan memperbesar terjadinya error.
Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai nilai 0 dan 1. Sinyal digital tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Terkadang sinyal digital disebut juga sinyal diskrit, namun keduanya berbeda. Sebuah sinyal diskrit atau sinyal waktu diskrit adalah time series, sinyal waktu diskrit bukan fungsi waktu kontinu argument tetapi merupakan suatu urutan kuantitas yaitu fungsi lebih dari satu domain diskrit bilangan bulat.Setiap nilai dalam urutan disebut sampel. Ketika sebuah sinyal waktu diskrit adalah sebuah urutan yang sesuai dengan seragam spasi kali, ia memiliki tingkat sampling yang terkait, laju sampling tidak terlihat dalam urutan data sehingga dapat berhubungan sebagai item data yang terpisah. Sebuah sinyal digital adalah sinyal diskrit-waktu yang hanya mengambil seperangkat nilai diskrit.Ini biasanya berasal dari sinyal digital yang telah terkuantisasi. Alasan menggunakan sinyal diskrit dibanding sinyal analog adalah sistem digital terprogram memiliki fleksibilitas dalam merancang-ulang operasi-operasi pemrosesan sinyal digital hanya dengan melakukan perubahan pada program yang bersangkutan. Pemrosesan sinyal digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik. Sinyal-sinyal digital dapat disimpan pada media magnetik (berupa tape atau disk) tanpa mengalami pelemahan atau distorsi data sinyal yang bersangkutan. Metode-metode pemrosesan sinyal digital juga membolehkan implementasi algoritma-algoritma pemrosesan sinyal yang lebih canggih. Implementasi sistem digital pemrosesan sinyal lebih murah dibandingkan secara analog. Kelebihan-kelebihan pemrosesan sinyal digital yang telah disebutkan sebelumnya menyebabkan pemrosesan sinyal digital lebih banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. Misalnya, aplikasi pengolahan suara pada kanal telepon, pemrosesan citra serta transmisinya, dalam bidang seismologi dan geofisika, eksplorasi minyak, deteksi ledakan nuklir, dan lain sebagainya. Namun implementasi digital tersebut memiliki keterbatasan, dalam hal kecepatan konversi A/D dan pengolah sinyal digital yang bersangkutan.

Followers

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP