Saturday, April 6, 2013

Pengenalan Antar Muka Atau User Interface Word 2013


microsoft baru saja mengeluarkan aplikasi sejuta umat versi terbaru,untuk lebih jelasnya coba anda perhatikan terlebih dahulu gambar yang sudah saya buat khusus untuk anda dibawah ini, silahkan anda klik gambar untuk memperbesar penampakan gambar berikut:

word 2013
keterangan dari gambar tersebut :
(A)  Window management, berisi tool untuk meminimalkan jendela, memaksimalkan jendela, menutup jendela dlsb.
(B) Quick Access, berisi perintah cepat akses dokumen seperti undo, redo, table print dlsb.
(C) Tab, terdiri dari tab FILE yang berisi perintah-perintah manajemen file. Tab HOME yang berisi perintah dasar teks editing. Tab INSERT terdiri dari perintah untuk menyisipkan sesuatu kedalam dokumen. Tab DESIGN yang berisi perintah untuk mengatur desain halaman. Tab PAGE LAYOUT yang berisi perintah-perintah untuk mengatur layout halaman. Tab REFERENCE berisi perintah-perintah yang berhubungan dengan referensi dokumen. Tab MAILINGS berisi perintah manajemen surat menyurat. Tab REVIEW berisi perintah-perintah yang berguna untuk proses kerja dan editing secara berkelompok dan tab VIEW yang berisi perintah untuk mengatur penampakan jendela kerja anda.
(D) Title bar, menunjukan nama file dokumen yang sedang anda edit/kerjakan.
(E) Help, jika anda kebingungan anda bisa mengakses menu ini dan meminta bantuan untuk masalah anda.
(F) Ribbon Display Option, menu pilihan untuk memunculkan atau menyembunyikan Ribbon Interface.
(G) Minimize, tombol untuk menyembunyikan jendela kerja Word 2013.
(H) Maximize/Restore, tombol untuk memaksimalkan/meminimalkan ukuran jendela kerja Word 2013.
(I) Close, tombol untuk menutup jendela kerja Word 2013.
(J) Microsoft Account, menunjukan akun microsoft yang login pada Word 2013.
(K) Ribbon Interface, adalah nama atau sebutan untuk gaya antar muka (user interface style) yang pertama kali diperkenalkan oleh microsoft pada Word 2007. Gaya ribbon interface ini tidak lagi menggunakan toolbar dengan dropdown menu yang memanjang kebawah. Menu-menu pada ribbon interface di urai kesamping dan menggunakan sistem tab sehingga mudah untuk diakses.
(L) Tombol untuk menyembunyikan menu-menu perintah pada ribbon (ribbon command)
(M) Scroll dokumen, tombol ini bisa anda gunakan untuk menggerakan halaman dokumen ke atas atau ke bawah.
(N) Zoom tools, gunakan tombol-tombol ini untuk memperbesar atau memperkecil penampakan dokumen.
(O) Tombol view, gunakan tombol ini untuk mengubah mode tampilan dokumen anda. Apakah anda ingin melihat dokumen dengan mode baca, mode cetak, atau web layout ?
(P) Halaman kerja dokumen, disinilah tempat anda bekerja melukiskan huruf demi huruf.
(Q) Informasi dokumen, berisi informasi jumlah kata dan jumlah halaman dokumen anda.
(R) Ruang kosong, nggak usah dipeduliin bagian ini ya..
(S) Grup menu perintah, menu-menu yang memiliki tugas yang serupa akan dikelompokan kedalam sebuah grup menu. Contohnya grup menu Font berisi menu-menu yang berhubungan dengan huruf atau font, lalu grup Paragraph berisi menu-menu yang mengatur tentang paragraf, grup menu Editing berisi perintah-perintah yang berhubungan dengan editing dlsb.
(T) Tombol/Menu perintah. Menggunakan Microsoft Word tidak hanya sekedar memencet-mencet keyboard anda. Tapi mau tidak mau anda harus berinteraksi dengan tombol-tombol atau menu-menu perintah yang ada disana. Setiap tombol/menu perintah memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing

Monday, April 1, 2013

Rumus Modus, Mean, Median, Akar dan Kwadrat (Pangkat)

mencari nilai Modus, Mean, Median, Akar dan Pangkat atau Kwadrat

Rumus Modus

Modus berfungsi untuk mencari nilai yang sering muncul pada suatu data.
Syntax rumus modus uaitu
=MODE(number1,number2,…)
number merujuk kepada data atau ke sel tertentu. Misalnya =MODE(2,2,2,4,7,9,100,500) akan menghasilkan 2
Penulisan bisa urut dari kecil ke besar atau sebaliknya. Juga bisa secara acak. Lihat pada gambar di bawah
Gambar Rumus Modus Median Mean Excel
Penulisan dari satu persatu, bisa memakan waktu jika datanya banyak. Maka bisa diganti merujuk ke sel array (beberapa kolom) langsung, atau merujuk ke define name.

Rumus Median

Fungsi median untuk mencari nilai titik tengah (diurutkan nilai terkecil ke nilai yang terbesar atau dari besar ke kecil)
Untuk mengurutkan data mengunakan Data Sort. Untuk Office 2003 dari menubar Data – Data Sort… Sedangkan yang menggunakan Office 2007 atau 2010 klik ikon Data Sort pada Tab Home. Pilihan Data Sort ada dua, yaitu Ascending dan Descending. Ascending untuk mengurutkan dari kecil ke besar. Descending dari Besar ke kecil.
Sytax fungsi Median yaitu
=MEDIAN(number1,number2,…)
Jika sekedar untuk mengetahui nilai median di Excel, maka data tidak harus diurutkan.

Rumus Mean

Fungsi mean untuk mencari nilai rata-rata dari sekelompok data. Rumus yang digunakan adalah fungsi AVERAGE. Syntax rumus Mean / Average
=AVERAGE(number1,number2,…)
number datanya seperti yang lainnya, bisa ke suatu nilai, sel, array, atau define name.

Rumus Akar

Mencari akar dari suatu data nilai menggunakan Syntax SQRT
=SQRT(number)
number bisa berisi angka, merujuk ke sel atau define name.

Rumus Pangkat dan Kwadrat

Untuk mencari pangkat tertentu dari suatu nilai, menggunakan rumus power atau ^
Syntax rumus POWER atau pangkat
=POWER(number,power)
number = nilai data
power = pangkat
Gambar Rumus kwadrat Excel
Sedangkan kwadrat tidak jauh beda, dapat menggunakan rumus POWER atau ^ di atas. Juga bisa langsung mengalikan, misalnya =2*2
Dengan menggunakan rumus Excel untuk mencari nilai modus, mean, median, akar dan pangkat atau kwadrat hasilnya langsung dapat diketahui.

Cara Mengunci Lembar Kerja/Sheet Di Excel

Mengunci sebuah lembar kerja atau mengunci sheet tujuannya adalah untuk melindungi data atau file yang sudah kita buat di rubah oleh orang-orang yang jail atau orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk mengunci Sheet adalah digunakannya sebuah password. Jadi diharapkan password yang sudah sobat terapkan jangan sekali-kali diketahui oleh siapapun. Dengan catatan sobat sendiri si pembuat kunci harus tahu cara membukanya. Buatlah nama password yang mudah untuk sobat ingat jangan terlalu sulit nama passwordnya, bisa-bisa sobat sendiri lupa dan tidak dapat membukanya. Namai lah password hanya satu atau dua huruf saja agar kita mudah mengingatnya. Yuk langsung saja ke tutorial Cara Mengunci Lembar Kerja/Sheet di Excel 2007 kali ini.
  
1. Buka Office Excel 2007
2. Klik kanan pada sheet yang akan kita kunci, seperti ini !

3. Pilihlah Protect Sheet, akan ada tampilan seperti inilah jika kita sudah mengklik Protect Sheet

4. Jika sudah muncul tampilan seperti gambar di atas maka yang musti sobat lakukan adalah  buatlah nama password sobat di bawah kotak pernyataan Password to unprotect sheet
contoh password : Blog-cilik.blogspot.com

5. Kemudian klik Ok,,akan ada tampilan seperti inilah jika kita sudah mengklik Ok.


6. Masukan kembali nama password yang sudah di buat tadi di kotak Reenter password to proceed jika tadi sobat membuat password dengan nama Blog-cilik.blogspot.com maka di kotak isian ini sobat harus memasukan nama password yang sama yaitu Blog-cilik.blogspot.com (ingat : Perhatikan huruf besar dan huruf kecil dalam membuat password untuk valid atau tidaknya sebuah password), kemudian klik Ok.

Dalam tahap ini berarti kita sudah selesai membuat sebuah password di Sheet (lembar kerja).

Lakukanlah ketik-mengetik di sembarang Sel untuk melakukan percobaan, terserah mau ngetik apa saja sesuka sobat. Jika tidak tahu apa itu Sel, lihatlah gambar di bawah ini !

Jika sobat sudah berhasil mengunci sheet tersebut dan disaat sobat mau mengetik sesuatu di sembarang Sel, maka akan ada tampilan windows peringatan seperti ini !

Akan ada tampilan windows seperti gambar di ataslah yang membuktikan kalau latihan sobat kali ini berhasil yaitu berhasilnya mengunci sebuah Sheet. Selamat ya ! Nambah ilmu baru lagi nih.

Cara membuka Sheet yang dikunci.

Sheet yang sudah dikunci maka tidak akan ada orang lain yang akan merubah-rubah file kita. Hanya kita yang dapat merubah file tersebut untuk melakukan suatu edit file. Maka lakukanlah langkah berikut untuk membuka kuncinya !

1. Pertama klik kanan pada Sheet yang sudah kita kunci
2. Pilihlah Unprotect Sheet
3. Masukan nama password yang sudah dibuat tadi
4. Kemudian klik Ok

Selamat Mencoba

Cara Membuat Komentar Atau Catatan Menggunakan Excel

Komentar atau Catatan di sebuah tabel adalah suatu keterangan untuk memberi suatu penjelasan kepada anda sendiri maupun orang lain yang menggunakan program tersebut (dalam hal ini kita menggunakan Microsoft Excel). Komentar atau Catatan ini tepatnya berada di suatu sel Tabel. Komentar atau kita lebih mengenalnya dengan sebutan sebuah "catatan" akan tampil jika kita mengarahkan mouse ke arah Sel yang sudah kita bubuhi sebuah komentar. Adapun ciri-ciri Sel yang sudah di bubuhi sebuah komentar adalah dengan  ditandainya Sel dengan warna merah di sudut kanan atas pada Sel tersebut. Bila sobat ingin mencobanya silahkan ikuti latihan kali ini. Ok langsung saja ke tutorial kali ini dengan title Cara Membuat Komentar Atau Catatan Pada Tabel menggunakan Excel 2007


Membuat Komentar atau Catatan
1. Buka Microsoft Office Excel 2007
2. Buatlah tabel seperti ini !


3. Arahkan mouse ke Sel yang akan di buatkan catatan. Jika tidak tahu apa itu Sel , lihatlah gambar di bawah ini !
4. Sekedar contoh : Bila kita ingin membuat catatan pada Sel G6 maka klik kanan di Sel G6
setelah klik kanan akan ada tampilan seperti gambar di bawah ini !

5. Pilihlah Insert Comment. Maka akan ada tampilan seperti ini !

6. Buatlah catatan mengenai Sel G6 ini. Contoh di atas adalah


 
7. Klik luar untuk menghilangkan tampilan kotak komentar tersebut.
8. Untuk mencoba dan melihat catatan yang sudah kita buat arahkan mouse ke Sel G6. Seperti inilah hasilnya !
Mengedit Komentar atau Catatan

Komentar atau Catatan yang sudah kita buat kadang di suatu saat nanti  tidak akan sesuai dengan keinginan kita. Maka untuk itu kita perlu mengedit atau memperbaikinya. Untuk mengeditnya silahkan ikuti langkah-langkahnya di bawah ini !
  • Pertama klik kanan pada Sel yang sudah kita buatkan catatan atau komentar
  • Pilih Edit Comment
  • Tulis catatan yang di inginkan
  • Kemudian Klik luar (klik luar yaitu arahkan mouse di luar kotak komentar tsb)
Menghapus Komentar atau Catatan


Sobat juga bisa menghapus komentar tersebut jika merasa tidak diperlukan, yaitu dengan cara :
  • Pertama klik kanan pada Sel yang terdapat komentar yang ingin dihapus
  • Kemudian pilih Delete Comment

AHP

AHP (Analytic Hierarchy Process) merupakan salah satu teknik dalam pengambilan keputusan.  Dalam mengambil keputusan, kita mempunyai kriteria sebagai dasar penilaian, dan kita juga akan dihadapkan dengan lebih dari satu alternative pilihan.  Jika alternative pilihan tersebut hanya ada dua, mungkin masih mudah buat kita untuk memilih, akan tetapi jika alternative pilihan tersebut banyak, maka cukup sulit bagi kita untuk memutuskannya.  AHP merupakan teknik yang dikembangkan untuk membantu mengatasi kesulitan ini.  Dalam AHP, semua alternative plilihan diadu satu lawan satu, seperti pada pertandingan sepak bola dengan system setengah kompetisi.  Skor dari masing-masing pasangan kemudian ditabulasi untuk dihitung total skor untuk masing-masing alternative.  Ada satu kelemahan dalam AHP, yaitu bisa terjadi kita tidak konsisten dalam memberi bobot, apalagi kalau item/pasangannya banyak.  Tetapi jangan kuatir karena ada alat/tool untuk mengeceknya. Selanjutnya untuk lebih mempermudah, maka penjelasan mengenai AHP ini akan dilakukan melalui  pembahasan sebuah contoh penggunaannya.  Kita ambil suatu contoh berikut: Dalam memilih istri, Si Bangbang mempunyai 3 kriteria, yaitu ceweknya harus cantik, memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan berasal dari keluarga yang kaya.  Saat ini Bangbang memiliki 3 orang pacar, yang dipacarinya secara bergantian (playboy juga si Bangbang ini), Fitri, Yayu dan Grace.  Selain playboy, ternyata Bangbang juga cukup pintar, dia baru saja mendapat nilai A dalam mata kuliah Methoda Pengambilan Keputusan, yang salah satu topiknya membahas AHP.  Sehingga dia mau mempraktekan ilmu AHP ini dalam memilih istrinya.
Yang pertama yang dilakukan Bangbang adalah menentukan bobot untuk ketiga kriteria, mana yang paling penting.  Ketiga kriteria tersebut di-adu satu lawan satu, yang dalam terminologi AHP disebut pair-wise comparation (terjemahannya apa ya?).  Si Bangbang merasa:
  • Cantik lebih penting 2 kali dari pendidikan.
  • Cantik lebih penting 3 kali dari kaya, dan
  • Pendidikan lebih penting 1.5 kali dari kaya.
Selanjutnya hasil pair-wire comparation ini oleh Bangbang dibuat tabulasinya, yang dalam istilah AHP disebut sebagai pair comparation matrix, seperti terlihat pada gambar berikut.
 null
Dari gambar diatas, Prioity Vector (kolom paling kanan) menunjukan bobot dari masing-masing kriteria, jadi dalam hal ini cantik merupakan bobot tertinggi/terpenting menurut Bangbang, disusul pendidikan dan yang terakhir adalah kaya.  Bagaimana cara membuat matrix ini?:
  • Hasil pair wise comparation diatas diisi pada sel berwarna putih (bagian kanan atas matrix),  dengan aturan  baris vs kolom.  Jadi angka 2 (cantik lebih penting 2 kali dari pendidikan) diisi pada sel yang merupakan perpotongan antara baris cantik dan kolom pendidikan.  Angka 3 (Cantik lebih penting 3 kali dari kaya) diisi pada sel yang merupakan perpotongan antara baris cantik dan kolom kaya.  Begitu juga dengan angka 1.5 (Pendidikan lebih penting 1.5 kali dari kaya) diisi pada sel yang merupakan perpotongan antara baris pendidikan dan kolom kaya.  Sampai disini semua sel di kanan atas matrix (sel berlatar belakang Putih) terisi.  Pada sel dengan baris dan kolom sama (Cantik-Cantik atau Pendidikan-Pendidikan atau Kaya-Kaya), sel berlatar belakang Hijau diisi dengan angka 1 (Kenapa? Ayo Siapa yang tahu?).  Kemudian sel pada bagian Kiri bawah matrix (berlatar belakang Abu-Abu) diisi dengan angka kebalikan dari sel disebelah Kiri atas.  Jadi pada sel Pendidikan-Cantik diisi dengan angka 1/2, yaitu kebalikan dari angka 2 yang berada pada sel Cantik-Pendidikan, dstnya.
  • Baris Jumlah (baris paling bawah) merupakan penjumlahan dari semua angka yang ada pada baris diatasnya dalam satu kolom.
  • Kolom Priority Vector, merupakan hasil penjumlahan dari semua sel disebelah Kirinya (pada baris yang sama) setelah terlebih dahulu dibagi dengan sel Jumlah yang ada dibawahnya, kemudian hasil penjumlahan tersebut dibagi dengan angka 3 (angka 3 karena kriterianya ada 3, yaitu Cantik, Pendidikan dan Kaya).   Bingung???  Supaya nggak bingung, kita ambil contoh saja, angka 0.5455 pada sel yang merupakan perpotongan antara baris Cantik dan kolom Priority diperoleh dari 1/3x(1/1.8333+2/3.6667+3/5.500).  Angka 0.2727 pada sel yang merupakan perpotongan antara baris Pendidikan dan kolom Priority diperoleh dari 1/3x(0.5/1.8333+1/3.6667+1.5/5.500).  Angka 0.1818 pada sel yang merupakan perpotongan antara baris Kaya dan kolom Priority diperoleh dari 1/3x(0.33/1.8333+0.6667/3.67+1/5.500).  Sudah jelaskan?
Sekarang timbul pertanyaan, kenapa hanya untuk memberi bobot pada kriteria kok memerlukan langkah dan perhitungan yang ruwet gini?? Ya kalau jumlah kriterianya hanya tiga, memang  terasa terlalu ruwet, tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh.  Akan tetapi kalau jumlah kriterianya banyak maka walaupun agak ruwet tetapi cara ini sangat membantu.  Selain itu, sebenarnya perhitungan ini juga dimaksud menyamakan rentang/skala bobot untuk setiap pasangan, atau dalam bahwa AHP disebut normalized (bahasa Indonesianya apa ya?  dinormalkan?? atau dibuat normal??).
Setelah Bangbang mendapatkan bobot untuk setiap kriteria (yang ada pada kolom Priority  Vector), maka selanjutnya dia mau mengecek apakah bobot yang dia dibuat konsisten atau tidak.  Untuk hal ini, yang pertama yang dilakukan adalah menghitung Pricipal Eigen Value (lmax) matrix diatas dengan cara menjumlahkan  hasil perkalian antara sel pada baris jumlah dan sel pada kolom Priority Vector, sbb: 1.8333×0.5455+3.6667×0.2727+5.5×0.1818=3.  Kemudian Bangbang menghitung Consistency Index (CI), dengan rumus CI = (lmax-n)/(n-1) dengan n adalah jumlah kriteria (dalam hal ini 3), jadi CI = (3-3)/(3-1)=0/2=0.  CI sama dengan nol berarti pembobotan yang dilakukan sangat konsisten.  Untuk pembobotan dengan jumlah kriteria yang cukup banyak (diatas 5 kriteria), pembobotan yang konsisten (CI=0) seperti ini sangat sulit dicapai.  Oleh karena itu, pada batas tertentu HPS masih mau menerima ketidak konsistenan ini.  Batas toleransi ketidak konsistenan ditentukan oleh nilai Random Consistency Index (CR) yang diperoleh dengan rumus CR=CI/RI, nilai RI bergantung pada jumlah kriteria seperti pada tabel berikut:
 null
Jadi untuk n=3, RI=0.58. 
Jika hasil perhitungan  CR lebih kecil atau sama dengan 10% ,  ketidak konsistenan masih bisa diterima, sebaliknya jika lebih besar dari 10%, tidak bisa diterima.
Sampai disini, Bangbang sudah memiliki bobot untuk setiap kriterianya.  Selanjutnya dia mau menilai ketiga pacarnya berdasarkan ketiga kriteria tersebut.  Pertama, Bangbang akan menilai siapa dari ketiga pacarnya tersebut yang paling cantik. Dia berencana dalam kencan minggu depan akan digunakan untuk melakukan hal ini.  Pada akhir minggu, setelah kencan tersebut, dia berhasil memetakan hasil penilaiannya dalam bentuk pair-wire comparation berikut:
  • Yayu 4 kali lebih cantik dari Grace.
  • Yayu 3 kali lebih cantik dari Fitri.
  • Grace 1/2 kali lebih cantik dari Fitri.
Pair-wire comparation matrix-nya adalah sbb:
 null
Arti dari tabel ini adalah dari ketiga pacar Bangbang, yang paling cantik adalah Yayu dengan skor 0.6276 (dalam skala 1), disusul Fitri dengan skor 0.2395 dan Grace dengan skor 0.1373. Perhatikan, nilai CI adalah 0.01 yang berarti pembobotan yang dibuat Bangbang tidak terlalu konsisten (ayo, siapa yang bisa nebak kenapa tidak konsisten?), namun karena nilai CR=2.2% lebih kecil dari 10%, maka ketidak konsistenan ini masih bisa diterima.
Selanjutnya Bangbang akan menilai tingkat pendidikan dari ketiga pacarnya.  Penilaian ini bagi Bangbang tidak sulit karena sejak awal berpacaran Bangbang sudah tahu bahwa Si Yayu yang sehari-hari bekerja sebagai kasir di sebuah toko swalayan hanya tamatan SMA.  Grace yang menduduki salah satu direksi di perusahaan keluarganya adalah lulusan S1 ekonomi dari salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Sedangkan Fitri adalah teman kuliahnya di program paska sarjana salah satu perguruan tinggi di Bandung.  Bangbang memberi bobot pendidikan untuk ketiga pacarnya sbb:
  • Tingkat pendidikan Yayu 1/3 Grace.
  • Tingkat pendidikan Yayu 1/4 Fitri.
  • Tingkat pendidikan Grace 1/2 Yayu.
Pair-wire comparation matrix-nya adalah sbb:

null
Dari tabel ini terlihat bahwa Fitri yang mahasiswa S2 mendapat nilai tertinggi yaitu 0.5571 disusul Grace dengan nilai 0.3202 dan terakhir  Yayu dengan nilai 0.1226.  Sekali lagi terlihat bahwa pembobotan ini tidak konsisten, namun masih bisa diterima karena nilai CR masih dibawah 10%.
Yang terakhir Bangbang akan menilai kekayaan dari ketiga pacarnya.  Ini juga tidak sulit bagi Bangbang, dan hasilnya adalah sbb:
  • Bobot kekayaan Yayu 1/100 kali bobot kekayaan Grace.
  • Bobot kekayaan Yayu 1/10 kali bobot kekayaan Fitri.
  • Bobot kekayaan Grace 10 kali bobot kekayaan Fitri.
Pair-wire comparation matrix-nya adalah sbb:
 null
Jadi hasil penilaian Bangbang adalah grace yang paling kaya dengan skor 0.9009, disusul Fitri dengan skor 0.0901 dan yang terakhir Yayu dengan skor 0.0090.  Pada pembobotan kali ini Bangbang sangat konsisten, ini terlihat dari nilai CI=0.
Setelah mendapatkan bobot untuk ketiga kriteria dan skor untuk masing-masing kriteria bagi ketiga pacarnya, maka langkah terakhir adalah menghitung total skor untuk ketiga pacarnya.  Untuk itu Bangbang akan merangkum semua hasil penilaiannya tersebut dalam bentuk tabel yang disebut Overall composite weight, seperti berikut.
null
Cara mengisi tabel ini adalah sbb:
  • Kolom Weight diambil dari kolom Priority Vektor dalam matrix Kriteria.
  • Ketiga kolom lainnya (Yayu, Grace dan Fitri) diambil dari kolom Priority Vector ketiga matrix Cantik, Pendidikan dan Kekayaan.
  • Baris Composite Weight diperoleh dari jumlah hasil perkalian sel diatasnya dengan weight.  Composite weight untuk Yayu = 0.5455×0.6232+0.2727×0.1226+0.1818×0.0090=0.3750.  Composite weight untuk Grace = 0.5455×0.1373+0.2727×0.3202+0.1818×0.9009=0.3260.  Composite weight untuk Fitri = 0.5455×0.2395+0.2727×0.5571+0.1818×0.0901=0.2990.
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa Yayu mempunyai skor yang paling tinggi yaitu 0.3750, disusul Grace dengan skor 0.3260 dan yang terakhir Fitri dengan skor 0.2990.  AKhirnya Bangbang akan memilih Yayu sebagai istrinya.

sumber: http://asro.wordpress.com/2008/06/26/ahp-ditulis-ulang/
 

Rumus Microsoft office Excel dan Fungsinya

Mengenal Operasi Hitung pada Microsoft office Excel
Beberapa arithmetic operator dalam Ms. Excel 2007 yang sering digunakan adalah:
  1. + (plus) digunakan untuk menghitung penjumlahan
  2. – (minus) digunakan untuk menghitung pengurangan
  3. * (kali) digunakan untuk menghitung perkalian
  4. / (bagi) digunakan untuk menghitung pembagian
  5. % (persen) digunakan untuk mengitung persentase
  6. ^ (pangkat) digunakan untuk menghitung pangkat
A. Fungsi  SUM
Untuk menghemat waktu pengerjaan dengan menjumlahkan satu per satu cell, excel menyediakan fasilitas menjumlah yang lebih cepat dengan rumus SUM.
Langkah-langkahnya adalah;
  1. Aktif di cell tempat hasil penjumlahan akan ditampilkan
  2. Ketikkan rumus =SUM(sorot area angka yang hendak di jumlahkan)                                   contoh : =SUM(B3:B10)
Artinya ingin menjumlahkan nilai dari cell B3 hingga cell B10
  1. Fungsi SUM  juga dapat diakses dengan aktif ke tab formulas > insert functions > pilih SUM (atau dengan mengetikkan SUM pada isian search for a function)
  2. Selain dengan akses ke tab formula > insert function > SUM maupun langsung mengetikkan rumusnya  pada formula bar, penjumlahan juga dapat dilakukan dengan aktif ke tab formula >  auto SUM atau dengan memilih symbol ∑ pada tab home (sama dengan auto sum)
B. Fungsi LOGIKA IF
Fungsi logika IF digunakan untuk menampilkan beberapa kemungkinan nilai/ hasil sesuai dengan kondisi tertentu.
Bentuk Umum dari fungsi IF adalah :
                    =IF(logical_test,[value if true],[value if false])
Langkah-langkah pengerjaan perhitungan dengan menggunakan rumus IF adalah:
  1. Tentukan kategori/ batasan untuk suatu kondisi dengan beberapa alternative kondisi. Contoh jika peserta mempunyai nilai > nilai x mendapat hadiah XXX, jika mempunyai nilai > nilai y mendapat hadiah YYY, jika tidak mencapai maka tidak mendapat hadiah
  2. Ketikkan formula IF pada formula bar. Contoh :
              =IF(B3>=90,”hadiah kamera”,IF(B3>=80,”hadiah foto studio + make up”,IF(B3>=70,”hadiah kenang-kenangan,” “))) kemudian tekan enter.
Artinya jika seorang peserta yang memiliki nilai di cell B3 diatas atau sama dengan 90 mendapat hadiah kamera, jika nilainya 80-89 mendapat hadiah foto studio + make up, jika nilainya 70-79 mendapat hadiah kenang-kenangan, jika nilainya lebih kecil atau sama dengan 69 tidak mendapat apapun.
  1. Rumus IF juga dapat ditampilkan dengan aktif di tab formulas > insert function > ketikkan IF pada seach for a formula > OK.
  2. Isikan Logical tes dengan B3>=80, value_if_true dengan “hadiah kamera”, value _if_false dengan IF(B3>=80,”hadiah foto studio + make up”,IF(B3>=70,”hadiah kenang-kenangan,” “)) kemudian klik OK
Rumus IF dapat juga digabung dengan beberapa rumus logika lainnya seperti AND, OR, NOT, dan sebagainya. Berikut contoh penggunaan IF dengan penggabungan logika AND
C. Fungsi V LOOK UP
Fungsi V look up berguna untuk membaca data secara vertical pada suatu cell atau range.
Bentuk umum fungsi VLOOKUP adalah: =VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num)
Langkah – langkah untuk menggunakan fungsi VLOOKUP adalah:
  1. Sebelum menggunakan rumus VLOOKUP, data sumber/ table arraynya di urutkan terlebih dahulu secara ascending/ sort a> z
  2. Aktiflah pada cell dimana hasil VLOOKUP akan ditampilkan, kemudian ketikkan rumus VLOOKUP di formula bar, misalnya: =VLOOKUP(A3,$A$12:$C$16,2). Artinya kita akan mengisi misalnya cell F3 (cell yang dipilih untuk tampil hasil fungsi) dengan nilai dari table referensi A12 hingga C16 dengan hasil adalah kolom ke dua dari table referensi =nilai dari cell B12:B16. Table array diberikan symbol $ agar referensinya tidak bergeser saat formula yang sama di copy ke baris berikutnya. Symbol $ dapat diketik manual atau dengan menggunakan short cut F4.
  3. Selain dengan menggetikkan rumus tersebut pada formula bar, fungsi VLOOKUP dapat dieksekusi dengan aktif di tab formulas > insert functions > ketikkan VLOOKUP pada search for a formula > OK
  4. Setelah aktif window formula VLOOKUP, isilah lookup value dengan A3, table array dengan mensorot cell A12 hingga C16, col_index_num isilah dengan 2 > OK
Berikut contoh lain penggunaan VLOOKUP dengan penggunaan table referensi pada sheet yang berbeda dengan sheet aktif.
Artinya table referensi ada di sheet table registrasi peserta dengan data terdapat pada cell B3 hingga C17, dengan nilai yang akan ditampilkan pada kolom C di sheet hasil festival adalah dari kolom ke 2 dari table referensi tersebut (C3:C17)
Rumus VLOOKUP juga dapat digabungkan dengan beberapa rumus lain. Contohnya VLOOKUP digabung dengan SUM,digunakan untuk menjumlahkan nilai dari hasil lookup dengan nilai konstanta/nilai tertentu untuk keseluruhan nilai kolom dalam table tersebut.
Contoh rumusnya =SUM(D4*VLOOKUP(B4,$B$12:$D$17,3))
D. Fungsi Statistik
1. Max (Range)                       : mencari nilai terbesar dari suatu range.
2. Min (Range)                        : mencari nilai terkecil dari suatu range.
3. Sum (Range)                       : mencari jumlah dari isi data yang terdapat pada suatu range.
4. Average (Range)               : mencari nilai rata-rata dari suatu range.
5. Count (Range)                     : mencari jumlah data yang terdapat pada suatu range.
Langkah untuk menggunakan fungsi statistic adalah:
  1. Pastikan semua data yang ada pada table yang akan dihitung dengan fungsi statistic telah benar dan tidak ada data dengan symbol mata uang/ pemisah antara ribu,juta ataupun satuan tertentu yang ditulis secara manual. Aktiflah pada cell yang dikehendaki untuk menampilkan hasil dari fungsi statistic tersebut.
  2. Jika ingin menjumlahkan data yang ada maka ketikkan =COUNT(sel awal:sel akhir)
  3. Jika ingin mengetahui nilai maksimum dari suatu table =MAX(sel awal:sel akhir)
  4. Jika ingin mengetahui nilai minimum dari suatu table =MIN(sel awal:sel akhir)
  5. Langkah diatas juga dapat dilakukan dengan aktif ke tab formulas > insert functions > pilih jenis operasi statistic yang dikehendaki kemudian OK. Untuk isian kolom numer_1 sorotlah range data yang akan dihitung nilai statistiknya > OK
E. Fungsi LOGIKA COUNTIF
Fungsi logika COUNTIF digunakan untuk melakukan perhitungan COUNT dengan criteria tertentu. Contoh penggunaan COUNTIF adalah =COUNTIF(F31:F42,”>=95”)
Artinya ingin mengetahui jumlah data yang nilainya lebih besar atau sama dengan 95 dari sel F31 hingga sel F42.
F. Fungsi Finansial
Fungsi financial adalah kumpulan fungsi yang berguna untuk menghitung data-data keuangan. Aplikasi fungsi financial yang sering dipakai antara lain: menghitung nilai investasi pada bank, menghitung penurunan harga, dan perhitungan pembayaran cicilan.
Fungsi FV (Future Value)
Beberapa elemen dalam fungsi FV adalah:
  1. Rate (tingkat suku bunga)
  2. Nper (jumlah periode angsuran)
  3. Pmt (besar angsuran yang dibayarakan)
  4. PV (nilai saat ini yang akan dihitung nilainya di masa depan)
  5. Type (jatuh tempo pembayaran angsuran) jika nilainya 1 maka pembayaran dilakukan di awal periode, jika nilainya 0 maka pembayaran dilakukan di akhir periode.
Bentuk umum fungsi FV adalah: =FV(rate;nper;pmt;pv;type)
Contoh: misalkan untuk membeli sebuah rumah tipe 21 diperlukan biaya Rp.50.000.000,00. Berapa uang uang yang diperlukan untuk membeli rumah tersebut 20 tahun mendatang, jika diasumsikan inflasinya=8%.
Langkah pengerjaannya:
  1. Tentukan cell tempat menampilkan hasil perhitungan FV
  2. Aktif di tab formulas > insert functions > ketikkan FV pada serch for a formula > OK
  3. Isilah Rate dengan 0.08 (karena inflasi 8%)
  4. Isilah Nper dengan 20 (karena 20 tahun)
  5. Isilah Pmt dengan 0 (karena tidak dilakukan cicilan)
  6. Isilah PV dengan -50.000.000 (nilai 50 juta minus karena diasumsikan 50 juta dikeluarkan saat ini)
  7. Dari hasil perhitungan tersebut akan dihasilkan nominal Rp. 233.047.857,19
G. Fungsi PMT
Fungsi Pmt berguna untuk menghitung besar angsuran pinjaman/ cicilan. Elemen yang ada dalam rumus Pmt sama dengan elemen dalam rumus FV yakni rate, nper, pmt, PV,FV dan type.
Bentuk umum rumus PMTadalah: =PMT(rate;nper;pmt;pv;fv;type)
Contoh: jika seseorang ingin membeli rumah seharga Rp. 200.000.000,00, maka berapa cicilan perbulannya, jika suku bunga = 9.75%, dan cicilan akan dilakukan selama 5 tahun.
Langkah pengerjaan:
  1. Tentukan cell tempat menampilkan hasil perhitungan PMT
  2. Aktif di tab formulas > insert functions > ketikkan PMT pada serch for a formula > OK
  3. Isilah Rate dengan 0.975/12 (karena suku bunga 9.75% untuk 1 tahun, sehingga untuk tiap bulannya dibagi dengan 12)
  4. Isilah Nper dengan 5*12 (karena periode cicilan selama 5 tahun dengan total sama dengan 60 bulan)
  5. Isilah FV dengan 0 (karena tidak diketahui nilai masa depannya, melainkan harga rumah saat ini)
  6. Isilah PV dengan -200.000.000 (nilai 200 juta minus karena diasumsikan 200 juta dikeluarkan saat ini)
  7. Isilah Type dengan 0 (pembayaran pada akhir bulan)
  8. Dari hasil perhitungan tersebut akan dihasilkan nominal Rp. 4.224.848,73. Besar cicilan yang harus dibayarakan perbulannya adalah 4.224.848,73.
H. Fungsi SLN
Fungsi SLN berguna untuk menghitung depresiasi dari suatu barang. Elemen-elemen yang terdapat dalam formula SLN adalah:
  1. Cost (harga perolehan barang tersebut/ harga beli/ harga beli+biaya perolehan)
  2. Salvage (nilai/ harga jual yang masih bisa dicapai oleh barang tersebut setelah dipakai Selama periode tertentu)
  3. Life (lama pemakaian barang tersebut)
Bentuk umum fungsi SLN adalah: =SLN(cost;salvage;life) adam
Contoh: jika seserang membeli mobil dengan harga Rp. 119.000.000,00, setelah 4 tahun dijual dengan harga jual Rp. 99.000.000,00, maka berapa depresiasi mobil tersebut?
Langlah pengerjaannya:
  1. Tentukan cell tempat menampilkan hasil perhitungan SLN
  2. Aktif di tab formulas > insert functions > ketikkan SLN pada serch for a formula > OK
  3. Isilah cost dengan 119000000 (karena harga beli mobil 119 juta)
  4. Isilah salvage dengan 99000000 (karena harga jual mobil 99 juta)
  5. Isilah life dengan 4 (karena mobil hanya digunakan selama 4 tahun)
  6. Diperoleh hasil Rp. 3.333.333,33 (nilai depresiasi dari mobil)
I. THREE-DIMENSIONAL REFERENCE
Reference bisa dipakai untuk melakukan kalkulasi terhadap sel yang tersebar dalam banyak worksheet. Semisal data penjualan dicatat menggunakan Excel. Untuk tiap bulan digunakan satu worksheet. Misalkan di dalam tiap worksheet total penjualan dicatat dalam sel A100.
Jika ingin diketahui total penjualan dalam satu tahun digunakan formula berikut :
=SUM(Sheet1:Sheet12!A100)
I.1. NAME
Sekelompok sel bisa diberi nama. Peraturan untuk pemberian nama adalah sebagai berikut:
  1. Semua nama dimulai dengan huruf, backslash ( \ ), atau underscore ( _ )
  2. Angka boleh dipakai
  3. Spasi tidak diperbolehkan
  4. Bentuk referensi terhadap sel tidak boleh dipakai (contoh B5, $A1)
  5. Nama bisa berupa 1 huruf (kecuali R dan C)
  6. Untuk mendefinisikan Name dapat dilakuan dengan shortcut Ctrl +F3
Jika ingin menambahkan nilai data yang sebelumnya telah diberikan nama, maka penjumlahan dapat dilakukan dengan: =SUM(nama range tersebut)
I.2. Format Cell
Format cell digunakan untuk mengatur jenis data yang ada dalam suatu cell. Beberapa jenis pengaturan yang tersedia dalam format cell adalah: general, number, currency, accounting, date, time, percentage, fraction, scientific, text, special,custom. Selain mengatur jenis dari data yang ada pada suatu cell, format cell juga memiliki fitur untuk mengatur alignment, font, border, fill, dan protection.
Langkah yang dapat dilakukan untuk memformat jenis data dalam suatu cell:
  1. Klik kanan> format cell
  2. Pilih jenis data yang sesuai pada menu number. Jika data berupa tanggal, maka pilihlah date, kemudian pada kolom type yang ada disebelah kanan list pilihan, pilihlah jenis format tanggal yang dikehendaki. Jika data berupa number dan ingin diberikan nilai desimalnya, maka pilihlah number dan pada decimal place, tentukan jumlah angka di belakang koma yang dikehendaki. Untuk data yang berupa nilai mata uang, maka pilihlah currency dengan symbol sesuaikan dengan symbol mata uang yang dikehendaki.
  3. Jika pilihan tidak ada maka dapat dibuat dengan menggunakan custom. Contoh jika ingin menampilkan satuan “orang” pada kehadiran rapat kepengurusan maka pada custom ketikkan 0” orang” demikian pula untuk jenis

Followers

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP